Gabor Adorjan tengah membangun yurt di dekat Martonvasar, Hungaria, pada awal September 2022. | REUTERS/Bernadett Szabo

Kisah Mancanegara

Tren Hunian Baru di Tengah Krisis Energi

Saat ini, di Hungaria ada sekitar selusin pembuat yurt.

OLEH FERGI NADIRA

Krisis energi yang kini tengah terjadi di Eropa, melahirkan berbagai dinamika baru. Salah satunya, dalam hal tempat tinggal.

Saat ini, yurt pun menjadi pilihan tinggal banyak warga Hungaria demi menekan biaya energi yang dilanda krisis. Yurt adalah tenda besar berbentuk lingkaran menyerupai kubah, seperti yang dulu kerap digunakan oleh orang-orang nomaden di wilayah stepa di Asia Tengah.

Pembangun yurt, Gabor Adorjan mengatakan, pesanannya mengalami lonjakan hingga musim panas mendatang. Rata-rata pesanan yurt yang ia terima adalah untuk ukuran terbesar, dan biasanya digunakan konsumen sebagai tempat tinggal.

Adorjan bahkan memperkirakan sekitar 1.000 yurt yang difungsikan sebagai rumah, kini telah hadir ada di Hongaria hingga September 2022. Sebelumnya, yurt hanya digunakan untuk turis atau orang yang tinggal jauh di luar jaringan.

"Ada yang mengatakan ini akan terus berlangsung di masa depan mungkin karena banyak orang memilih bukan hanya karena kenaikan harga energi tetapi juga karena kenaikan harga konstruksi," kata Adorjan.

photo
Pekerja tengah membangun yurt di dekat Martonvasar, Hungaria, pada awal September 2022. - (REUTERS/Bernadett Szabo)

Salah satu warga yang kini tinggal di yurt, adalah David Zih. Sehari-hari pria yang bekerja di industri film Hungaria ini tak pernah menyangka bakal tinggal di yurt untuk menghindari melonjaknya biaya hidup.

Sebelumnya, dia telah merencanakan dengan matang untuk membangun rumah dengan teras dan pemandangan di sebidang tanahnya di dekat Budapest. Karena biaya konstruksi yang meningkat dan harga energi yang tinggi, niat itu pun ia urungkan.

Kepala teknisi kamera berusia 37 tahun itu akhirnya memesan yurt sebagai sebuah rumah untuk ditinggali. Rumah barunya ini mencakup 80 meter persegi dan berada di antara pepohonan pinus di Budakeszi.

Rencananya, yurt milik Zih akan selesai sebelum musim dingin tiba. Rumah yurt yang dipesan Zih ini, dilengkapi jendela dan alas kayu berinsulasi, serta dinding dan langit-langit kayu berpalang yang dilapisi insulasi. Ia mengatakan begitu dia pindah, dia akan menghemat besar, karena pemanas listrik bisa dipasang di dinding.

photo
Pasangan suami-istri Petra Pogany-Bago beraktivitas di dalam tenda yurt mereka di Kecskemet, Hungaria, Agustus 2022 lalu. - (REUTERS/Bernadett Szabo)

Membangun yurt seukuran yang dimiliki Zih, menelan biaya kurang dari 10 juta forint atau sekitar 23.400 dolar AS. Biasanya, yurt terbesar hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk dibangun.

Saat ini, di Hungaria ada sekitar selusin pembuat yurt. Kebanyakan dari mereka mengatakan, terus kehujanan pertanyaan tentang seluk-beluk membangun yurt dan juga pesanan baru.

Menurut Adorjan, yurt bisa lebih hemat energi, karena udara bersirkulasi dalam satu ruang bundar yang mampu menahan panas lebih lama.  Sementara dindingnya diisolasi. "Bahkan kompor kecil bisa memanaskan yurt dalam waktu singkat," kata Adorjan.

Keluarga lain, yakni keluarga Pogany bahkan telah pindah ke yurt pada tiga bulan lalu. Tadinya, mereka tinggal di peternakan dekat Kecskemet di Hungaria timur.

Mereka sebelumnya memelihara domba dan menanam labu. Namun, kini semuanya telah mereka jual demi bisa membeli yurt.

Di bekas rumah pertanian mereka, mereka hanya memanaskan satu ruangan dengan tungku kayu dan itu pun malah menjadi dingin di pagi hari. Sekarang di yurt, mereka akan menggunakan kompor dan pemanas lantai listrik.

Yurt pun mereka didekorasi dan ditata seperti apartemen. Lengkap dengan gambar, tanaman, sofa, tempat tidur, meja makan, dan area dapur yang rapi.

Sambil menunggu dikaruniai anak pertama mereka, keluarga Pogany menegaskan bahwa tetap hangat lebih penting dari segalanya. Mereka juga berencana untuk tinggal di yurt selama bertahun-tahun, sambil mencoba menabung untuk membangun kembali rumah pertanian lama mereka.

"Bagi saya ini sangat melegakan. Saya tidak takut kami kedinginan karena saya tahu kompor akan membuat kami tetap hangat," kata Petra Pogany-Bago.

Menurut sang suami, Mihaly Pogany yang bekerja sebagai agen asuransi, kini dunia telah banyak berubah dan orang harus menyesuaikan diri dengan tingkat kenyamanan yang lebih rendah. Memanaskan apartemen hingga 26 derajat Celcius saja, ungkapnya, kini sudah merupakan kemewahan yang amat besar. 

Bahasa Radikal Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional

Sukarno dituduh sedang menghasut rakyat dengan kata-kata yang radikal.

SELENGKAPNYA

Pro-Kontra Komunis di Kalangan Wartawan

Menjelang 1945 dan awal 1965, suhu poliitik di Tanah Air makin memanas.

SELENGKAPNYA

Mengulik Cerita dari Kota Lama Semarang

Pengunjung juga mendapatkan cerita unik di Kota Lama Semarang.

SELENGKAPNYA