Warga menggunakan aplikasi media sosial di Jakarta, Senin (18/7/2022). | ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Opini

15 Sep 2022, 03:45 WIB

Standar Viral dan Cancel Culture

Saatnya membentengi diri, keluarga, dan bangsa dengan kecerdasan literasi dan cancel culture sebagai penyaringnya.  dan keadilan menjadi terganggu akibat model standar subjektivitas dengan ukuran viral.

SAIFUL BAHRI, Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta Akhir-akhir ini, daya dorong media sosial (medsos) dan standar viral (trending) dari sebuah kasus, semakin kuat menjadi prioritas dibandingkan kasus lain yang biasa-biasa saja. Menariknya, ini seolah menjadi model baru dalam standar dan ukuran penyelesaian berbagai masalah di masyarakat. Kasus yang bersinggungan dengan hukum terutama... ';

HR Rasuna Said, Singa Betina di Podium

Sejak kecil tertarik di dunia pendidikan Islam.

SELENGKAPNYA

Pentas Eksplorasi tanpa Batas

Penonton diajak mengeksplorasi lebih jauh tiga genre musik utama yang diusung

SELENGKAPNYA

Palu Arit di Takeran

“Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati!” Itulah yel yel PKI untuk melumpuhkan sejumlah pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kaum Muslim menjadi sasaran utama keganasan PKI.

SELENGKAPNYA
×