Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Pusat memeriksa kesehatan hewan kurban di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2022). | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.

Nusantara

30 Jun 2022, 03:45 WIB

BNPB Minta Daerah Tingkatkan Kewaspadaaan PMK

Pencegahan PMK di sejumlah wilayah terkendala ketersediaan vaksin.

BANTEN -- Badan Nasional Penanggangan Bencana (BNPB) terus berupaya meminimalisir penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan berkaki genap seperti kerbau, sapi, kambing, dan domba. Utamanya menjelang perayaan kurban hari raya Idul Adha 2022, di mana kebutuhan akan hewan ternak meningkat di seluruh wilayah di Indonesia.

Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan menyampaikan, salah satu daerah yang disoroti adalah Provinsi Banten, dimana dari delapan kabupaten/kota, enam diantaranya telah terinfeksi virus PMK.

“Hanya dua yang tidak tercatat kasus PMK-nya, yaitu Kota Serang dan Kota Cilegon, secara nasional Banten berada di posisi kesepuluh (terbanyak PMK),” kata Fajar melalui keterangan tertulis, Rabu (29/6).

Pada Selasa (28/6), BNPB telah menggelar rapat koordinasi pencegahan penyebaran PMK dengan Pemprov Banten di Kantor Gubernur. Per 27 Juni, sebanyak 1.643 ekor hewan ternak terpapar PMK di Banten dan yang sembuh baru 346 ekor.

Menurut dia, Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas Penanganan PMK, Letjen Suharyanto mengimbau pemerintah daerah melakukan langkah-langkah penanganan dengan cepat.

“Melakukan penjagaan ketat di titik masuk dan perbatasan, tidak boleh ada pergerakan keluar masuk hewan dari zona merah ke zona aman atau sebaliknya, kemudian melakukan screening agar segera diketahui binatang yang terpapar dan tidak,” katanya.

Selanjutnya, pemerintah menyediakan kebutuhan vaksin gratis bagi peternak kecil, sedangkan untuk peternak besar/ industri disediakan oleh perusahaan. “Salah satu upaya untuk meminimalisir penyebaran PMK adalah dengan vaksinasi, yang divaksinasi adalah hewan yang sehat, untuk yang sakit diobati,” katanya.

Salah satu wilayah yang terkena PMK di Banten, Kabupaten Lebak menargetkan 18 ribu ekor ternak besar dapat segera divaksinasi guna mencegah PMK semakin meluas. "Kami berharap dengan vaksinasi itu dapat terbebas dari penyebaran PMK, " kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lebak, Rahmat, kemarin.

photo
Petugas bersiap menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di salah satu sapi milik warga di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (29/6/2022). - (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/foc.)

Rahmat mengatakan, ada 306 ekor sapi yang terinfeksi PMK di Lebak, dua diantaranya telah mati. Mereka tersebar di Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, dan Wanasalam sehingga vaksinasi difokuskan ke tiga kecamatan itu.

Ia mengaku masalah yang dihadapi adalah minimnya kiriman dosis vaksin. Sampai Rabu, pihaknya baru memvaksinasi 140 ekor hewan ternak. Lebak, kata dia, masih terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Banten dan Kementerian Pertanian untuk mendapatkan dosis vaksin tersebut. "Kami berharap vaksinasi itu bisa direalisasikan secepatnya, " katanya.

Wilyah di Sumatra Barat juga mengalami kendala pengiriman dosis vaksin. Baru dua kabupaten di wilayah itu yang telah memulai vaksinasi hewan ternak dengan jumlah terbatas, yaitu Kabupaten Padang Pariaman dan Agam.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Asniwirman mengatakan, pihaknya hanya mendapat kiriman 300 dosis vaksin. Semuanya telah disuntik ke hewan ternak pada pada Selasa (28/6). "Pemberian vaksinasi itu hanya satu hari, karena vaksin tahan selama 24 jam," katanya, kemarin. Saat ini, total ternak warga Agam yang terkonfirmasi PMK sebanyak 769 ekor dan suspect sebesar 1.595 ekor.

Kabupaten Padang Pariaman juga hanya mendapatkan 200 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat. Padahal, 92 ribu ternak di wilayah itu terancam PMK dan 1.033 ekor sudah terpapar virus tersebut.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, Devi Yanti mengatakan, vaksin tersebut telah telah disuntikan pada Senin (27/6) dan Selasa (28/6).

 

Rencananya, mereka akan memvaksinasi hewan di 30 nagari yang belum terpapar PMK dari total 103 nagari. Namun, karena jumlah vaksin yang tersedia sedikit, hanya tiga nagari yang mendapatkan vaksin tersebut. "Vaksin masih banyak kekurangan karena populasi ternak di Padang Pariaman beresiko 92 ribu sedangkan yang diterima hanya 200 dosis," katanya.

Sementara, Dinas Pertanian dan Pangan Papua memperketat pengawasan lalu lintas pengiriman ternak ke dan dari wilayah itu. Dinas itu menurunkan 96 petugas untuk memeriksa hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha. Mereka ingin memastikan hewan dalam keadaan sehat dan bebas PMK.

"Kami menurunkan para petugas untuk mengecek langsung, terutama hewan yang akan dijadikan kurban," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Papua, Samuel Siriwa, kemarin. 

Sumber : Antara


Hadiah Wali Murid untuk Guru, Bagaimana Pandangan Fikih?

Sesungguhnya, ada perbedaan pendapat di antara para ahli fikih.

SELENGKAPNYA

BSI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Proyek Tol Semarang-Demak

Pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi BSI dalam meningkatkan pembiayaan wholesale.

SELENGKAPNYA

Himbara Fasilitasi Pembiayaan Kendaraan Listrik

Salah satu upaya mengurangi emisi karbon dengan kendaraan listrik.

SELENGKAPNYA
×