Nasional
Bisnis KSR Kian Tumbuh Bersama DIGI bank bjb
Konsumen puas karena rasa dan kemudahan system transaksinya
Di sudut sebuah rumah di Kompleks Setiabudi Regensi, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, aroma rempah menyatu dengan semangat seorang perempuan bernama Adlina Dian Avisa (33 tahun) atau yang akrab disapa Alin. Dari dapur rumah itu, bukan hanya racikan rempah yang lahir, tetapi juga mimpi untuk menghidupkan kembali warisan herbal Nusantara di tengah masyarakat modern.
Lewat brand minuman herbal bernama Kita Seduh Rempah atau KSR, Alin menghadirkan cita rasa tradisional yang dikemas lebih modern, hangat, dan dekat dengan keseharian masyarakat.
Untuk menjaga dan mengembangkan usaha minuman tradisional tersebut, Alin rela meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan. Meski tidak memiliki latar belakang khusus di bidang minuman herbal, ia memulai usahanya berbekal kecintaan terhadap rempah-rempah.
Kepada Republika, Alin menceritakan awal mula dirinya merintis usaha minuman rempah hingga kini berkembang menjadi ladang usaha yang menjanjikan. Kecintaannya terhadap rempah sebenarnya sudah tumbuh sejak kecil. Namun, Alin baru mulai memproduksinya secara komersial pada 2021.
“Ini berawal dari kecintaan dan kebiasaan saya mengonsumsi rempah. Karena sudah terbiasa, akhirnya mencoba usaha di tahun 2021,” kata Alin.
Berbekal kebiasaan keluarga dan wejangan dari orang tuanya, Alin mulai meracik berbagai bahan rempah seperti kayu manis, kayu secang, bunga lawang, cengkeh, dan bahan herbal lainnya menjadi minuman penuh khasiat. Di sela kesibukannya sebagai pekerja kantoran kala itu, Alin hanya mampu memproduksi sekitar 20 kemasan minuman herbal setiap pekan.
Produk minuman rempah buatannya kemudian diperkenalkan kepada rekan kerja dan teman-temannya. Respons positif yang diterimanya membuat semangat Alin untuk terus melestarikan rempah Nusantara semakin besar.
“Waktu itu baru ada dua produk, yaitu Rempahku dan susu kurma dengan kemasan botol kotak. Awalnya dikenalkan ke teman-teman kantor, lalu dipakai untuk acara. Setelah ada banyak testimoni positif, saya jadi semakin semangat,” tutur Alin.
Nama Kita Seduh Rempah atau KSR-pun memiliki cerita tersendiri. Alin mengatakan, nama tersebut merupakan ide dari sang suami yang ingin menghadirkan minuman rempah praktis untuk masyarakat modern.
“Nama Kita Seduh Rempah ini bermula dari ide suami saya. Kita melihat di zaman sekarang yang penuh kesibukan, belum tentu setiap orang punya waktu membuat minuman sehat sendiri. Nah, kita hadir membuat produk yang bisa langsung diminum, jadi drink to go,” ujar Alin.
Bagi Alin, bukan hanya rasa dan khasiat yang penting, tetapi juga tampilan produk. Pada 2022, ia mulai mengganti desain kemasan menjadi botol berbentuk gendut, dilengkapi sentuhan motif batik yang semakin memperkuat nuansa Nusantara.
Sejak itu, usaha rumahan Kita Seduh Rempah terus berkembang seiring masifnya pemasaran secara daring dan offline.
Kita Seduh Rempah awalnya memiliki empat varian utama, yaitu susu kurma, kembang telang, kembang rosella, dan Rempahku. Empat produk ini menjadi produk awal dari Kita Seduh Rempah. Seiring berjalannya waktu, varian bertambah banyak. Saat ini, pilihan produk yang tersedia antara lain kunyit asam, beras kencur, rempah nira, susu kacang hijau, hingga flower tea.
Untuk kategori best seller, yakni susu kurma. Sementara untuk varian yang lebih segar, kembang rosella menjadi favorit pelanggan. Sementara untuk kategori jamu-jamuan tradisional, kunyit asam menjadi salah satu pilihan utama.
Dalam seminggu Alin mampu memproduksi sekitar 250 hingga 300 botol minuman rempah, bahkan pernah mencapai 400 botol per pekan. Konsumennya tidak hanya berasal dari Bandung Raya, tetapi juga Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, hingga Bali. Harga produknya dibanderol mulai Rp 14 ribu hingga Rp18 ribu per botol, tergantung jenis dan ukuran.
Alin mulai merasa kewalahan membagi waktu antara pekerjaan kantor dan bisnis yang terus tumbuh. Akhirnya pada 2024, ia memutuskan resign dari kantornya, dan fokus mengembangkan usaha minuman rempahnya.
Bagi Alin, usaha yang ditekuninya bukan sekadar soal keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang menghadirkan gaya hidup sehat melalui rempah-rempah tradisional. Menurutnya, konsumsi rempah secara rutin dapat membantu menghangatkan tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, hingga meredakan peradangan.
“Dari sebelum menikah, saya dan mamah memang terbiasa minum rempah dan jarang sekali minum obat. Alhamdulillah khasiatnya benar-benar terasa,” kata dia.
Bagi customer yang ingin memesan bisa datang langsung ke tempat produksi, atau menghubungi WhatsApp di 0821-2344-8301. Ada pula saluran Instagram dan TikTok dengan nama akun @kitaseduhrempah.
Layanan transaksi di Kita Seduh Rempah dilengkapi dengan fasilitas teknologi yang disediakan oleh bank bjb. Dalam bertransaksi dengan konsumennya, Kita Seduh Rempah menggunakan DIGI bank bjb.
DIGI bank bjb adalah layanan digital banking yang memungkinkan nasabah bank bjb melakukan berbagai transaksi secara real time melalui berbagai perangkat. Dengan berbagai fitur unggulan terbaru, DIGI bank bjb hadir sebagai solusi perbankan yang lebih cepat, mudah, dan efisien.
Inisiatif ini memperkuat posisi bank bjb menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan gaya hidup masyarakat modern yang serba digital.
DIGI bank bjb kini lebih mudah membuat #BankingJadiEasy, termasuk pembukaan rekening yang bisa dilakukan secara online. Buka rekening melalui fitur DIGI bank bjb dengan mudah dan nyaman. Nikmati berbagai fitur terkini yang memudahkan aktivitas finansial Anda, seperti bjb Cardless untuk tarik tunai di ATM bank bjb, gerai, dan ATM bank lain yang telah bekerja sama dengan bank bjb.
DIGI bank bjb memiliki fleksibilitas lebih untuk segala kebutuhan finansial Anda. Nikmati fitur mobile banking yang memudahkan aktivitas finansial Anda, seperti manajemen keuangan mutasi rekening dan financial info, transfer sesama bank bjb dan antarbank, pembelian, pembayaran, serta Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Semua fitur layanan pada DIGI bank bjb tersebut sangat bermanfaat bagi bisnis Kita Seduh Rempah. Diakui Alin, layanan DIGI bank bjb sangat memudahkan transaksi dengan konsumennya, baik konsumen nasabah maupun non nasabah bank bjb.
“Sudah eranya menggunakan sistem pembayaran cashless. Cara itu lebih mudah, aman, dan nyaman,” kata Alin. Kebanyakan konsumennya menggunakan fitur QRIS DIGI bank bjb. Cukup scan stiker barcode melalui ponselnya. Pihaknya merasa beruntung dengan adanya DIGI bank bjb.
bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Saya ucapkan terima kasih kepada bank bjb yang telah menyediakan layanan DIGI bank bjb, sehingga bisnis kami dimudahkan dan menjadi tumbuh,” tandas Alin.
Advertorial
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
