Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

01 Jul 2022, 06:35 WIB

Apa Itu Haji Akbar?

Bila wukufnya hari Jumat, pada tahun tersebut adalah haji akbar.

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

 

Dalam surah at-Taubah: 3, Allah SWT berfirman: “Wa adzaanun minallahi wa rasuulihii ilan naasi yaumal hajjil akbari (suatu maklumat dari Allah dan Rasul-Nya pada hari Haji Akbar).”

Kata “akbar” adalah ismut tafdhiil (superlatif) yang artinya lebih besar. Asalnya “kabiir” (besar), lawan kata “alakbar"  adalah “al ashghar” (lebih kecil). Banyak pendapat mengenai maksud haji akbar tersebut.

Dalam kitab Tuhafzul ahwazi syarah Jaamiut Turmidzi disebutkan bahwa bila wukufnya hari Jumat, pada tahun tersebut adalah haji akbar. Pendapat ini sangat masyhur sekalipun banyak ulama menolaknya. Bahkan, dikatakan tidak ada dasarnya sama sekali.

Pendapat lain mengatakan bahwa haji akbar adalah “yaumun nahar” (Hari Raya Kurban), yaitu tanggal sepuluh Dzulhijah, sementara haji ashghar adalah hari wukuf di Arafah, yakni sembilan Dzulhijah.

Berdasarkan ini para ulama tafsir seperti Syekh Sa’di, ketika menjelaskan ayat “yaumal hajjil akbar” mengatakan “yauman nahr”, yakni Hari Raya Kurban. Ibn Syihab menyebutkan, pernyataan Hamid bin Abdurrahman bahwa yaumun nahr (Hari Raya Kurban) adalah haji akbar.

 
Mengapa yaumun nahr dikatakan haji akbar? 
 
 

Mengapa yaumun nahr dikatakan haji akbar? Jawabannya karena berkumpul di dalamnya wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah “masyaril haram”, mabit di Mina selama empat hari, melempar jamarat, cukur, tawaf ifadhah, sa’i, dan rangkaian lainnya dari ritual haji.

Ibn Qudamah dalam kitabnya “al Mughni” menulis bab khusus dengan judul: “Yaumul hajjil akbar yaumun nahr” (hari haji akbar adalah Hari Raya Kurban). Dasarnya adalah khutbah yang disampaikan Nabi Muhammad SAW pada hari Nahr yang mengatakan: “Hadzaa yaumul hajjil akbar (ini adalah hari haji akbar)” (HR Bukhari).

Syekh asy-Sya’rawi menegaskan bahwa haji akbar adalah haji yang ada wukufnya di Arafah, sementara haji kabir adalah umrah. Sekalipun dalam pelaksanaan ibadah haji selalu bergandengan dengan umrah baik haji tamattu’ atau qiran atau ifrad, tetapi hakikatnya kedua ibadah tersebut berbeda.

Haji dilaksanakan pada tanggal tertentu pada bulan Dzulhijah, sementara umrah bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat tanggal dan waktu. Pemahaman ini diambil dari ayat: “Wa atimmul hajja wal umrata lillahhi” bahwa huruf “wawu” di sini adalah “lilmughayarah” (untuk menunjukkan makna berbeda antara keduanya).

Berdasarkan ini, lebih tepat jika dikatakan setiap haji yang ada wukufnya adalah haji akbar, sekalipun wukufnya tidak pada hari Jumat. Sebab pada saat wukuf, mabit di Muzdalifah dan melempar jumrah di Mina, suasana ketika itu benar-benar dihadiri oleh sejumlah besar hamba-hamba Allah yang datang dari berbagai belahan bumi. Itu pun hanya terjadi setahun sekali.

Adapun ibadah umrah adalah haji kabir atau ashghar. Sebab ia terjadi sepanjang tahun dan pesertanya tidak sebesar jamaah haji.


Presiden Jokowi Temui Putin Bawa Pesan Zelenskyy

Jokowi menyampaikan jaminan keamanan dari Presiden Putin untuk ekspor produk pangan.

SELENGKAPNYA

Subsidi yang Membengkak

Pembatasan konsumsi BBM subsidi hanya untuk yang berhak menjadi salah satu cara terbaik.

SELENGKAPNYA

Sambutan Check Point Saat Kembali ke Makkah

Selain Shumaisi dan Jumum, masih ada terminal check point lain yang menyortir masuknya jamaah ke Makkah.

SELENGKAPNYA
×