vp,,rm
Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

Generasi Emas

Untuk melahirkan generasi emas yang berkualitas, pendidikan dan pembinaan keluarga sangat berpengaruh.

 

OLEH ABDUL MUID BADRUN

Fenomena dan potret generasi stroberi belakangan mendominasi wajah generasi kita. Generasi stroberi adalah generasi yang penuh dengan gagasan dan ide kreatif namun mudah menyerah dan gampang sakit hati alias baperan. Cemerlang di otak, tetapi rapuh di hati dan rohani.

Akibatnya, mereka jauh dari Tuhannya. Jauh dari nilai-nilai agama dan spiritualitas. Batinnya kering kerontang. Mudah emosi dan marah. Fakta ini tentu sangat memprihatinkan ketika bangsa ini sudah memutuskan menjadikan Indonesia Emas pada 2045.

Dari sinilah, kita perlu berikhtiar seoptimal mungkin, bagaimana melahirkan generasi emas yang baik (saleh) dan benar. Jangan generasi yang salah. Untuk melahirkan generasi emas yang berkualitas, pendidikan dan pembinaan keluarga sangat berpengaruh.

Karena, orang tua yang baik, akan melahirkan keturunan yang baik. Pun, dalam Alquran, diperintahkan agar putra-putri dididik orang tua supaya lebih berkualitas. Jangan sampai orang tua meninggalkan generasi lemah dan kalah.

Sebagaimana disebut dalam Alquran yang artinya: "Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)-nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS an-Nisa: 9).

Ayat ini tegas mengingatkan pada kita semua, agar jangan sampai melahirkan generasi lemah, letoi, baperan, dan sejenisnya. Ini peringatan bagi para orang tua dan calon orang tua.

Setidaknya ada tiga ayat dalam Alquran yang menjelaskan tiga keluarga yang berpotensi melahirkan generasi emas. Pertama, tertera dalam surah ar-Rum ayat 21. Di dalam ayat tersebuut disebutkan anjuran menciptakan keluarga yang tentram (sakinah), rasa kasih (mawadah), dan saling menyayangi (warahmah).

Akan sulit menciptakan generasi emas kalau keluarga itu sarat konflik, penuh prasangka, atau penuh pertengkaran. Sebab, bagaimanapun alasannya, keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak.

Kedua, disebut dalam surah al-Furqan ayat 74. Selain orang tua harus menjadi teladan dalam mengawal pendidikan anak, tetapi juga harus menopang dengan doa agar anak tersebut berhasil.

Karena di dalam ayat itu ada panduan berdoa yang artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai qurrata a’yun (penyenang hati), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Contoh qurrata a’yun dalam ayat ini adalah memiliki putra-putri yang bisa membanggakan kedua orang tua dengan prestasi dan senantiasa dalam ketakwaan.

Ketiga, disebut dalam surah al-Mu'minun ayat 29. Terdapat kata munzalan mubaarakan (tempat tinggal yang sarat keberkahan). Artinya, ciri keberkahan dalam keluarga adalah adanya kenikmatan dalam beribadah, maslahat dalam tindakan, dan menghadirkan manfaat dalam setiap kegiatan di masyarakat, sehat jasmani dan rohani.

Tiga ayat itulah yang melandasi lahirnya sosok generasi emas untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Wallahu a'lam.

Prasangka yang Diperbolehkan

Seseorang yang hatinya diliputi prasangka, hanya akan melihat orang lain serbanegatif.

SELENGKAPNYA

Amien Rais, Taufik Kiemas, Akbar Tanjung, dan Nasi Kebuli

Saat kebuli dihidangkan kepada para tokoh di Kwitang, mereka ragu-ragu memakannya.

SELENGKAPNYA

Usman-Harun dan Ekspresi Kemarahan Rakyat

Usman-Harun dituduh bersalah dalam kasus pengeboman gedung McDonald di Orchad Road.

SELENGKAPNYA