Seorang wanita Iran berjalan di samping papan reklame raksasa anti-AS yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di dalam peti mati di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 15 Juli 2026. | EPA/ABEDIN TAHERKENAREH

Internasional

Iran Janjikan Perang Penghabisan Melawan AS

Iran kembali menyerang sejumlah pangkalan AS di Teluk.

TEHERAN – Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa Teheran sedang menghadapi perang eksistensial melawan Amerika Serikat. Tujuan serangan AS itu melampaui sekadar menggulingkan pemerintah Iran hingga mencakup upaya memecah belah negara itu sendiri.

"Kami tidak pernah menginginkan perang, dan tidak akan pernah menginginkannya," tegas Ghalibaf dilansir Almayadeen. "Namun, kami harus senantiasa siap sepenuhnya untuk bertempur dan teguh pendirian hingga akhir demi mempertahankan keamanan dan kepentingan nasional kami."

Ia menyatakan bahwa diplomasi tetap menjadi jalur yang ditempuh secara paralel. "Kami juga harus memanfaatkan diplomasi dan negosiasi untuk memajukan serta melindungi kepentingan nasional kami," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sikap Iran, baik dalam situasi perang maupun di meja perundingan, harus tetap berlandaskan pada kepentingan nasional. "Pendekatan kami, baik terkait perang maupun negosiasi, harus didasarkan pada kepentingan dan keamanan nasional, sembari tetap bersikap realistis dan berorientasi jangka panjang," katanya.

Ghalibaf menekankan kemandirian sebagai satu-satunya jalan yang layak bagi Iran ke depannya. "Kami tidak punya pilihan selain mengandalkan kekuatan kami sendiri," ujarnya.

Terkait nota kesepahaman dengan Washington, ia memperingatkan bahwa komitmen Teheran bersifat bersyarat. "Jika Iran tidak memperoleh manfaat dari nota kesepahaman tersebut, kami tidak memiliki alasan untuk tetap berkomitmen padanya," tegasnya.

photo
Seorang wanita Iran berjalan di samping papan reklame raksasa anti-AS yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di dalam peti mati di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 15 Juli 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Kamis menyatakan telah menargetkan infrastruktur militer AS di Kuwait dan Yordania, serta mengumumkan penembakan jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) MQ-9 milik AS di wilayah barat daya Iran, di tengah eskalasi konflik antara Teheran dan Washington.

Menurut IRGC, pasukan Iran menghantam radar peringatan dini sistem pertahanan udara C-RAM di Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, serta lokasi berkumpulnya pasukan AS.

IRGC juga mengumumkan keberhasilan mereka menembak jatuh sebuah drone MQ-9 milik AS di atas kota Andimeshk, Provinsi Khuzestan; operasi tersebut digambarkan sebagai tanggapan atas serangan AS yang terjadi semalam di sejumlah titik di pesisir selatan Iran.

Pasukan tersebut menepis laporan yang disebarkan oleh media yang memusuhi, yang mengklaim adanya korban jiwa atau kerusakan di Pakdasht, serta menegaskan bahwa suara-suara yang terdengar di wilayah tersebut semata-mata merupakan akibat dari aktivitas pertahanan udara Iran.

Militer Iran menyatakan telah menargetkan lokasi radar tetap, sistem komunikasi, dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania—yang dioperasikan oleh AS—menggunakan pesawat nirawak (drone) bunuh diri. Serangan tersebut digambarkan sebagai bagian dari tanggapan Iran atas serangan AS terhadap sebuah markas militer di Iranshahr.

photo
Pesawat tempur AS diparkir di pangkalan militer AS di Bahrain yang terkena serangan Iran pada 2026. - (Maxar Technologies)

Secara terpisah, juru bicara Markas Besar Manajemen Krisis Iran mengatakan bahwa sebagian area Bandara Semnan terkena serangan udara, sementara kawasan permukiman di seluruh Provinsi Semnan tidak terdampak.

Kantor Berita Fars Iran melaporkan adanya dua ledakan akibat serangan AS di dekat kota Khondab, sebelah barat daya Teheran. Koresponden Almayadeen juga melaporkan serangan udara AS yang menyasar wilayah di sebelah timur dan barat ibu kota, dengan serangan yang terkonsentrasi di Provinsi Hormozgan, Iran bagian selatan.

Sebelumnya, juru bicara IRGC Hossein Mohebi mengatakan operasi militer Iran saat ini terfokus pada penghancuran infrastruktur ofensif AS di seluruh wilayah.

“Musuh tidak boleh berpikir bahwa mereka mampu melanjutkan pertempuran yang terjadi saat ini dan mengubah perang menjadi perang yang menguras tenaga.”

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pihaknya telah menyelesaikan gelombang serangan baru terhadap Iran, mengklaim telah menargetkan pusat komando, situs pertahanan udara, kemampuan rudal dan drone, serta fasilitas pengawasan pantai.

photo
Kondisi pangkalan militer AS di Kuwait selepas serangan Iran pada 2026. - (Maxar Technologies)

Pada Rabu hingga Kamis malam, pasukan AS menyerang Pelabuhan Bandar Abbas, kota Rask dan Konarak di Provinsi Sistan dan Baluchestan, lokasi di Ahvaz, dan daerah sekitar Pulau Qeshm.

Aljazirah melaporkan ledakan di Pulau Qeshm—pulau terbesar di sekitar Selat Hormuz—serta di Bandar Abbas. Laporan serupa juga di kota pelabuhan penting lainnya, Sirik, yang menghadap ke Selat Hormuz.

Muncul juga laporan tentang ledakan di wilayah tenggara negara itu, tepatnya di Provinsi Sistan—termasuk di Chabahar dan Konarak—serta di Kota Rask.

Di Ahvaz, sejumlah ledakan dilaporkan terjadi dalam beberapa jam terakhir; salah satu ledakan tersebut berdampak pad sebuah rumah sakit. Akibatnya, rumah sakit itu harus dievakuasi, dan kami menerima laporan mengenai kerusakan pada fasilitas perawatan kanker anak di sana.

Kementerian Kesehatan juga telah merilis data terbaru mengenai jumlah korban sejak dimulainya rangkaian serangan terkini ini; disebutkan bahwa sejauh ini, lebih dari 300 orang terluka dan sedikitnya 35 orang tewas.

Sementara itu, pihak Iran menyatakan akan melancarkan serangan balasan yang menyasar berbagai pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan terhadap Iran “akan terus berlanjut sampai saya katakan itu sudah cukup,” dan mengakui bahwa Iran “masih memiliki kemampuan untuk melawan.”

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat