Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Aeropolis, Kota Tangerang, Banten, Rabu (25/5/2022). | ANTARA FOTO/Fauzan

Ekonomi

29 Jun 2022, 06:15 WIB

Himbara Fasilitasi Pembiayaan Kendaraan Listrik

Salah satu upaya mengurangi emisi karbon dengan kendaraan listrik.

JAKARTA -- Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bersinergi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terkait pengembangan green ecosystem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Kolaborasi Himbara dan PLN tersebut bertujuan memfasilitasi pembiayaan KBLBB dan mendorong program transisi energi di dalam negeri.

Kolaborasi ini merupakan bukti nyata dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap pelaksanaan transisi energi sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik guna mempercepat tercapainya target netral karbonisasi pada 2060.

Kesepakatan ini tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh direksi PLN bersama direksi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) (BNI), PT Bank Mandiri Tbk (Persero) (Mandiri), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) (BTN) saat perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2 di Labuan Bajo, belum lama ini.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkomitmen mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) dengan menjadi BUMN non-PLN Group pertama yang menempatkan instalasi SPBU listrik atau stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi AS Aturridha mengatakan, keberadaan SPKLU merupakan bagian dari rangkaian inisiatif perseroan dalam membentuk ekosistem energi terbarukan yang saling melengkapi. Bank Mandiri juga telah memiliki beberapa kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional.

“Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan energi terbarukan dengan menjadi BUMN non-PLN Group pertama yang menempatkan instalasi SPBU Listrik atau SPKLU di lingkungan kantor pusat perseroan di lahan parkir Gedung Plaza Mandiri. Selain itu, nantinya fasilitas serupa juga akan ditempatkan di beberapa kantor utama Bank Mandiri, antara lain, Menara Mandiri, Wisma Mandiri, Graha Mandiri, dan Sentra Mandiri yang seluruhnya berada di Ibu Kota Jakarta,” kata Rudi ketika dihubungi Republika di Jakarta, Selasa (28/6).

Dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia, lanjut Rudi, Bank Mandiri juga telah bersinergi dengan PLN dan mitra Mandiri dalam memasarkan dan membiayai mobil listrik melalui anak perusahaan, Mandiri Tunas Finance.

“Dukungan lainnya juga terlihat melalui penyaluran pembiayaan sejumlah proyek pengembangan, seperti pembiayaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro dan pemasaran produk-produk EBT, seperti mobil listrik, solar panel, hingga kompor induksi,” kata Rudi.

Anggota Himbara lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, menyatakan, sebagai first mover on sustainable finance dan market leader ESG Company di Indonesia, porsi penyaluran green financing terus meningkat seiring dengan komitmen perseroan dalam penerapan prinsip keuangan berkelanjutan. 

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, saat ini kredit hijau perseroan telah disalurkan kepada sektor EBT, transportasi ramah lingkungan, green building, dan bisnis ramah lingkungan lainnya. 

“Hingga akhir Maret 2022, BRI tercatat telah menyalurkan pembiayaan green transportation senilai Rp 14,6 triliun, di antaranya, kepada proyek LRT dan kereta api,” kata Aestika.

Aestika menyebutkan, BRI selalu mengutamakan faktor lingkungan dan konsekuensinya di dalam setiap produk dan pelayanan yang ditawarkan. Hal ini misalnya dalam setiap partisipasi pembiayaan atau pun kredit terhadap suatu proyek yang berpotensi membahayakan lingkungan hidup.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang diwakili oleh Sekertaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, agar bisa mencapai target net zero emission pada 2060 mendatang, perlu kolaborasi semua pihak. Salah satu program yang perlu didukung, yaitu membangun ekosistem KBLBB.

"ESDM mendukung penuh kerja sama yang dilakukan oleh PLN dan Himbara untuk bisa meningkatkan akses masyarakat untuk menjangkau KBLBB ini. Ini upaya bersama kita untuk bisa meningkatkan energi bersih, menekan emisi karbon, dan sekaligus menghemat devisa dan menekan angka impor minyak," kata Ego.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, salah satu upaya bersama mengurangi emisi karbon, salah satunya, dengan masifnya kendaraan listrik. Namun, untuk bisa mencapai hal ini, tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi bersama, salah satunya dengan Himbara yang menjadi salah satu akses pembiayaan murah bagi masyarakat.

"Kolaborasi ini sangat penting bagi kita semua untuk bisa menciptakan lingkungan bagi generasi mendatang yang lebih baik. Kami sangat mengapresiasi langkah aktif Himbara dalam memasifkan kendaraan listrik di Indonesia," kata Darmawan.

Tak hanya kredit kepemilikan kendaraan listrik, PLN saat ini membuka juga peluang kerja sama pihak swasta untuk memasifkan SPKLU. Untuk itu, PLN menggandeng Himbara agar dapat memberikan kredit kepada swasta yang ingin bekerja sama dengan PLN dalam pembangunan SPKLU. 


Jokowi Ajak G-7 Atasi Krisis Pangan

Rantai pasok global yang terimbas perang Ukraina-Rusia harus segera dipulihkan. 

SELENGKAPNYA

Madinah Kota Ziarah 

Di Madinah, saya beruntung bisa mengunjungi jejak petilasan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

SELENGKAPNYA
×