Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

20 May 2022, 10:00 WIB

Penyakit Manusia Paling Buruk

Alquran telah merekam penyakit kaum Nabi Luth dengan berbagai istilah keburukan, baik bagi perbuatannya maupun pelakunya.

 

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Alquran telah merekam penyakit kaum Nabi Luth yang kini disebut LGBT dengan berbagai istilah keburukan, baik bagi perbuatannya maupun pelakunya. Dalam surah al-A’raf: 80, Allah menggambarkan bahwa Nabi Luth sangat heran melihat perilaku mereka yang menikah dengan sesama jenis, padahal manusia sebelumnya menikah dengan lawan jenis.

Ata’tuunal faahisyata maa sabaqakum min ahadin minal ‘alaaminn”. Artinya, bagi Nabi Luth, itu adalah penyakit yang menyimpang, dengan kata lain itu adalah di luar fitrah manusia.

Nabi Luth menyebut itu sebagai “fahisyah” (keji dan menjijikkan). Ketika Allah menjelaskan tentang zina, juga menganggap itu “fahisyah” dari sisi di luar jalur pernikahan: “Innahuu kaana faahisyataw wa saa’sabiila” (QS al-Isra: 32). Jadi, sebutan “fahisyah” dalam Alquran berlaku bagi setiap penyimpangan seksual, baik itu berupa sesama jenis maupun dengan lawan jenis di luar ikatan nikah yang sah.

Nabi Luth mempertegas lagi dengan menyebutkan bahwa itu melampaui batas: “innakum lata’tuunar rijaala syahwatan min duunin nisaai bal antum qaumum musrifuun” (QS al-Araf: 81). Sebutan “qaumum musrifuun” (kaum yang melampaui batas) adalah sebutan buruk bagi bahwa mereka sudah berada di luar jalur kemanusiaan yang normal. Bahkan binatang pun tidak ada yang mau melakukan perbuatan keji tersebut. 

Allah menggambarkan bahwa ketika penyakit syahwat sesama jenis ini menimpa manusia, ia akan sangat sensitif dan tidak mustahil pada gilirannya akan melakukan tindakan yang tidak terkontrol. Karena itu, mereka mengusir Nabi Luth dan pengikutnya.

Qaaluu akhrijuuhhum min qaryatikum”, padahal mereka tahu bahwa Nabi Luth dan pengikutnya adalah orang-orang yang sehat dan bersih: “Innahum unaasuy yatahthahharuun” (QS al-A’raf: 82).

Karena itu, Allah mengazab mereka dengan membalik bumi mereka “walmutafikaat” (QS al-Haqqah: 9) lalu menimpakan hujan batu ke negeri itu, “Wa amtharna alaihim mathara”. Pada saat yang sama, Allah menyebut mereka adalah benar-benar pendurhaka: “fanzhur kaifa kaa aqibatul mujirimiin” (QS al-A’raf: 84).

Dalam surah al-Anbiya: 74, penyakit itu disebut “al kabaaits” (kotor dan busuk) “Allatii kaanat ta’malul khabaaits”. Lalu pelakunya disebut sebagai orang-orang fasik “qauma sauiin faasiqqin”.

Kalau sudah demikian penegasan Allah sendiri, siapa yang bisa melawan-Nya?“ "Al haqqu mirrabiika falaa takuunan minal mumtariin” (Kebenaran hanya dari Allah maka janganlah kamu ragu) (QS al-Baqarah: 147).

Silakan semua manusia bersepakat untuk mengesahkan LGBT dengan alasan itu adalah hak asasi manusia, tetapi jika kata Allah itu buruk, yang benar pasti apa kata Allah SWT. Karena itu, Allah berpesan, apa pun yang tidak ikut Allah itu tetap salah sekalipun itu didukung oleh mayoritas.

”Wa intuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillahi” (QS al-An’am:116).


Menkeu Pastikan Harga Pertalite tak Naik

Menkeu mengusulkan tambahan anggaran subsidi energi ke Banggar DPR.

SELENGKAPNYA

UAS dan Muruah Bangsa

Singapura mendukung Israel dan menjalin hubungan diplomatik yang semakin mesra.

SELENGKAPNYA

Indonesia Juara Umum Panahan SEA Games

Karate Indonesia berhasil mencapai target tiga medali emas yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada SEA Games 2021.

SELENGKAPNYA
×