Masjid Kapsarc terletak di dalam area Pusat Studi dan Riset Perminyakan Raja Abdullah atau The King Abdullah Petroleum Studies and Research Center. | DOK MOSQPEDIA

Arsitektur

22 May 2022, 17:18 WIB

Masjid Kapsarc, Wajah Futuristik Saudi

Masjid Kapsarc dipuji sebagai bangunan ramah lingkungan dan hemat energi.

OLEH HASANUL RIZQA

Arab Saudi bersiap menyongsong era reformasi khususnya sejak Mohammed bin Salman (MBS) diangkat menjadi putra mahkota pada 2017. Sang pangeran juga mencanangkan sebuah kerangka kerja strategis yang bernama Visi Saudi 2030.

Dalam beberapa tahun mendatang, kerajaan ini hendak mengurangi ketergantungan terhadap sumber-sumber ekstraktif, semisal minyak bumi dan gas alam. Pemerintah setempat ingin menggenjot pemasukan dari sektor-sektor nonsumber daya alam, semisal pariwisata, infrastruktur, dan edukasi.

Berkaitan dengan Visi Saudi 2030, Kerajaan membangun banyak fasilitas. Salah satunya adalah Pusat Studi dan Riset Perminyakan Raja Abdullah atau The King Abdullah Petroleum Studies and Research Center (Kapsarc). Kompleks ini berada di Riyadh. Lokasinya berjarak sekitar setengah jam perjalanan darat dari Istana Al Yamamah, tempat tinggal Raja Salman bin Abdul Aziz.

photo
Masjid Kapsarc pada malam hari tampak anggun bermandikan cahaya. Keindahannya juga mempesona berkat hamparan taman di sekitarnya. - (DOK ARCHUTE)

Kapsarc digagas oleh Dewan Kementerian Saudi atas restu Raja Salman. Inisiatif ini bermaksud menjadikan institusi tersebut titik temu kaum intelektual unggul, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka difasilitasi untuk melakukan berbagai penelitian, pengkajian, dan diskusi mengenai isu-isu global, khususnya yang berkaitan dengan masalah energi.

Jazirah Arab merupakan pusat Dunia Muslim. Saudi tentunya tidak alpa mengisi Kapsarc dengan ghirah keislaman. Bahkan, wajah visi masa depan Islam tampak jelas di sana.

Lihat saja Masjid Kapsarc. Tempat ibadah ini berdiri dengan menampilkan kesan futuristik. Dilansir dari situs Abdullatif Al Fozan Award for Mosque Architecture, bangunan tersebut merupakan oase spiritual di tengah kompleks penelitian itu.

Masjid Kapsarc memiliki desain yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar. Bila dilihat dari udara, masjid tersebut menyerupai untaian kristal yang menghamburkan cahaya. Hal itu disebabkan bentuk atapnya yang terbuat dari kaca tebal. Bagian itu memiliki pola mozaik sehingga tampak seperti jaring-jaring.

Pantaslah bila Masjid Kapsarc dipuji sebagai bangunan ramah lingkungan dan hemat energi. Pada siang hari, sumber cahaya berasal dari sinar matahari yang masuk melalui kaca atap. Kesejukan di dalam ruangan pun terjaga berkat sirkulasi udara dari saluran ventilasi di dekatnya.

photo
The King Abdullah Petroleum Studies and Research Center atau Kapsarc dibangun pemerintah setempat untuk merespons Visi Saudi 2030 - (DOK WIKIPEDIA)

Masjid dengan gaya arsitektur modern ini tidak kalah anggunnya pada malam hari. Tidak jauh dari bangunan utama, terdapat sebidang taman dengan kolam air mancur.

Pantulan sinar lampu-lampu taman pada permukaan kolam tersebut menimbulkan kesan, Masjid Kapsarc seakan-akan sedang mengapung di atasnya. Sementara itu, kotak kaca atap kelihatan bersinar seperti sebuah lentera besar. Berkas cahaya berpendaran melalui titik-titik pada bagian atas.

Di sisinya, sebuah menara setinggi 35 meter tegak menjulang. Bentuknya sangat serasi dengan corak arsitektur bangunan utama Masjid Kapsarc. Secara keseluruhan, masjid tersebut dapat menampung 300 jamaah. Kaum pria melaksanakan shalat di lantai dasar, sedangkan wanita di lantai dua atau mezzanine.

Untuk memasuki ruangan shalat, pengunjung mesti melalui kolam bening dan jembatan kaca yang ditinggikan saat mendekati pintu masuk. Jalur ini melambangkan isyarat, yakni perpindahan fokus dari duniawi kepada ukhrawi.

Ruangan shalat berbentuk kubus dengan luas 75 kaki persegi. Keadaan di dalam cukup sejuk berkat tingginya langit-langit atau plafon. Di sebelah ruangan ini, secara terpisah ada ruang wudhu dan kantor takmir.

photo
Salah satu elemen khas budaya Arab di Masjid Kapsarc, Riyadh, Arab Saudi, yakni mozaik mashrabiyyah. - (DOK MOSQPEDIA)

Lapisan kaca terluar dipisahkan dari sisi interior dengan beton berlapis batu sejauh tiga kaki. Elemen mashrabiya yang menjadi ciri khas Arsitektur Arab terdapat pada bagian dinding dan langit-langit. Desain interior itu menyuguhkan perpaduan antara bayangan dan bayangan, melalui transformasi dinding mashrabiyyah yang berfungsi sebagai filter cahaya.

Masjid Kapsarc menghadirkan desain yang mendukung energi berkelanjutan (sustainable energy). Itu dimulai dari pengelolaan limbahnya. Air bekas wudhu mengalir ke alat penampungan di dalam tanah atau sewage treatment plant (STP). Usai disaring, hasilnya digunakan untuk mengairi taman-taman publik.

photo
Pintu masuk menuju ruang utama Masjid Kapsarc. Masjid yang berada di pusat penelitian ini menampilkan kesan futuristik, Saudi yang berorientasi ke masa depan. - (DOK MOSQPEDIA)

Perancangan masjid ini juga mengintegrasikan desain berkelanjutan ke dalam bangunan. Sebagai contoh, penggunaan dinding massa lima sisi dari beton cor di tempat setebal 500 mm.

Dinding tersebut memberikan efisiensi energi melalui massa daripada nilai isolasi. Ketebalannya memungkinkan tersimpannya energi panas matahari pada siang dan melepaskannya sepanjang malam. Di iklim yang tepat, seperti Arab Saudi, mereka bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada dinding yang berbingkai ringan.


Balas Keburukan dengan Kesabaran

Dengan kesabaran, jiwa dan pikiran menjadi lebih tenang sehingga siap menemukan solusi.

SELENGKAPNYA

Tumakninah dalam Shalat

Tumakninah dalam Alquran sebagai suatu kondisi yang menenteramkan kejiwaan seseorang.

SELENGKAPNYA

Tabrani, Komunitas Cina, dan Menteri Tahu-Tempe

Tabrani yang dari Madura dianggap lebih layak menjadi menteri karena ia telah banyak berbuat untuk warga Cina peranakan.

SELENGKAPNYA
×