Para kepala negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berfoto sebelum sebelum memulai rapat istimewa NATO di Brussels, Belgia, Kamis (24/3/2022). | EPA-EFE/Radek Pietruszka

Kabar Utama

25 Mar 2022, 03:50 WIB

Dunia Semakin Terbelah Konflik Rusia-Ukraina

Indonesia mengirim undangan KTT G-20 kepada setiap pemimpin negara anggota G-20, termasuk Rusia.

BRUSSELS -- Invasi Rusia ke Ukraina genap berlangsung satu bulan pada Kamis (24/3). Alih-alih tercapai perdamaian antara Rusia dan Ukraina, kondisi geopolitik global semakin memanas. Bahkan, Indonesia yang saat ini memegang Presidensi G-20 mulai 'diseret'. 

Para pemimpin negara-negara Barat saat ini sedang melakukan pertemuan di Brussel, Belgia. Pertemuan antara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), negara-negara kaya yang tergabung dalam G-7, dan Uni Eropa tersebut digelar sejak Kamis (24/3) dan akan berlangsung hingga Jumat (25/3). 

Dalam rapat itu, negara Barat sepakat untuk memperkuat pasukan mereka di Eropa Timur dan meningkatkan bantuan militer untuk Ukraina. Mereka memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa negaranya akan mendapatkan ganjaran "yang menghancurkan" atas invasi ke Ukraina.  

Pemimpin-pemimpin Barat juga memperingatkan adanya kemungkinan Rusia meningkatkan eskalasi perang. Negara-negara anggota NATO sepakat mengirimkan peralatan pertahanan senjata biologi, kimia, dan nuklir ke Ukraina.

"Kami harus memastikan, keputusan menginvasi negara merdeka yang berdaulat sebagai kegagalan strategi yang menimbulkan kerugian menghancurkan bagi Putin dan Rusia," kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau kepada parlemen Uni Eropa.

Gedung Putih mengatakan, Amerika Serikat berencana mengumumkan lebih banyak sanksi kepada tokoh politik dan oligarki Rusia. Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan, Washington juga akan mengirimkan paket bantuan senjata baru senilai 800 juta dolar AS ke Ukraina. 

Sementara, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, blok tersebut akan memperkuat pasukannya di Eropa Timur dengan mengerahkan empat gugus tempur di Bulgaria, Hungaria, Romania dan Slovakia.

Invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022. Putin menyebutnya sebagai operasi militer khusus yang bertujuan demiliterisasi Ukraina dan menangkap yang mereka sebut nasionalis Nazi.

Militer Rusia pun merangsek ke Ibu Kota Kiev yang berlokasi sekitar 75 kilometer sebelah selatan perbatasan Belarusia, kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv di sebelah timur, dan kota-kota Laut Azov dan Laut Hitam di selatan.

photo
Presiden Amerika Serikta Joe Biden (kiri), Presiden Prancis Emmanuel Macron (tengah), dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbincang sebelum memulai rapat istimewa NATO di Brussels, Belgia, Kamis (24/3/2022). - (EPA-EFE/OLIVIER HOSLET)

Kota yang menghadap Laut Azov itu menjadi simbol penderitaan rakyat Ukraina pada invasi Rusia. Ribuan orang meninggalkan kota tersebut, memicu gelombang pengungsi yang PBB perkirakan sekitar 3,5 juta orang.

NATO memperkirakan sebanyak 7.000 sampai 15 ribu tentara Rusia telah tewas dalam empat pekan perang di Ukraina. Sementara pada 2 Maret, Rusia mengatakan, hampir 500 tentara tewas dan sekitar 1.600 terluka.

Adapun Ukraina sejauh ini hanya merilis sedikit informasi tentang kerugian militernya dan Barat belum memberikan perkiraan. Namun dua pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, sekitar 1.300 prajurit Ukraina telah tewas.

Sekutu-sekutu Barat merespons invasi Rusia dengan cepat melalui sanksi-sanksi ekonomi dan finansial yang banyaknya tidak pernah diberlakukan sebelumnya. Gelombang sanksi membekukan hampir 640 miliar dolar AS cadangan mata uang Rusia memotong akses bank-bank Rusia ke sistem perdagangan internasional, melarang Moskow mendapat dolar AS dan euro dalam bentuk tunai, dan mengincar berbagai sektor ekonomi Rusia dengan memberlakukan larangan perdagangan yang ketat.

Untuk membalas negara-negara yang dianggap "tidak bersahabat" dengan Rusia, Putin mengumumkan Moskow hanya akan menerima pembayaran gas dengan rubel, tidak dengan euro atau dolar AS. 

KTT G-20 

Konflik Rusia-Ukraina kini mulai merembet kepada pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Indonesia. Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Kamis (24/3) menyuarakan keprihatinan tentang rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri KTT G-20 di Indonesia tahun ini. 

"Gagasan untuk duduk satu meja dengan Vladimir Putin yang Amerika Serikat sudah dalam posisi menyerukan (untuk) kejahatan perang di Ukraina, bagi saya adalah langkah yang terlalu jauh," kata Morrison.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva sebelumnya mengatakan, Putin bersedia menghadiri KTT G-20. Dia menolak pendapat dari beberapa anggota G-20 bahwa Rusia dapat dilarang dari pertemuan kelompok tersebut.

photo
Dubes Cina untuk PBB Zhang Jun, mengangkat tangan mendukung resolusi yang diajukan Rusia di Dewan Keamanan PBB, Rabu (23/32022). - (AP/John Minchillo)

Sementara, Cina membela Rusia dalam keanggotaan G-20. Beijing menyatakan Moskow merupakan anggota penting bagi G-20. 

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai, Indonesia kini menjadi medan tarik-menarik oleh Rusia dengan Amerika Serikat dan sekutu. "AS dan sekutunya minta kepada Indonesia sebagai Presiden G-20 untuk mempertimbangkan keanggotaan Rusia," ujar Hikmahanto, Kamis (24/3).

Menurut Hikmahanto, ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi hal ini. Pertama, Kemenlu harus turun menjadi juru damai atas konflik yang terjadi di Ukraina dan saat ini meluas antara AS dengan sekutunya dan Rusia.

"Kemlu bisa meminta perwakilan Indonesia di AS dan negara-negara sekutunya untuk mengidentifikasi apa yang diminta terhadap Rusia. Sementara perwakilan Indonesia di Rusia melakukan hal yang sama," kata dia.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, berdasarkan masukan dari perwakilan Indonesia, merumuskan solusi yang tepat untuk ditawarkan baik ke AS dan sekutunya dan ke Rusia. Hikmahanto melanjutkan, langkah kedua adalah Menlu atau utusan khusus harus melakukan shuttle diplomacy atau diplomasi ulang alik untuk membicarakan solusi yang ditawarkan oleh Indonesia. 

"Langkah terakhir, bila diperlukan Menlu dapat meminta Presiden untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Putin dan Presiden Joe Biden agar konflik segera diakhiri demi kemanusiaan dan keselamatan serta perekonomian dunia," katanya.

Duta Besar RI untuk PBB Dian Triansyah Djani mengatakan, Indonesia mengirim undangan KTT G-20 kepada setiap pemimpin negara anggota G-20, termasuk undangan untuk Rusia. Undangan kepada Rusia dikirim pada 22 Februari. 

"Sebagai Presiden G-20 tentunya dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah untuk mengundang semua anggota G-20," kata Triansyah Dian yang juga Stafsus Program Prioritas Kemenlu dan Co-Sherpa G20 Indonesia, Kamis (24/3).

Triansyah mengatakan, dalam hal mengetuai berbagai konferensi, Indonesia berpegang pada prosedur peraturan yang ada di sebuah forum atau acara. Terkait tujuan G-20, ia menekankan bahwa G-20 adalah forum yang utamanya membahas tentang ekonomi. Terlebih, tema tahun ini adalah pemulihan bersama dari pandemi.

"Pentingnya kita di G-20 untuk menangani pemulihan global, yang merupakan prioritas banyak penduduk di dunia ini karena seperti diketahui dunia belum sepenuhnya keluar dari krisis," ujarnya.  ';

Perang Rusia-Ukraina: Sisi Muslim (3)

Jumlah Muslim bertambah karena banyak penganut Islam di republik lain atau kota besar.

SELENGKAPNYA

Harga Roti Mesir Terimbas Konflik Rusia-Ukraina

Invasi Rusia ke Ukraina akan menyebabkan kesulitan tambahan di Suriah.

SELENGKAPNYA

Kala ASEAN Ikut Susun Resolusi Konflik Rusia-Ukraina

Puan Maharani akan mendorong pembahasan krisis Ukraina dalam sidang IPU ke-144 yang digelar di Nusa Dua, Bali.

SELENGKAPNYA
×