Sejumlah calon jemaah haji berlatih melakukan tawaf saat mengikuti pembinaan dan simulasi tata cara praktek manasik haji di Islamic Center, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2022). | ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Kabar Utama

14 May 2022, 03:50 WIB

PIHK Cemaskan Kenaikan Biaya Haji Khusus

Kenaikan biaya dinilai akan sangat memberatkan pihak penyelenggara dan berdampak kepada jamaah haji khusus yang harus membayar biaya tambahan.

JAKARTA -- Keberangkatan jamaah haji tahun 2022 semakin dekat. Penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) berharap Kementerian Agama dapat segera menyelesaikan persiapan dan memastikan biaya layanan haji khusus dari Arab Saudi.

Sekjen Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji (Ampuh) Tri Winarto mengatakan, PIHK masih resah karena belum adanya kepastian terkait biaya. Menurut informasi, kata dia, ada beberapa komponen penyelenggaraan haji khusus yang mengalami kenaikan.

Tri menilai, kenaikan itu akan sangat memberatkan pihak penyelenggara dan berdampak kepada jamaah haji khusus yang harus membayar biaya tambahan. "Beredar isu bahwa ada kenaikan yang signifikan terhadap harga-harga, tentu sangat menyulitkan," kata Tri kepada Republika, Jumat (13/5).

Tri mengatakan, PIHK sudah sudah dua tahun tidak memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci akibat pandemi Covid-19. Saat ini, PIHK sedang mencoba bangkit dari dampak pandemi setelah Arab Saudi membuka kembali jamaah dari luar negeri.

"Apalagi setelah dua tahun PIHK tidak memberangkatkan haji, tentu ini menjadi problem yang sangat berat," katanya.

Kendati demikian, ia mengaku sedikit lega dengan upaya pemerintah yang sedang berusaha agar kenaikan beberapa komponen penyelenggaraan ibadah haji dapat ditekan. Tim Kemenag telah berada di Arab Saudi untuk melakukan komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait persiapan haji khusus.

"Alhamdulillah, Kementerian Agama dengan tim yang langsung diterjunkan ke Makkah dan Jeddah berusaha menjembatani untuk melakukan komunikasi dengan muassasah," katanya

Tim Kemenag juga akan menjembatani beberapa asosiasi yang sudah berada di Makkah dan Jeddah. Kedatangan tim Kemenag untuk bertemu langsung dengan muassasah. "Setidaknya membahas tentang harga terkait dengan layanan haji pada musim ini," ujarnya.

Kedatangan tim Kemenag ke Saudi diharapkan bisa menurunkan beberapa komponen penyelenggaraan ibadah haji yang mengalami kenaikan. "Mudah-mudahan Kemenag sebagai regulator bisa memfasilitasi dan mendapatkan harga terbaik untuk penyelenggaraan haji khusus tahun ini, terima kasih," katanya.

Terkait perkembangan persiapan pelaksanaan haji khusus, Tri menyampaikan, Kemenag bersama penyelenggaran umrah dan haji khusus telah melakukan rapat koordinasi pada Kamis (12/5). Ada beberapa hal yang telah disepakati.

Pertama, Kemenag akan segera menerbitkan pedoman pelunasan haji khusus, termasuk tahapan-tahapan pelunasan penggabungan jamaah, pelimpahan nomor porsi petugas haji, dan dokumen lain.

photo
Petugas kesehatan Puskesmas Kopelma mempersiapkan vaksin meningitis untuk para calon jemaah haji di Darussalam, Banda Aceh, Aceh, Selasa (10/5/2022). Kementerian Agama mulai menyiapkan berkas, pemeriksaan kesehatan dan melakukan vaksinasi meningitis terhadap 100.051 calon jamaah yang terdiri dari 92.825 calon jemaah haji regular, 7.226 jemaah haji khusus serta 1.901 petugas. - (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra)

Selain itu, Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terkait pengembalian dana haji khusus bersama nilai manfaatnya. "Kemudian, Kemenag juga akan memfasilitasi jika diperlukan untuk pertemuan-pertemuan antara asosiasi dan muasasah terkait kontrak layanan haji khusus," ujarnya.

Jamaah haji asal Indonesia saat ini sedang dalam periode konfirmasi dan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih). Waktu pelunasan Bipih jamaah haji reguler berlangsung dari 9 sampai 20 Mei 2022. Sementara itu, pelunasan Bipih Khusus akan dimulai setelah terbit Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama yang mengatur pedoman pelunasan Bipih Khusus dan pengurusan dokumen.

Untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji khusus di Arab Saudi, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama beserta jajaran, Staf Teknis Haji KJRI Jeddah, serta perwakilan asosiasi mengunjungi muassasah Asia Tenggara di Kota Makkah. Kunjungan dilakukan untuk membahas persiapan berbagai layanan, termasuk masyair atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Kemenag bermaksud memfasilitasi keinginan para PIHK melakukan penjajakan harga paket layanan di Arab Saudi. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Nur Arifin dan rombongan diterima Wakil Ketua Dewan Direksi Muassasah Asia Tenggara Abdurrahman Abdullah Ashour.

Nur Arifin menyampaikan berbagai usulan PIHK yang disampaikan dalam rapat koordinasi sebelumnya di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah.

“Penyelenggaraan ibadah haji sudah sangat dekat waktunya. Kami perlu mempersiapkan segala hal dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, khususnya ibadah haji khusus yang dilaksanakan oleh PIHK,” kata Nur Arifin kepada Abdurrahman di kantor Muassasah Asia Tenggara, dalam keterangan yang didapat Republika, Jumat (13/5).

Pemerintah Indonesia, mewakili para PIHK, disebut mengharapkan muassasah tidak menaikkan harga layanan masyair. Harapan ini disampaikan mengingat akan berdampak dan memberatkan bagi jamaah haji asal Indonesia.

Menanggapi permintaan PIHK yang disampaikan oleh Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus tersebut, Abdurrahman menyatakan, kenaikan biaya layanan masyair tidak dapat dihindari. Hal tersebut terjadi sebagai akibat dari kenaikan beberapa komponen, termasuk pajak.

“Muassasah sebenarnya tidak berkeinginan menaikkan harga layanan masyair, tetapi karena saat ini ada kenaikan pajak dari 5 persen menjadi 15 persen, hal tersebut sulit untuk dihindarkan," ujar Abdullah.

photo
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat telah selesai melayani pembuatan paspor calon jamaah haji sejak awal tahun 2022. Pelayanan ini bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Barat.  - (Ali Yusuf/Republika)

Di Arab Saudi juga terdapat kenaikan barang kebutuhan pokok dan upah tenaga kerja. Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan agar kenaikan biaya dilakukan secara wajar dan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada jamaah haji.

"Kami tetap memberikan prioritas pelayanan terbaik kepada jamaah haji Indonesia. Mohon bersabar dalam dua-tiga hari ke depan, harga resmi dari Kementerian Haji dan Umrah akan diumumkan,” kata dia menambahkan.

Pertemuan tersebut juga membahas maktab yang akan digunakan oleh jamaah haji khusus asal Indonesia. Abdulrrahman menjelaskan, akan ada empat maktab yang disiapkan untuk jamaah haji khusus, atau biasa disebut dengan haji VIP.

Maktab yang disediakan khusus untuk jamaah haji VIP asal Indonesia, tidak akan bercampur dengan jamaah asal negara lain. Selain itu, disiapkan satu maktab tambahan untuk jamaah haji mujammalah Indonesia.

Abdurrahman juga menekankan kenaikan biaya masyair akan diikuti dengan peningkatan fasilitas bagi jamaah haji khusus. Semua bentuk fasilitas haji VIP Indonesia disebut akan muncul di e-hajj.

Pada akhir pertemuan, Nur Arifin menyampaikan harapan Pemerintah Indonesia agar kenaikan biaya masyair oleh muassasah Asia Tenggara secara wajar dapat benar-benar direalisasikan. Ia juga meminta muassasah untuk konsisten dalam meningkatkan kualitas layanan dan fasilitasnya. 


Mereka Mendaftar Haji dengan Uang Receh

Haji adalah dambaan banyak Muslim di banyak negeri.

SELENGKAPNYA

Layanan Jamaah Haji di Saudi Difinalisasi

Kunci untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada jamaah haji adalah edukasi.

SELENGKAPNYA

Persiapan Layanan Jamaah Haji Dikebut

Pemerintah berupaya untuk fokus menekan angka kematian jamaah haji tahun ini.

SELENGKAPNYA
×