Orang tua mendampingi anak-anak yang sedang mewarnai saat menunggu keberangkatan mudik gratis sepeda motor naik kapal laut di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (26/4/2022). Sebanyak 1.109 penumpang dan 388 sepeda motor mengikuti program i | Tahta Aidilla/Republika

Tajuk

Tantangan Arus Balik

Kita ingin, arus balik kendaraan berjalan lancar tanpa kendala apa pun.

Perayaan Idul Fitri telah usai. Masyarakat yang sudah dua tahun tak mudik telah berada di kampung halaman masing-masing. Melepas rindu dan bersilaturahim dengan keluarga. Hari-hari ini, mereka mesti menuntaskan mudik dan kembali ke Ibu Kota.

Kendaraan arus balik pemudik akan memadati ruas jalan dan jalan tol hingga puncak arus balik. Ada yang memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman lebih awal demi terhindar dari kemacetan. Ada pula yang memilih tanggal yang mendekati puncak kepadatan lalu lintas.

Ini menjadi tantangan bagi semua pihak, baik Polri, pengelola jalan tol, Kemenhub, maupun pemudik yang bakal kembali meninggalkan kampung halamannya ke Ibu Kota. Apakah arus balik akan serelatif mulus seperti arus mudik akhir April lalu?

Dengan demikian, persiapan arus balik juga harus sebaik-baiknya, bahkan lebih baik daripada saat arus mudik. Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, persiapan maksimal harus dilakukan, mengingat arus balik memiliki tantangan berbeda ketimbang saat arus mudik.

 
Dengan demikian, persiapan arus balik juga harus sebaik-baiknya, bahkan lebih baik daripada saat arus mudik. 
 
 

Hal ini tak lepas dari akan berakhirnya masa cuti bersama Lebaran 2022 pada Jumat (6/5). Kemarin, Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudi memprediksi, volume kendaraan puncak arus balik pada 6, 7, dan 8 Mei karena pada 9 Mei, sudah hari normal kembali setelah libur Lebaran.

Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, Polri memang mengimbau masyarakat meninggalkan kampung halaman sebelum tanggal tersebut. Ada pula rekayasa lalu lintas, yang bakal diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik.

Ada kebijakan one way dan contra flow dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh pihak-pihak berwenang.  Dengan mengetahui jadwal pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut, tentu masyarakat bisa menghindari kepadatan lalu lintas di rute arus balik.

Kita ingin, arus balik kendaraan berjalan lancar tanpa kendala apa pun dan dengan tingkat kecelakaan rendah, bahkan nirkecelakaan. Ini membutuhkan kemitraan dan kesadaran semua pihak, termasuk masyarakat yang ikut terlibat dalam prosesi arus balik.

 
Kita ingin, arus balik kendaraan berjalan lancar tanpa kendala apa pun dan dengan tingkat kecelakaan rendah, bahkan nirkecelakaan. 
 
 

Tantangan lainnya adalah arus balik melalui Pelabuhan Merak. Saat mudik kemarin, sempat terjadi antrean panjang menuju Merak dan saat penumpang juga kendaraan masuk ke dalam kapal. Semoga ada kebijakan yang mampu mencegah hal serupa tidak terulang.

Jadi, masyarakat yang ikut arus balik melalui pelabuhan tersebut, tak lagi mengalami antrean panjang. Presiden Joko Widodo melalui akun media sosialnya, yang dikutip pada Selasa (3/5), memberikan perhatian pula pada antrean pemudik di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Presiden berucap syukur bahwa perayaan Idul Fitri tahun ini berjalan baik. Arus mudik juga lancar meski ada sedikit kendala di lapangan, seperti antrean di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Penyebabnya, volume kendaraan yang sangat banyak di dua pelabuhan tersebut.

 
Mari kita berdoa, arus balik dengan menggunakan moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara berjalan lancar.
 
 

Menurut Presiden, kapal di dua pelabuhan itu ditambah dari 30-an menjadi 50-an kapal, tetapi ternyata belum cukup. Ia menilai, dermaga di dua pelabuhan itu perlu ditambah. Maka itu, perlu langkah efektif agar antrean tak lagi panjang seperti yang menjadi perhatian Presiden.

Mari kita berdoa, arus balik dengan menggunakan moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara berjalan lancar. Kebijakan-kebijakan, termasuk rekayasa lalu lintas yang tahun ini terlaksana dengan baik, bisa diulang pada masa mudik tahun depan, bahkan lebih baik lagi. Kelemahan yang ada pun menjadi cermin untuk diperbaiki agar tak terjadi lagi tahun depan.

Hal terakhir, semoga kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 pascamudik Lebaran tak terjadi. Kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan selama mudik ataupun silaturahim Lebaran, dapat mencegah naiknya kasus Covid-19 yang akhir-akhir ini relatif landai. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Umayyah binti Qais Pelopor Juru Rawat Perempuan

Rasulullah memberi apresiasi khusus atas dedikasinya di dunia perawatan.

SELENGKAPNYA

Beijing Tutup 40 Stasiun Metro dan 158 Rute Bus

Beijing berusaha menghindari penguncian penuh seperti yang dilakukan Shanghai.

SELENGKAPNYA

Perang Energi Intai Eropa

Hungaria, Bulgaria, Slovakia, dan Ceska mengaku belum siap memberlakukan embargo atas Rusia.

SELENGKAPNYA