Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg (tengah) dan Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola menghadiri pertemuan Parlemen Eropa di Brusel, Kamis (28/4/2022). | AP/Olivier Matthys

Internasional

05 May 2022, 03:45 WIB

Perang Energi Intai Eropa

Hungaria, Bulgaria, Slovakia, dan Ceska mengaku belum siap memberlakukan embargo atas Rusia.

BRUSSELS -- Uni Eropa (UE) mengatakan lembaga eksekutif blok itu sudah hampir mengusulkan rancangan sanksi baru berupa embargo impor minyak mentah Rusia, Rabu (4/5). Namun, sejumlah anggota UE langsung berancang-ancang meminta keringanan dan pengecualian.

Paket sanksi ke-6 kalinya ini termasuk yang terberat dan mengincar industri minyak dan perbankan Rusia. Dalam rancangan paket sanksi kali ini, UE ingin menghentikan impor minyak mentah Rusia dalam enam bulan. Impor hasil produk sulingan Rusia juga harus dihentikan akhir 2022 ini.

Jika rencana ini disepakati 27 anggota UE, maka ini akan menjadi kebijakan terbesar bagi blok ekonomi terbesar di dunia ini. Selama ini, UE amat tergantung pada impor energi dari Rusia dan kini harus mencari alternatif baru

"(Presiden Vladimir) Putin harus membayar semua ini, yang amat mahal, akibat agresinya yang brutal," kata Kepala Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg, yang disambut tepuk tangan.

Rusia adalah produsen minyak terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi. Namun, rencana embargo dari UE ini tak menyebut gas Rusia. Laman Statista menyebutkan, sekurangnya ada 13 negara Eropa yang bergantung pada pasokan gas dari Rusia.

Simone Tagliapietra dari lembaga think tank Bruegel mengatakan, embargo bertahap pada minyak Rusia amat berisiko. Menurutnya, Rusia bisa saja membalas dengan memainkan pasokan gas alam Rusia.

Selain menyasar minyak Rusia, paket sanksi UE juga mengena bank Sberbank. Bank ini akan menambah deretan bank yang sudah diputus dari sistem SWIFT.

Belum siap

Sementara itu sejumlah negara meminta keringanan dari larangan impor minyak Rusia. Mereka antara lain Hungaria, Bulgaria, Slovakia, dan Ceska.

Hungaria masih mengkhawatirkan rencana UE menyetop pasokan minyak Rusia. Budapest belum melihat adanya jaminan untuk keamanan energinya. “Kami tidak melihat rencana atau jaminan apa pun tentang bagaimana transisi dapat dikelola berdasarkan proposal saat ini, dan apa yang akan menjamin keamanan energi Hungaria,” kata kantor pers Pemerintah Hungaria pada Rabu.

Hungaria belum memberi pernyataan tegas apakah mereka menolak proposal Uni Eropa. Dalam dokumen yang telah dilihat media, proposal Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen meminta agar Hungaria dan Slovakia diberi lebih banyak waktu untuk menerapkan larangan impor energi dari Rusia. Hal itu karena kedua negara tersebut sangat bergantung pada pasokan minyak Moskow.

Sedangkan Deputi Perdana Menteri Bulgaria Assen Vassilev ingin mendapat keringanan jika UE jadi melakukan embargo minyak Rusia. "Bulgaria, secara teknologi, biasa hidup tanpa minyak mentah Rusia, namun ini akan mendongkrak harga minyak secara signifikan," katanya, Rabu.

"Jadi ingin Komisi Eropa mempertimbangkan keringanan, kami ingin memanfaatkan kebijakan itu," kata Vassilev.

Slovakia juga meminta waktu tiga tahun keringanan jika UE memberlakukan embargo minyak Rusia. Menteri Perekonomian Slovakia Richard Sulik mengatakan, Slovakia akan mendukung kebijakan UE. Namun, Slovakia tetap butuh waktu untuk mengamankan pasokan dari tempat lain.

Hal sama terjadi pada Ceska. Mereka menginginkan keringanan dua atau tiga tahun jika UE memberlakukan embargo minyak Rusia. Ceska menanti pasokan dari Italia melalui Austria dan Jerman mencukupi kebutuhan mereka.

"Kami siap mendukung kebijakan, Republik Ceska akan meminta penundaan hingga kapasitasnya meningkat melalui jalur pipa yang bisa mengalirkan minyak ke Republik Ceska," kata Perdana Menteri Ceska Petr Fiala, Rabu.

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani dekret yang bertujuan membalas sanksi ekonomi Barat terhadap negaranya. Organisasi internasional turut dibidik oleh Moskow.

Dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, dalam dekret tersebut entitas Rusia dilarang membuat kesepakatan dengan individu dan badan hukum asing di bawah tindakan pembalasan. Mereka pun dilarang mengekspor bahan mentah dan produk dari Rusia untuk kepentingan individu-individu terkait.

Sumber : Reuters


Arus Balik Bakauheni-Merak Krusial

Jalur tol Semarang-Jakarta dan penyeberangan Bakauheni-Merak menjadi dua titik krusial pada arus balik.

SELENGKAPNYA

Waspada Hepatitis Misterius tanpa Kepanikan

WHO kantor Amerika menyatakan, sudah ada lebih dari 200 kasus hepatitis dari 20 negara di dunia.

SELENGKAPNYA

Kejayaan Manusia: Renungan Hari Fitri

Mari kita merayakan kefitrian kita untuk menegakkan tugas kekhalifahan Adam yang baru di bumi.

SELENGKAPNYA
×