Ekspresi pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Bilqis Prasista usai gagal mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis tunggal putri Cina He Bing Jiao dalam pertandingan babak perempat final Piala Uber 2022 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Kamis | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Olahraga

13 May 2022, 04:49 WIB

Tim Piala Uber Dinilai Sudah Lampaui Target

Lolosnya tim Uber Indonesia hingga putaran delapan besar adalah hasil yang di luar dugaan

BANGKOK — Terhentinya langkah Tim Uber Indonesia pada babak perempat final dinilai bukan sebagai kegagalan. Sebaliknya, hasil tersebut sudah melampaui target yang ditetapkan PBSI.  

Manajer tim Hendro Santoso menilai, hasil itu sudah sangat baik dan bisa dikatakan telah melampaui target. Menurut dia, lolosnya tim Uber Indonesia hingga putaran delapan besar adalah hasil yang di luar dugaan karena awalnya formasi tim yang mayoritas diisi pemain muda ini hanya diproyeksikan untuk menambah pengalaman dalam kompetisi beregu papan atas.

"Hasil ini sudah melampaui harapan. Pemain kita tak hanya bisa menambah pengalaman, tetapi juga mengejutkan. Prancis dan Jerman yang merupakan salah satu kekuatan Eropa, mampu dikalahkan masing-masing dengan 5-0 oleh pemain-pemain muda kita. Sebuah kebanggaan bisa kalahkan Prancis dan Jerman," tutur Hendro dalam keterangan tertulis yang diterima Republika di Jakarta, Kamis (12/5).

Dalam laga yang berlangsung di Impact Arena Bangkok, tim merah putih menyerah 0-3 dari Cina. Sebelumnya pada fase awal, Indonesia tampil sebagai runner-up Grup A. Hendro memberikan apresiasi besar kepada tim Uber yang sudah berlaga melalui empat pertandingan sejak babak penyisihan. Pada fase penyisihan, timnas sudah mengalahkan tim kuat dari Eropa, yaitu Prancis dan Jerman dengan skor 5-0.

photo
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Bilqis Prasista gagal mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis tunggal putri Cina He Bing Jiao dalam pertandingan babak perempat final Piala Uber 2022 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Kamis (12/5/2022). Tim Uber Indonesia kalah dengen skor 0-3 dari Cina dan tersingkir dari kompetisi setelah Bilqis Prasista kalah 21-19, 18-21 dan 7-21. - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Tak luput juga keberhasilan Bilqis Prasista yang mengalahkan tunggal putri nomor satu dunia, Akane Yamaguchi (Jepang). Lalu, Komang Ayu Cahya Dewi juga mengatasi Yvonne Li (Jerman) yang menduduki peringkat atas dunia, menunjukkan ada potensi besar pada atlet muda.

"Ke depan, para pemain muda ini layak diberi kesempatan tanding lebih besar untuk cepat matang. Jumlah kejuaraan internasional yang diikuti masih kurang sekali. Karenanya, mereka harus lebih banyak dikirim ke ajang internasional," ujarnya.

Secara teknik dan semangat bertanding, pemain-pemain muda tidak kalah dari Jepang atau Cina. “Kekurangan mereka hanya pada aspek tenaga, pengalaman, dan kematangan,” ujar Hendro.

Sementara itu, Komang Ayu Cahya Dewi yang turun pada laga pembuka mengungkapkan alasan kekalahan yang dialaminya. Ia dipaksa menyerah oleh peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, Chen Yu Fei, dengan skor 12-12 dan 11-21.

"Dari permainan tadi, saya sadar standar permainan saya belum apa-apa dibanding dia. Untuk bisa seperti dia, saya harus meningkatkan segalanya. Saya sadar, untuk bisa menyamai standar seorang juara Olimpiade itu perlu kerja keras," kata Komang.

Indonesia pun tertinggal 0-2 setelah Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi gagal menjungkalkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. Lewat laga dua gim, Ana/Tiwi menyerah kepada peraih perak Olimpiade Tokyo dengan hasil 19-21 dan 16-21.

"Hari ini saya bisa bermain baik dan maksimal. Seluruh kemampuan yang dimiliki, sudah bisa dikeluarkan semua. Cuma, sayang kita belum berhasil menyumbangkan angka untuk Indonesia. Lawan memang kuat. Mereka bermain rapi. Sebagai peraih medali perak Olimpiade, permainan lawan memang solid," komentar Ana, sapaan karib Febriana.

Pada partai ketiga, Bilqis Prasista awalnya sudah sukses membuat kejutan dengan mencuri satu gim atas He Bing Jiao. Sayang karena tenaga dan fokusnya sudah menurun, dia akhirnya kalah dengan 21-19, 18-21, dan 7-21.

“Pada gim ketiga, kaki saya sudah terasa sangat berat. Fokus dan konsentrasi juga sudah mulai berkurang," kata Bilqis.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badminton Indonesia (badminton.ina)


PBB Himpun Fakta Pembunuhan Abu Akleh

Israel menarik dugaan bahwa Abu Akleh gugur akibat tembakan dari militan Palestina

SELENGKAPNYA

Kematian Diduga Hepatitis Akut Bertambah

Kemenkes masih melakukan investigasi terkait penyebab penyakit hepatitis akut misterius.

SELENGKAPNYA

Jaga Thomas, Rebut Uber

Ginting menjadi satu-satunya pemain yang belum pernah menyumbangkan poin dalam dua pertandingan yang sudah dia mainkan.

SELENGKAPNYA
×