Petugas kesehatan menyimpan sampel tes Covid-19 di Gelanggang Remaja Kecamatan Matraman, Jakarta, Jumat (11/2/2022). (ilustrasi) | Republika/Putra M. Akbar

Nasional

16 Mar 2022, 03:45 WIB

Kemenkes: Varian Deltrakron Belum Terdeteksi di Indonesia

Kemenkes tetap memantau perkembangan kasus Covid-19 dari varian deltakron di negara-negara lain.

JAKARTA – Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga saat ini varian baru Covid-19, deltakron belum diketahui keberadaannya di Indonesia.

Kendati begitu, Nadia mengatakan, Kemenkes tetap memantau perkembangan kasus Covid-19 dari varian deltakron di negara-negara lain. “Varian deltakron belum terdeteksi,” ujar Nadia, Selasa (15/3) sore.

Menurut Nadia, meskipun belum ada di Indonesia, masyarakat harus tetap waspada dengan selalu menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan. Percepatan vaksinasi dosis penuh juga harus terus dikejar.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban mengatakan, varian deltakron muncul dari pasien Covid-19 yang terpapar varian delta dan omikron secara bersamaan. Kemudian, kedua varian bereplikasi di dalam tubuh menjadi virus rekombinan. 

Zubairi mengatakan, saat ini hanya sedikit data yang dapat digunakan untuk mengukur khawatir atau tidak varian ini. Namun, sejumlah ahli mengatakan bahwa varian ini harus diawasi.

“Mungkin sekali tidak berbahaya ketimbang varian omikron. Belum bisa dipastikan. Karena jumlah kasusnya masih amat sedikit. Varian ini sudah ditemukan di  Amerika Serikat, Prancis, Denmark, Inggris, dan Belanda,” kata Zubairi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI masih menunggu informasi varian deltakron yang berkembang di beberapa negara Eropa dan Amerika dari Kemenkes. Dia mengatakan, Pemprov DKI tidak ingin mengambil kesimpulan mendahului pihak Pemerintah Pusat.

Di sisi lain, Pemprov DKI sudah menginstruksikan ASN di lingkup DKI Jakarta untuk lebih berhati-hati dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengantisipasi varian bari virus korona. Contoh tersebut seperti penerapan protokol kesehatan (prokes) secara tertib dan bertanggung jawab. 

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengajak seluruh pihak untuk menutup peluang masuknya mutasi virus baru maupun terbentuknya virus di dalam negeri. Wiku mengatakan, yakni dengan disiplin protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

"Demi menghindari masuknya varian baru maupun pembentukan virus baru di dalam negeri, jangan sampai kita memberikan ruang bagi virus menular sama sekali di masa adaptasi ini, pencegahan penularan ini lebih banyak porsinya pada tanggung jawab setiap individu," ujar Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/3).

Wiku menyampaikan demikian menyusul munculnya varian baru GKA AY.4 BA.1 yang disebut terindikasi memiliki percampuran genetik antara varian delta dan omikron. Wiku mengatakan, hingga saat ini WHO belum menetapkan penamaan resmi varian ini

Selain itu, sampai saat ini data terkait karakteristik varian tersebut masih sangat terbatas dan WHO serta para pakar masih dalam proses meneliti varian ini. "Dampak varian ini terhadap indikator epidemiologi maupun tingkat keparahan gejala belum dapat dipastikan dan masih terus diteliti," ujar Wiku.

Meski demikian, Wiku mengingatkan, potensi mutasi virus akan semakin besar selama virus masih beredar dan penularan masih tinggi di masyarakat. Karena, penting saat ini adalah terus melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus Covid-19.

"Jadi penting untuk dipahami, bahwa selama virus masih beredar apalagi dalam tingkat penularan yang tinggi, potensi terjadinya mutasi virus akan semakin besar," katanya.

Ia melanjutkan, perubahan virus ini dapat terjadi melalui berbagai mekanisme salah satunya rekombinasi seperti yang terjadi pada varian tersebut. "Rekombinasi virus bukan merupakan hal yang baru dan sudah banyak terjadi pada berbagai virus lainnya, untuk mencegahnya setiap orang wajib melindungi dirinya sendiri dan orang lain melalui disiplin protokol kesehatan 3M," katanya.

Sumber : antara


Mengajak Anak Membaca Buku

Orang dewasa memiliki kewajiban mengenalkan buku-buku berkualitas kepada anak-anak.

SELENGKAPNYA

Indonesia Lewati Puncak Omikron

Pemerintah mempersiapkan skenario transisi menuju endemi Covid-19.

SELENGKAPNYA

Jelang Ramadhan, Masyarakat Diminta Lengkapi Vaksin

Cakupan vaksinasi harus terus ditingkatkan terutama pada provinsi yang masih penambahan kasus Covid.

SELENGKAPNYA
×