Ilustrasi kegiatan Lailatul Coding | Youtube

Khazanah

UNU Yogya Sambut Akhir Ramadhan dengan Lailatul Coding

Melalui Lailatul Coding, para santri bisa mahir dengan praktik langsung di bidang IT.

JAKARTA -- Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta berupaya menghadirkan hal yang berbeda di malam Lailatul Qadar. Bersama puluhan mahasiswa Teknik Informatika, UNU Yogyakarta mengisi akhir Ramadhan 1443 H dengan pelatihan pemrograman komputer (bootcamp).

Karena kerap diselenggarakan seharian penuh dan dilanjutkan pada malam hari selepas berbuka, kegiatan ini pun mereka sebut Lailatul Coding. "Jadi, Lailatul Coding ini merupakan plesetan. Karena kita di malam hari tidak hanya mengaji kitab tapi juga belajar pemrograman, maka kita sebut Lailatul Coding," kata Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNU Yogyakarta, Suhada, melalui keterangan tertulis, Rabu (27/4).

Melalui kegiatan ini, ia berharap, para santri bisa mahir dengan praktik langsung di bidang IT. "Terlebih, setelah lama tidak dapat bertemu di kampus maupun pondok," kata dia.

Suhada menerangkan, ide awal kegiatan pelatihan ini muncul setelah selama dua tahun terakhir perkuliahan dilakukan secara daring. Hal itu dianggap kurang efektif dibandingkan dengan pembelajaran secara luring atau langsung.

Adapun Bootcamp Lailatul Coding ini diadakan bagi mahasiswa di Fakultas Teknologi Informasi selama 23 hari. Setiap harinya, para mahasiswa mengikuti kegiatan selama delapan jam yang dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan waktu istirahat satu jam.

Melalui Lailatul Coding, Suhada mengharapkan, mahasiswa UNU Yogyakarta tidak hanya mempergunakan 10 hari terakhir Ramadhan untuk mengejar berkah akhirat. Akan tetapi, juga mengambil manfaat dunia yang bisa dijadikan ladang pengabdian saat bekerja untuk umat, yaitu melalui ilmu pemrograman yang bermanfaat.

"Harapannya (mahasiswa) tidak hanya meraih Lailatul Qadar, tetapi juga Lailatul Coding," lanjutnya.

Pemrograman yang dipelajari di Bootcamp Lailatul Coding bermacam-macam, mulai dari belajar membuat tampilan yang biasa terlihat di layar komputer, merancang program di dalam aplikasi, hingga memastikan bagaimana tampilan yang ada di aplikasi bisa berfungsi dengan baik ketika digunakan.

Mahasiswa UNU Yogyakarta juga diajarkan membuat serta memanfaatkan database (big data), sekaligus berlatih membuat aplikasi sesuai dengan studi kasus dan kebutuhan yang ada di pesantren.

Salah satu mahasiswa UNU Yogyakarta, Anis, menceritakan bagaimana dia bersama teman-temannya membuat aplikasi untuk monitoring tahfiz (menghitung hafalan Alquran). Selama ini, pencatatan hafalan Alquran dilakukan secara manual, yaitu santri mengaji dan ustaz menandai bahwa hafalan telah dilakukan.

Menurut Anis, hafalan Alquran dengan cara tradisional memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, catatan yang rawan hilang maupun adanya peluang buku hafalan diubah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, mengingat jumlah santri juga sangat banyak, dirasa perlu sebuah aplikasi untuk membantu para ustaz dan kiai dalam melakukan pengawasan.

Aplikasi ini, lanjut Anis, memang belum sempurna dan masih butuh banyak pengembangan. Namun, pengalaman mengikuti Bootcamp Lailatul Coding ini membuat ilmunya makin bertambah.

Apalagi, ia menyebut, banyak santri yang sebelum kuliah tidak memiliki basis ilmu di bidang pemrograman. Di sisi lain, ia menyebut, kuliah daring memberi tantangan tersendiri dalam proses belajar mengajar karena tidak dapat bertemu dosen secara langsung dan bertanya secara leluasa.

"Dengan bimbingan penuh dari para mentor, dari pagi sampai sore, dan malamnya coding mengerjakan tugas, kami jadi lebih percaya diri. Alhamdulillah, dengan waktu yang singkat ini kami bisa membuat website serta aplikasi kecil-kecilan walau belum sempurna," katanya.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Agar Khusyuk dalam Shalat

Salah satu kewajiban yang harus ditunaikan saat shalat adalah tumakninah dan khusyuk.

SELENGKAPNYA

Merebut Waktu Mustajab

Ramadhan kesempatan terbaik untuk berdoa karena semua waktu di dalamnya adalah mustajab.

SELENGKAPNYA

Pemudik Diimbau Manfaatkan Jalur Alternatif

Jalur-jalur alternatif di Jabar masih belum banyak dimanfaatkan pemudik.

SELENGKAPNYA