Jemaah Umat muslim memadati Lapangan saat gelaran peringati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (9/11/2019). Acara Maulid Nabi Muhaammad yang di gelar oleh Majelis Rasulullah SAW tersebut bertujuan untuk mempersatukan umat s | Republika

Hiwar

Habib Abdurrahman: Maulid Tambah Cinta kepada Rasulullah

Simthud ad-Duror lebih panjang daripada Diba' dan Barzanji

Mayoritas umat Islam di Indonesia memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan membaca kitab maulid. Kitab yang populer dibaca adalah Simthud ad-Duror karya Habib Ali Bin Muhammad Bin Husein al-Habsyi.

Apa manfaat membacanya? Untuk itu wartawan Republika, Andrian Saputra, mewawancarai Ketua Majelis Taklim dan Dzikir Baitul Muhibbin Habib Abdurrahman Asad al-Habsyi, keturunan Shahib Simthud ad-Duror.

photo
Habib Abdurrahman Asad Alhabsyi - (Ist)

Apa itu Maulid Simthud Duror?

Kitab ini berisikan kisah perjalanan Rasulullah SAW. Bahkan sebelum lahir itu sudah ada ditulis dalam kitab tersebut tentang riwayat-riwayat Rasulullah SAW. Itu merupakan ringkasan indah yang ditulis lewat syair-syair yang begitu rapi dan bagus tentang kehidupan Rasulullah SAW.

Ketika membaca kitab ini, setidaknya kita menghadirkan kembali Rasulullah SAW walaupun sejatinya menghadirkan nabi itu dalam kehidupan kita itu setiap saat. Karena kita adalah umatnya dan kita harus mencintainya. Dan salah satu potret keimanan itu, (Rasul bersabda) tidak beriman seseorang sampai aku (Rasul) lebih dicintainya ketimbang orang tuanya, anaknya atau seluruh manusia. Hadits yang diriwayatkan dari jalur Anas bin Malik RA.

Apa pendapat Anda dengan syair-syair yang digunakan dalam Simthud Duror?

Dari segi susunan bahasanya, kesusastraan Arab terpenuhi. Ada banyak kitab maulid (seperti) ada Barzanji, Diba'. Namun, Simthud Duror ini cenderung lebih panjang daripada Diba' dan Barzanji. Dan, seperti Barzanji dan Diba yang sama-sama memiliki unsur kesusastraan yang cukup indah dan begitu tinggi, Simthud Duror juga seperti itu.

Kenapa disusun dalam bentuk-bentuk syair seperti itu karena dengan bentuk syair dapat dilagukan dan dinyanyikan dan mudah untuk disyiarkan. Kemudian mudah untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Karena dalam bentuk syair itu makannya ada yang membaca, ada yang mendengar. Dan tidak semua orang hobi membaca maka yang hadir di acara pembacaan Simthud Duror, walaupun dia tidak membaca setidaknya dia mendengar, dan berkali-kali dia mendengar. Maka, akan masuk dalam pikirannya, ingatannya, bahkan lama-lama dia akan menghafalnya.

Bagaimana Maulid Simthud Duror menjadi populer di Indonesia?

Sebenarnya dari dahulu sudah ada maulid Habsyi atau Simthud Duror yang sering disebut maulid al-Habsyi. Hanya memang tidak sepopuler sekarang. Saya pikir itu disebabkan taman-taman kota yang lulusan dari Timur Tengah dari Hadramaut dari Tarim khususnya itu mereka yang mempopulerkan. Mereka bikin majelis-majelis, dan memulainya dengan membaca maulid dan maulidnya yang dipakai itu Simthud Duror.

Kemudian juga dahulu beberapa kiai sepuh, seperti Guru Zaini di Martapura itu kan dari beliau muda sampai wafat bacaannya maulid Habsyi. Guru zaini punya banyak murid yang mereka buka pesantren, majelis, akhrinya maulid habsyi menyebar. 

Jadi, awalnya mungkin hanya beberapa titik, tapi kemudian dari titik itu melahirkan murid begitu banyak dan menyebar ke seluruh Indonesia membuka pesantren dan majelis dan kajian akhirnya semuanya memulai dengan maulid Habsyi akhirnya menyebarlah maulid Habsyi itu ke seluruh nusantara. Juga karena haul Habib Ali di Solo yang sudah berlangsung lama dan dihadiri banyak jamaah. Makin banyak yang hadir syiarnya itu makin luas. 

Apa yang akan diperoleh dengan membaca kitab maulid?

Salah satu dan yang paling utama yang didapat oleh orang-orang yang membaca kitab-kitab maulid atau kitab yang mengisahkan kehidupan rasul dari kelahiran sampai wafatnya, manfaat utamanya adalah makin timbul kecintaan dia kepada Rasulullah SAW dan dengan begitu dia semakin mengenal siapa rasulnya. Bagaimana mungkin kita cinta tanpa pengenalan. Dan salah satu media untuk mengenalnya adalah membaca kitab maulid Nabi Muhammad SAW.

Simthud ad-Duror, Kitab Maulid Nabi Bertabur Keindahan

Tulisan dalam kitab ini dirangkai dengan bahasa-bahasa pilihan dalam bentuk qasidah

SELENGKAPNYA

Siapakah Shahib Simthud ad-Duror?

Kitab Simthu ad-Duror ditulis oleh Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi

SELENGKAPNYA