Logo Halal Foto: Tahta Aidilla/Republika | Tahta Aidilla/Republika

Ekonomi

18 Apr 2022, 11:49 WIB

Pengakuan Dunia dan Potensi Pengembangan Industri Halal

Indonesia memiliki cita-cita menjadi rujukan industri halal dunia

Perkembangan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia terus menerima respons positif dari sejumlah lembaga internasional. Hal itu dinilai dapat menjadi modal penting sekaligus menunjukkan potensi luas pengembangan industri tersebut.

Meski begitu, upaya mengawinkan industri halal dengan keuangan syariah masih menantang dan perlu keseriusan dari berbagai pemangku kepentingan.

Direktur Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mulya E Siregar menilai, Indonesia perlu memperkuat rantai pasok halal dalam rangka mewujudkan cita-cita menjadi pusat ekonomi syariah dunia. "Ini menarik sekali, sejumlah indikator internasional menyebutkan posisi kita terus membaik," kata Mulya dalam sebuah seminar virtual, pekan lalu.

Berdasarkan Islamic Finance Country Index (IFCI) pada Global Islamic Finance Report 2021, posisi Indonesia terus membaik dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan laporan tersebut, Indonesia masih berada di peringkat 10 besar dunia. Posisi Indonesia terus menanjak menjadi peringkat kelima pada 2019 dan pada 2020 menembus peringkat keempat.

Mulya menegaskan, dengan mayoritas penduduk Muslim dan jumlah SDM yang melimpah seharusnya dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat perkembangan ekonomi syariah di dunia. Indonesia juga dapat meningkatkan ekspor barang halal ke negara-negara Muslim.

Selain itu, banyak juga negara non-Muslim mulai mengadopsi gaya hidup halal sehingga menjadi menjadi peluang besar bagi Indonesia. Kerja sama Indonesia dengan negara-negara Muslim dapat meningkatkan nilai ekspor produk halal, seperti produk makanan, kosmetik, dan farmasi.

Mulya mengatakan, sinergi dan kemitraan antara pelaku usaha besar dan pelaku usaha ultramikro, mikro, dan kecil harus diperkuat. Hal ini guna mengembangkan rantai pasok halal dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

"Inovasi keuangan syariah ini sangat terpengaruh dari penguatan halal value chain dan inovasinya sangat tergantung juga pada kemampuan lembaga-lembaga keuangan syariah untuk melakukannya," katanya.

Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nyimas Rahma mengakui, inovasi keuangan syariah dalam rangka penguatan rantai pasok halal memiliki tugas berat. Industri keuangan syariah dan industri halal merupakan satu kesatuan dalam ekosistem ekonomi syariah. Menurut dia, pertumbuhan industri halal seharusnya sejalan dengan pertumbuhan industri keuangan syariah.

Dalam merumuskan arah kebijakan yang tepat bagi keuangan syariah untuk melayani industri halal, OJK telah menyusun Masterplan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025. Dia menjelaskan, masterplan tersebut diarahkan untuk memulihkan perekonomian nasional serta meningkatkan ketahanan dan daya saing jasa keuangan.

Salah satu arah kebijakan pada masterplan untuk jasa keuangan syariah, yakni membangun integrasi sistem jasa keuangan untuk meningkatkan nilai tambah keuangan syariah dalam pengembangan industri halal dan ekosistem ekonomi syariah.

"Kami berharap industri keuangan syariah dapat segera aktif dalam meningkatkan produk dan layanannya agar memiliki daya saing tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. OJK akan senantiasa mendukung sinergi industri keuangan syariah dengan industri halal melalui berbagai kebijakan," kata Nyimas.


Sumbagsel Jadi Potensi Baru Ekonomi RI

Sumbagsel dapat memaksimalkan potensi SDA dan pangan.

SELENGKAPNYA

Negara Arab Kecam Serangan Israel ke al-Aqsha

Kecaman juga datang dari negara-negara Arab yang melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel.

SELENGKAPNYA

Pemda Siapkan THR

Kemendagri meminta kepala daerah segera mengeluarkan peraturan terkait THR dan gaji ke-13.

SELENGKAPNYA
×