Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kiri) berfoto bersama saat melakukan pertemuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). | Republika/Thoudy Badai

Nasional

14 May 2022, 03:45 WIB

Koalisi Belum Tentukan Capres-Cawapres

PPP dan PAN menghormati Partai Golkar untuk mengusung Airlangga Hartarto

JAKARTA -- Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri atas Partai Golkar, PAN, dan PPP belum menentukan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bakal diusung pada Pemilu 2024. Penentuan pasangan capres-cawapres akan dibahas lebih lanjut setelah pertemuan ketiga partai pada Kamis (12/5) malam.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa merupakan langkah awal pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu. “Tentu PPP dan PAN menghormati Partai Golkar untuk mengusung Pak Airlangga Hartarto," ujar Arsul, Jumat (13/5).

Menurutnya, ketiga partai memiliki titik-titik persamaan terkait visi dan misi untuk pemerintahan setelah 2024. "Visi umumnya masih meneruskan visi pemerintahan Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin saat ini dan misinya adalah melanjutkan pembangunan proyek-proyek strategis. Dengan titik-titik tekan bidang tertentu, terutama yang belum terselesaikan di periode ini," ujar Arsul.

photo
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat tiba di kawasan Menteng untuk melakukan pertemuan politik bersama Ketua Umum Partai Golkar dan PPP di Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi lebaran 1443 Hijriah sekaligus membahas tentang koalisi persatuan antara Partai Golkar, PAN dan PPP. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi masih enggan mengungkap pasangan capres-cawapres dari Koalisi Indonesia Bersatu. Ia menyampaikan, pertemuan tersebut masih untuk menyamakan persepsi bersama Golkar dan PPP.

Ketiga partai memiliki persepsi yang sama, bahwa pemilu adalah pengejawantahan kedaulatan rakyat dan sarana demokrasi. "Politik ide, gagasan, dan pemikiran adalah menjadi bagian esensial dalam proses politik agar dapat membangun pemilu elektoral yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," ujar Viva.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, Koalisi Indonesia Bersatu merupakan komitmen ketiga partai untuk membangun ide demi mewujudkan kesejahteraan rakyat. Apalagi, Partai Golkar, PAN, dan PPP telah memiliki pengalaman dalam dinamika politik dan pemerintahan.

Pemilu 2019 harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa pembelahan sosial dan polarisasi tak boleh kembali terjadi pada 2024. "Kami ingin pemilu menjadi ajang kontestasi ide, gagasan, //track record//, dan prestasi," ujar Ace dalam keterangannya. 

Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu mempertemukan kelompok nasionalis dan kelompok Islam. Koalisi ini kemungkinan besar akan mengusung Airlangga sebagai capres karena partai berlambang pohon beringin itu memiliki suara tertinggi.

“Dengan terbentuknya koalisi ini, peluang adanya tiga pasang kandidat cukup besar," ujar Romli.

Lili mengatakan, partai lain yang kemungkinan besar akan membentuk koalisi adalah PDIP dan Partai Gerindra. Ia menambahkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat harus membentuk poros baru untuk mencegah polarisasi.

photo
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyambut kedatangan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat melakukan pertemuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai kelanggengan koalisi Indonesia Bersatu sangat bergantung dengan Partai Golkar. "Jika tidak ada sengketa soal tokoh yang akan diusung, dan semua solid mengarah pada Airlangga, maka bisa berjalan," kata Dedi.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku tak mempermasalahkan langkah yang dilakukan ketiga partai membentuk koalisi. “Sebagai dinamika politik, nggak ada salahnya apa yang dilakukan oleh Golkar, PAN, dan PPP," kata dia.

Ia menambahkan, terbentuknya koalisi Indonesia Bersatu tersebut untuk kebaikan pentas perpolitikan nasional. Tidak hanya itu, Dasco melihat hal itu baik untuk kebaikan demokrasi, serta untuk kemaslahatan bangsa dan negara.


Mahfud MD minta KPU kerja profesional

Jangan sampan ada yang ditangkap lagi ya

SELENGKAPNYA

Madrasah Siap PTM 100 Persen

Masih ada sistem hybrid learning di setiap madrasah.

SELENGKAPNYA

Cetak KTP DKI Katanya Hanya 15 Menit

Terobosan cetak KTP ini perlu terus ditingkatkan.

SELENGKAPNYA
×