Petugas kesehatan mengarahkan warga untuk memasuki ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien Covid-19 di tempat isolasi terpadu di Gedung Akademi Keperawatan Kebon Jati, Jalan Kawaluyaan, Kota Bandung, Senin (21/2/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nasional

16 Mar 2022, 03:45 WIB

Indonesia Lewati Puncak Omikron

Pemerintah mempersiapkan skenario transisi menuju endemi Covid-19.

JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, Indonesia telah melewati puncak kasus Covid-19 varian omikron. Hal itu ditunjukkan dengan tren penurunan kasus positif pekanan sebesar 64 persen setelah mencapai puncak tertinggi pada pertengahan Februari lalu.

“Indonesia telah berhasil melalui puncak omikron yang ditunjukan dengan tren perbaikan data-data kasus secara menyeluruh,” ujar Wiku saat konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/3).

Perbaikan kasus juga terlihat pada tren penurunan kasus kematian hingga 10 persen dari puncak omikron. Data kasus aktif, kesembuhan, dan juga keterisian tempat tidur (BOR) juga membaik. Jika pada pekan lalu terdapat 470 ribu kasus aktif, pekan ini hanya tersisa 340 ribu kasus, atau 5,82 persen dari total kasus.

Sebanyak 270 ribu orang sembuh pada pekan ini sehingga total kesembuhan mencapai 91,6 persen. Pekan lalu, persentase kesembuhan masih di angka 89,11 persen.

Wiku menyampaikan, penurunan kasus aktif dan peningkatan kesembuhan berdampak pada penurunan angka BOR. Jika pada pekan lalu 30 persen tempat tidur Covid-19 terpakai, kini angkanya sekitar 20 persen.

“Tentunya keberhasilan Indonesia melewati puncak omikron ini hanya dapat tercapai berkat upaya keras masyarakat yang tertib menerapkan kebijakan pengendalian yang telah dirumuskan oleh pemerintah,” jelas Wiku.

Wiku mengingatkan, setelah keberhasilan pengendalian pandemi ini tercapai, maka tongkat estafet pengendalian kasus akan lebih banyak berpindah pada setiap individu dan kelompok seperti perkantoran, sekolah, mal, ataupun restoran.

Penurunan kasus, kata dia, tak berarti Covid-19 telah hilang dari Indonesia. “Untuk itu, setiap kita masih memiliki tanggung jawab untuk melindungi diri kita sendiri dan orang lain, termasuk kelompok rentan,” kata dia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi juga mengatakan, hingga kini Indonesia masih dalam situasi pandemi Covid-19. Namun, dengan kondisi yang semakin membaik, Kemenkes telah menyusun beberapa skenario transisi endemi.

"Kita sudah mulai bersiap-siap kemudian membuat langkah-langkah untuk menuju ke arah endemi," ujar Nadia dalam konferensi pers secara daring, kemarin.

Nadia menerangkan, dalam transisi menuju endemi terdapat beberapa tahapan yang harus dilewati. Salah satunya, laju penularan yang harus berada di angka kurang dari 1 persen, positivity rate harus berada di bawah 5 persen, serta angka case fatality rate harus berada di bawah 3 persen.

"Kita tahu di saat ini masih cukup tinggi angka kasus harian konfirmasinya. Kemarin dilaporkan 9.000 (kasus baru), kematian masih 200 dengan keterisian perawatan rumah sakit yang juga masih sekitar 20 persen," kata dia.

Selain itu, angka rata-rata reproduksi, yaitu jumlah yang terinfeksi dari 1 orang yang positif atau sakit, harus di bawah 1 persen. Saat ini, angka reproduksi Indonesia masih di atas 1 persen.

Karena itu, kata Nadia, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi seperti negara lain. Malaysia akan masuk fase transisi ke endemi Covid-19 mulai 1 April, mendatang.

Nadia mengatakan, hal terpenting pada fase endemi adalah mampu hidup berdampingan dengan Covid-19. "Karena kita tahu untuk menghilangkan suatu penyakit butuh waktu lebih panjang, bahkan ratusan tahun. Tentu kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19," kata dia. 


Mengajak Anak Membaca Buku

Orang dewasa memiliki kewajiban mengenalkan buku-buku berkualitas kepada anak-anak.

SELENGKAPNYA

Jelang Ramadhan, Masyarakat Diminta Lengkapi Vaksin

Cakupan vaksinasi harus terus ditingkatkan terutama pada provinsi yang masih penambahan kasus Covid.

SELENGKAPNYA

Kemenkes: Varian Deltrakron Belum Terdeteksi di Indonesia

Kemenkes tetap memantau perkembangan kasus Covid-19 dari varian deltakron di negara-negara lain.

SELENGKAPNYA
×