Cover Dialog Jumat 13 Mei 2022. Kebut Persiapan Haji. | Republika/Thoudy Badai

Laporan Utama

22 May 2022, 09:46 WIB

Petugas Kesehatan Jamaah Haji Siap Diterjunkan

Tidak boleh lengah, para petugas kesehatan haji perlu terus meningkatkan pelayanan kesehatan

OLEH ANDRIAN SAPUTRA, IMAS DAMAYANTI

Calon jamaah haji Indonesia akan berangkat ke Tanah Suci awal Juni mendatang. Kesehatan jamaah pun menjadi faktor yang paling diperhatikan mengingat Covid-19 yang masih mengancam.

Kementerian Kesehatan pun menerjunkan para petugas kesehatan haji yang akan membantu dan memastikan jamaah dalam kondisi sehat menjalankan ibadah haji. Sebanyak 98 petugas kesehatan haji Kemenkes yang akan diterjunkan.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Lakespra dr Saryanto TNI AU melakukan pembekalan bagi para petugas kesehatan haji. Pelatihan kompetensi dan rencana operasional kesehatan itu terbagi tiga gelombang, yaitu Gelombang I pada 10-12 Mei, Gelombang II pada 13-15 Mei, dan Gelombang III pada 23-25 Mei. 

"Tujuannya untuk membangun jiwa korsa, kekompakan dan kerja sama tim PPIH. Selain itu, untuk menyosialisasikan rencana operasional kesehatan haji sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas di Arab Saudi," kata Budi kepada Republika beberapa hari lalu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Selain menyiapkan petugas kesehatan, Budi mengatakan, pihaknya tengah fokus mempercepat pemberian vaksin lengkap bagi jamaah yang akan berangkat. Hal ini untuk memenuhi persyaratan dari Arab Saudi agar calon jamaah haji mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap.

Menurut dia, semua jenis vaksin yang digunakan di Indonesia sudah diakui oleh Arab Saudi sehingga dapat digunakan oleh jamaah. Sampai saat ini,  proses vaksinasi masih terus dilaksanakan dengan target seluruh jamaah haji mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Budi juga mengatakan para petugas kesehatan Kemenkes juga memberikan perhatian khusus kepada jamaah haji dengan risiko tinggi. Pelaksanaan haji sebelumnya, menurut Budi, jumlah jamaah haji dengan risiko tinggi tahun ini lebih banyak dibanding dengan jamaah haji nonrisiko tinggi yakni sebesar 56 persen.

Ada 92.825 jamaah haji reguler dan 7.226 jamaah haji khusus yang kan berangkat tahun ini. Karena itu, menurut Budi, jamaah haji risiko tinggi akan menjadi perhatian khusus bagi para petugas kesehatan di samping menjalankan tugas-tugas lainnya.

photo
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau sejumlah sarana prasarana haji di Makkah, Arab Saudi, Jumat (20/5/2022) - (Dok Kemenag)

Budi pun mengimbau kepada jamaah haji Indonesia untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun, di mana pun berada terlebih ketika berada di Tanah Suci. Jamaah diimbau untuk menyesuaikan aktivitas ibadah atau fisik dengan kondisi kesehatan untuk mencegah kelelahan saat pelaksanaan ibadah haji.

Budi juga meminta para jamaah untuk mematuhi semua arahan petugas kesehatan dan istirahat yang cukup serta memperbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi selama pelaksanaan ibadah haji. 

Dalam upacara pembukaan pembekalan kepada peserta pelatihan petugas penyelanggara ibadah haji Arab Saudi di Lakespra, dr Saryanto pada Selasa (10/5), Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nurgraha meminta petugas kesehatan haji tetap waspada dengan kondisi pandemi. Para petugas kesehatan haji harus menyadari bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini diselenggarakan dalam situasi masih terjadi pandemi Covid-19. 

Menurut dia, kepatuhan terhadap protokol kesehatan harus terus dijalankan. Ia meminta petugas kesehatan haji tidak lengah meskipun pandemi Covid-19 mulai terkendali dan menunjukkan angka penurunan.

"Tidak boleh lengah, para petugas kesehatan perlu terus meningkatkan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Caranya dengan memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan, pemahaman pola hidup yang sehat,” jelas dia.

photo
Peserta pembekalan petugas penyelenggaraan ibadah haji sudah mulai di apel. Pejabat Lakespra TNI AU dan Kementerian Kesehatan haji telah hadir di lokasi. - (Ali Yusuf/Republika)

Butuh koordinasi

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab menegaskan, proses koordinasi juga sedang dilakukan secara intensif dengan sejumlah instansi seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, hingga pemerintah daerah. Adapun terkait dengan penyiapan persiapan asrama haji, pihaknya menegaskan telah melakukan koordinasi dengan daerah-daerah.

Dia menegaskan, asrama haji sudah mulai mempersiapkan diri. Saiful menekankan, akan ada pengukuhan petugas haji embarkasi untuk kesiapan kerja di masing-masing embarkasinya.

Pihaknya akan melakukan proses sterilisasi asrama yang akan digunakan untuk lokus pemberangkatan jamaah. Nantinya, kata dia, terdapat sejumlah layanan yang disiapkan untuk jamaah. “Nanti kita siapkan sejumlah layanan untuk para jamaah,” kata dia.

photo
Sejumlah calon jemaah haji berlatih melakukan tawaf saat mengikuti pembinaan dan simulasi tata cara praktek manasik haji di Islamic Center, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2022). Menjelang musim haji, sejumlah calon haji dibekali pemahaman dan kegiatan praktek tentang tata cara ketertiban dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum diberangkatkan ke tanah suci. - (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Direktur Bina Haji Kemenag Arsyad Hidayat menyampaikan, materi manasik haji yang akan disampaikan kepada jamaah secara kualitas substansi akan tetap dipertahankan meski secara intensitasnya berkurang. Beberapa materi yang secara substansial hampir sama, kata dia, akan dijadikan satu dan disampikan kepada jamaah.

Dia menambahkan, pelaksanaan haji 2022 yang masih dibayangi pandemi Covid-19 membuat Kemenag menawarkan alternatif bimbingan manasik secara daring dan kombinasi antara daring dan tatap muka.

Dia pun melanjutkan, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang selama ini sudah melakukan bimbingan manasik kepada para jamaah pun diminta pemerintah untuk terlibat. “Hal ini dalam rangka memaksimalkan upaya manasik haji kepada para jamaah,” kata dia.

Perhatikan Kesehatan Jamaah

photo
Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ismed Hasan Putro - (Wihdan Hidayat/Republika)

Mepetnya pelaksanaan penyelenggaraan haji 2022 yang sudah kurang dari sebulan membuat pemerintah mengebut sejumlah persiapan. Kementerian Agama dalam waktu terbilang singkat pun sudah memilih nama-nama calon jamaah haji yang akan diberangkatkan pada musim ini. Masih banyak pekerjaan lain yang harus dilakukan seperti manasik, persiapan panitia, katering hingga akomodasi.

Bagaimana persiapan penyelenggaraan haji yang dilakukan pemerintah? Wartawati Republika Imas Damayanti mewawancarai Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ismed Hasan Putro melalui sambungan telepon, Selasa (10/5). Berikut kutipannya.

Haji telah dibuka, bagaimana Anda melihat kinerja pemerintah?

Pertama, saya mengucapkan selamat kepada Kemenag yang telah dengan cepat dan cerdas menyelesaikan verifikasi para calhaj (calon jamaah haji) yang diberangkatkan. Hal ini tidak mudah, kenapa?

Karena kita tahu sudah banyak antrean haji yang cukup panjang, terlebih sudah dua tahun haji belum dibuka untuk Indonesia. Dari kuota yang dijatah Pemerintah Saudi untuk Indonesia sebesar 100.051 orang, haji 2022 untuk Indonesia justru dapat kuota seratus ribu lebih.

Ini luar biasa, alhamdulillah kita diberikan kepercayaan dari Saudi. Tentunya, kita juga harus mengapresiasi kinerja Kemenag yang bekerja dengan cepat, cerdas, dan tanggap.

Saya rasa, tidak mudah untuk memilih dan menentukan mana jamaah yang bisa berangkat di tengah banyaknya antrean panjang jamaah haji kita. Maka kita harus terima, yakin saja bahwa apa yang dilakukan Kemenag adalah sudah yang terbaik dan demi kebaikan bersama. Mudah-mudahan tahun depan seluruh jamaah haji yang sudah masuk antrean bisa berangkat.

Bagaimana Anda melihat persiapan penyelenggaraan haji saat ini?

Persiapan melayani tamu Allah ini kita harapkan bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah, dalam hal ini Kemenag yang berada di pusat hingga daerah diharapkan dapat bersinergi untuk melakukan pelayanan terbaik kepada calhaj.

Mungkin yang harus diperhatikan adalah problem kesehatan, apalagi (haji) tahun ini masih dibayangi Covid-19. Belum lagi masih ada barangkali calhaj yang belum divaksin. Tapi kita berharap Kemenag bisa mengayomi calhaj, bisa memenuhi aturan-aturan dan juga prokes yang ditetapkan Arab Saudi dan disampaikan sebaik-baiknya kepada para calhaj.

Kita tahu bahwa umrah kemarin, ada 350 lebih jamaah yang terpapar Covid-19 sepulang dari Saudi. Untuk itu, hal ini perlu dijadikan kewaspadaan untuk kita bersama.

Calhaj harus mau secara rutin memeriksa kesehatan sebelum berangkat haji. Kalau bisa dua minggu sebelum berangkat dan satu hari sebelum pemberangkatan ke Tanah Suci. Jangan sampai kita nggak tahu bagaimana kesehatannya, lalu jamaah turun dari pesawat dan di Arab Saudi sakit. Maka, dalam hal ini pemerintah dan petugas kesehatan bisa lebih siaga untuk mengecek kesehatan para calhaj.

Seberapa penting menyeleksi pendamping jamaah untuk haji kali ini?

Para pendamping jamaah (petugas dan pembimbing haji) ini harus benar-benar orang-orang yang kompeten dan menguasai. Yaitu bukan hanya kemampuan melayani jamaah saja, tapi dia harus menguasai medan di Saudi.

Pendamping jamaah harus bisa memberikan pemahaman yang baik kepada tamu Allah, mulai dari permasalahan ibadah, bagaimana cara mendaftar masuk ke Masjidil Haram, menjelaskan apa itu sai, melempar jumroh, hingga hal-hal detail yang printilan harus dikuasai.

Bagaimana seleksi yang ideal untuk pendamping jamaah?

Proses seleksi pendamping haji kan biasaya diambil oleh instansi terkait, misalnya dari departemen kesehatan, dinas-dinas terkait, dari pemda juga, nah mereka diseleksi. Harapan saya, untuk tahun 2022 ini, prioritaskan lah yang sudah berpengalaman. Jangan dulu pilih pendamping jamaah yang baru ikut haji tahun ini. Karena khawatirnya, nanti mereka gagap di sana.

Misalkan saja begini, untuk berada di Raudhah saat ini tidak seperti dulu yang (jamaah) bisa tidur-tiduran, sekarang nggak bisa. Ini semua sekarang harus menggunakan IT, maka pilihlah pendamping yang paham medan, berpengalaman, kompeten, dan paham IT. Apalagi profil jamaah haji kita ini banyak yang dari daerah, yang bisa jadi kurang kapasitas mengenai medan dan IT.


Fasilitas untuk Calhaj Dijamin Berkualitas

Kualitas layanan juga diprioritaskan untuk menjamin kenyamanan calhaj selama di Tanah Suci.

SELENGKAPNYA

Ketakutan Singapura

Singapura sangat membutuhkan hubungan baik dengan Indonesia tapi terkesan seperti tidak butuh.

SELENGKAPNYA

Keajaiban Syukur

Tanpa hidup bersyukur, sejatinya kita akan gagal dan jauh dari kesuksesan hidup.

SELENGKAPNYA
×