Fahmi Idris. | Republika/Agung Supriyanto

Kisah Dalam Negeri

23 May 2022, 03:45 WIB

Fahmi Idris, dari Aktivis Hingga Menteri

Fahmi Idris dikenang sebagai politikus pejuang yang gigih dengan segudang pengalaman.

Mantan Menteri Perindustrian era Susilo Bambang Yudhoyono, Fahmi Idris, sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Ahad (22/5). Fahmi dimakamkan satu liang dengan istri pertamanya Kartini Fahmi Idris yang meninggal pada Februari 2014.

Sebelum dibawa ke TPU Tanah Kusir, jenazah Fahmi Idris disemayamkan di Rumah Duka Mampang Prapatan IV Nomor 20, Jakarta Selatan. Fahmi meninggal dunia Ahad (22/5) pada pukul 10.00 WIB di ICU Rumah Sakit Medistra Jakarta. Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia Ke-20 era Presiden BJ Habibie tersebut meninggal dunia pada umur 79 tahun.

Salah satu putri Fahmi, Fahira Idris, meminta maaf atas kesalahan ayahnya. "Pencapaian beliau (Fahmi) adalah kebaikan hatinya, wejangannya, titel adalah pencapaian pribadi, biar beliau nikmati, sebagai manusia paling bermanfaat," kata Fahira.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung merasa sangat kehilangan sosok Fahmi Idris sebagai teman seperjuangan. "Saya Kehilangan tokoh hebat, kami berjuang bersama-sama sejak jadi mahasiswa," kata Akbar.

photo
Datangi KPK : Politikus Golkar Fahmi Idris (kanan), memberikan keterangan usai bertemu dengan Pimpinan KPK di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (4/1). - (Republika/Edwin Dwi Putranto)

Ia mengisahkan perjuangan bersama dimulai sejak menjadi aktivis mahasiswa di zaman orde lama. Kala itu mereka tergabung dalam kesatuan aksi mahasiswa Indonesia (KAMI) mendesak pemerintah untuk melaksanakan tiga tuntutan rakyat (Tritura) pada tahun 1966.

Kata Akbar perjuangan pun dilanjutkan hingga ke partai politik dan pemerintahan di orde baru dan reformasi. Walaupun kata dia, terkadang perbedaan pendapat dan pandangan selalu terjadi. "Tetapi itu tidak menghilangkan kesetiakawanan kami," katanya.

Politikus senior Golkar Jusuf Kalla (JK), menyampaikan kenangan bersama Fahmi Idris yang bersama-sama berjuang untuk membangun bangsa sejak masa kuliah dan organisasi HMI hingga di Partai Golkar. "Perjuangannya lebih, sejak di mahasiswa, HMI, dan di Partai Golkar, kami satu pemahaman," kata JK.

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, mengenang Fahmi sebagai politikus pejuang yang gigih dan memiliki segudang pengalaman dalam pemerintahan, Partai Golkar, pengusaha dan sebagai akademisi.

"Almarhum yang mengawali kariernya sebagai aktivis mahasiswa 1966 dan setelah itu menjadi pengusaha yang tergabung dalam kelompok Kodel (Kongsi Delapan), bersama dengan pengusaha pribumi seperti Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, dan lain-lain," ucapnya.

 
Kami sangat kehilangan salah satu politisi panutan di Indonesia. 
etua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily
 

Ia menambahkan Fahmi Idris juga dikenal sangat aktif di Golkar. Hingga akhir hayatnya Fahmi Idris merupakan politikus senior yang sangat aktif memberikan kontribusi dalam berbagai hal, baik sebagai pengurus maupun masukan-masukan penting bagi kemajuan Partai Golkar.

"Kami sangat kehilangan salah satu politisi panutan di Indonesia. Beliau politisi yang berintegritas dan memiliki prinsip perjuangan yang tegas dan jelas," tuturnya.

Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan menyatakan almarhum begitu sangat mencintai Indonesia. "Selama saya bertugas di Jakarta, interaksi dengan beliau adalah interaksi yang penuh dengan pesan. Beliau berbicara tentang masa depan," kata Anies.

Anies menegaskan, Fahmi Idris selama hidupnya telah menghibahkan pikiran, tenaga dan hartanya untuk kemajuan umat dan bangsa Indonesia. "Indonesia mencatat Fahmi berjuang untuk menghadirkan kemajuan perubahan," ungkapnya. 

Sumber : Antara


Tumakninah dalam Shalat

Tumakninah dalam Alquran sebagai suatu kondisi yang menenteramkan kejiwaan seseorang.

SELENGKAPNYA

Petugas Kesehatan Jamaah Haji Siap Diterjunkan

Tidak boleh lengah, para petugas kesehatan haji perlu terus meningkatkan pelayanan kesehatan

SELENGKAPNYA

Batavia Kolonial dan Jakarta Soekarno

Setelah kemerdekaan, Jakarta berubah total. Sejumlah patung dan tempat yang menggambarkan masa kejayaan kolonail dihancurkan.

SELENGKAPNYA
×