Annisa Hasanah mengajak semua untuk membangun budaya peduli lingkungan sedari dini. | Istimewa

Uswah

27 Mar 2022, 04:28 WIB

Menciptakan Game Peduli Lingkungan

Annisa Hasanah mengajak semua untuk membangun budaya peduli lingkungan sedari dini.

OLEH IMAS DAMAYANTI 

Perubahan iklim dan kerusakan alam merupakan tantangan nyata umat manusia yang perlu dihadapi. Upaya menyelamatkan bumi pun dilakukan demi menciptakan ruang hidup yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi seterusnya.

Annisa Hasanah mengaktulisasikan diri dalam kepedulian terhadap lingkungan dengan cara yang unik. Berkat tangan dinginnya, dia membangun social enterprise bernama Ecofun Indonesia.

Tujuannya, untuk membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan. “Kita harus membangun budaya peduli lingkungan sedari dini,” kata Annisa kepada Republika, Rabu (23/3).

Ecofun Indonesia merupakan pionir mainan edukasi lingkungan (Ecofunopoly) pertama sejak tahun 2009. Konsepnya  memadukan pengetahuan (kognitif), praktik (psikomotorik), dan sikap (afektif) dalam setiap mainan yang didesain. Annisa mengatakan, Ecofunopoly yang diciptakan Ecofun Indonesia ini dibuat dari bahan-bahan daur ulang yang ramah lingkungan.

Menariknya, konten mainan anak ini dikembangkan dari hasil penelitian dari kampus bertaraf internasional dan tersedia dalam lima bahasa internasional. Tak heran, kiprah Annisa mendapat sorotan dan apresiasi dunia lewat beragam penghargaan bergengsi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ecofunopoly (ecofunopoly)

Sebelum mendirikan Ecofun, alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini tergerak untuk menciptakan permainan yang memperkenalkan anak agar peduli terhadap lingkungan karena beberapa hal. Salah satunya, pada suatu ketika, ia melihat seorang ibu di angkutan umum dengan santai membuang sampah ke luar jendela mobil.

“Mirisnya itu, si ibu melakukan itu di depan anaknya. Dari sanalah saya kepikiran untuk membuat game bertema lingkungan untuk anak-anak,” kata dia.

Annisa menyadari jika mendidik generasi baru sadar dan peduli terhadap lingkungan bukanlah hal yang mudah meski tak mustahil. Dari sana, Annisa bersama kawannya saat masih menjadi mahasiswa S1 menciptakan sebuah mainan yang diberinama Ecomonopoly. Konsep dari mainan ini tak beda jauh dengan mainan monopoli pada umumnya.

Hanya saja, dia menggarisbawahi, perbedaan antara monopoli dengan Ecomonopoly ada di konsep tujuan permainan dan kontennya. Beda dengan sistem dan cara bermain monopoli, Ecomonopoly menggunakan sistem yang memberlakukan pelaku dapat dikatakan menang apabila dia dapat menanam pohon dengan mengurangi karbon sebanyak-banyaknya.

 
Pelaku dapat dikatakan menang apabila dia dapat menanam pohon dengan mengurangi karbon sebanyak-banyaknya.
 
 

Dari sisi ini, aspek edukasi pada permainan Ecomonopoly bekerja dan menyentuh kalangan anak. Annisa menyadari bahwa memberikan pendidikan lingkungan terhadap generasi dini tidak harus dilakukan dengan cara yang monoton.

Dia meyakini bahwa melalui Ecomonopoly penyampaian pesan kepedulian lingkungan dapat tersalurkan.

Seiring berjalannya waktu, Annisa menilai proyek Ecomonopoly harus berkembang dan diterima oleh khalayak luas. Dia pun mendaftarkan permainannya ke berbagai kompetisi lokal dan internasional dengan hasil menggembirakan.

Setelah sukses dengan Ecomonopoly, proyek yang berganti nama menjadi Ecofunopoly pada 2016 itu pun menjadi bisnis profesional. Namun demikian, Annisa tak sama sekali ingin menghilangkan ciri khas dari proyek sosial yang ia gagas tersebut.

“Tetap, kita ingin memberikan dampak yang baik dan tidak sekadar bisnis saja. Itulah mengapa kita sebut Ecofun ini sebagai social enterprise,” kata dia.

Bagi Annisa, Ecofun Indonesia bukan sekadar lahan tempatnya berkarya ataupun mencari nafkah semata. Baginya, Ecofun merupakan lahan dakwah dalam hal melestarikan lingkungan. Sebagai seorang Muslimah, ia percaya, berperilaku baik terhadap lingkungan juga merupakan anjuran agama.

PROFIL

 

Nama lengkap: Annisa Hasanah Apendi Arsyad

Tempat, tanggal, lahir: Kota Bogor, 23 Maret 1989

Riwayat pendidikan: Bachelor degree in Landscape Architecture IPB (2007-2011), Forest Ecology and Forest Sciences (Master Exchange) in George August Universitaet Goettingen, Germany (2013-2014), Master Degree Landscape Architecture in IPB (2012-2016), PhD in Environmental Education in Kyoto University Japan (2020-present).

Riwayat aktivitas: Founder and Managing Director Ecofun Indonesia (2016-present), part time lecturer subject: Geographic Information System.

Prestasi: Sederet prestasi telah diraih Annisa, antara lain Danamon Yung Leaders Award 2009 dan ASHOKA Ypung Cangemakers 2009.


Serbuan Mongol dan Kejatuhan Baghdad Kota 1.001 Malam

Pasukan Hulagu Khan dapat menembus benteng Kota Baghdad pada 10 Februari 1258.

SELENGKAPNYA

Waspada Agnostisisme dan Fenomena Pendangkalan Akidah

Agnostisisme merupakan salah satu paham yang mesti diwaspadai di tengah derasnya arus informasi.

SELENGKAPNYA
×