Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

21 May 2022, 03:30 WIB

Keajaiban Syukur

Tanpa hidup bersyukur, sejatinya kita akan gagal dan jauh dari kesuksesan hidup.

OLEH ABDUL MUID BADRUN

Syukur secara bahasa berarti pujian bagi orang yang memberikan kebaikan atas kebaikannya tersebut. Atau dalam kehidupan sehari-hari bersyukur artinya berterima kasih.

Sedangkan, secara istilah syukur dalam agama adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim: “Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Serta melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah”.

Lawan dari syukur adalah kufur. Yaitu, enggan menyadari, bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah SWT. Dari sini jelas sekali bahwa hadirnya kita sebagai manusia di bumi ini “diwajibkan” untuk bersyukur kepada Allah.

Karena-Nyalah kita bisa hidup, bekerja, makan, minum, dan beraktivitas sebagai manusia. Apalagi, saat ini kita sedang berada pada bulan Syawal. Pada bulan ini, segala anugerah Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang telah lulus dari sekolah “Ramadhan”.

Di sisi lain, syukur merupakan salah satu sifat dari 99 sifat-sifat Allah. Seperti dalam firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya Allah itu Ghafur dan Syakur” (QS asy-Syura: 23).

Ghafur artinya Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa hamba-Nya dan Syakur artinya Allah Maha Pembalas Kebaikan-Kebaikan hamba-Nya. Bahkan, Allah melipatgandakan pahalanya. Karena, Allah tidak akan pernah sedikit pun salah dalam perhitungan.

Setidaknya ada empat keajaiban syukur yang bisa langsung dirasakan, ketika segala aktivitasnya dipenuhi dengan rasa syukur. Bukan yang lain! Pertama, merupakan sebab datangnya ridha Allah.

Sesuai firman-Nya yang artinya: “Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Mahakaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian” (QS az-Zumar: 7).

Kedua, merupakan sebab selamatnya hamba dari azab Allah. Sesuai firman-Nya yang artinya “Tidaklah Allah akan mengazab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim” (QS an-Nisa: 147).

Ketiga, merupakan sebab ditambahnya nikmat. Sesuai firman-Nya yang artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan (pengumuman penting), sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim: 7).

Keempat, merupakan bukti hamba beriman. Sesuai sabda Rasullullah SAW, yang artinya: “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan karena setiap perkaranya itu baik. Namun, tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika tertimpa kesusahan, ia bersabar dan itu baik baginya” (HR Muslim).

Tanpa hidup bersyukur, sejatinya kita akan gagal dan jauh dari kesuksesan hidup sesuai anjuran Alquran dan hadis.

Wallahu a’lam.


Penyakit Manusia Paling Buruk

Alquran telah merekam penyakit kaum Nabi Luth dengan berbagai istilah keburukan, baik bagi perbuatannya maupun pelakunya.

SELENGKAPNYA

Iklan Kuota Kurban Terbatas

Setiap informasi dan konten iklan harus jujur dan tidak boleh ada manipulasi atau kebohongan.

SELENGKAPNYA

Kesucian Jiwa

Setelah jiwa kita bersih dari kotoran, kita harus mengisinya dengan kebaikan.

SELENGKAPNYA
×