Pasukan penjajahan Israel (IDF) saat menyerbu Universitas Birzeit di Ramallah, Tepi Barat, Selasa (6/1/2026). | X/Quds News Networ

Internasional

Pasukan Israel Serang Universitas di Tepi Barat

Kejahatan Zionis di Tepi Barat terus meningkat.

TEPI BARAT – Aksi brutal pasukan penjajah Israel di Tepi Barat makin menjadi-jadi. Penggerebekan, penembakan, dan penahanan warga Palestina makin sering terjadi dengan kekejaman yang meningkat.

Kantor berita WAFA melaporkan, sepanjang Selasa, pasukan Israel merangsek dan melepaskan tembakan di Universitas Birzeit di Ramallah, Tepi Barat, Palestina. Serangan ini mengakibatkan sebelas mahasiswa Palestina, termasuk lima orang yang terkena peluru tajam dan terluka, sementara puluhan lainnya menderita sesak napas akibat menghirup gas air mata.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina pada Selasa malam mengatakan bahwa jumlah korban luka termasuk lima pelajar yang terkena peluru tajam, empat orang menderita menghirup gas air mata, dan dua orang terluka karena terjatuh dalam penggerebekan. Semua korban jiwa kemudian dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan medis.

Nirdin Al-Mimi, humas universitas, mengatakan dua mahasiswa lainnya mengalami luka memar karena terjatuh, dan beberapa lainnya menderita menghirup gas air mata. Dia juga membenarkan bahwa pasukan Israel menembakkan peluru tajam, tabung gas air mata, dan granat kejut di dalam kampus.

Al-Mimi menekankan bahwa sekitar 8.000 mahasiswa hadir di universitas pada saat penyerangan pada Selasa. Ia menambahkan bahwa tentara Israel menghancurkan dan merusak gerbang utama universitas, menyerbu beberapa gedung dan fakultas, serta merusak peralatan milik gerakan mahasiswa.

Dalam penggerebekan tersebut, pasukan Israel juga menahan wakil rektor bidang akademik universitas tersebut, Assem Khalil.

Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi mengutuk penggerebekan tersebut. Mereka menyatakan bahwa serangan tersebut secara terang-terangan mengabaikan semua norma dan konvensi internasional yang mengkriminalisasi pelanggaran terhadap kesucian universitas dan lembaga pendidikan pada umumnya.

Kementerian menekankan bahwa pelanggaran-pelanggaran ini tidak akan mematahkan tekad lembaga-lembaga nasional, mahasiswa, dan stafnya; sebaliknya, mereka akan tetap berkomitmen pada misi pengetahuan dan pembelajaran.

Mereka mengulangi seruannya kepada Asosiasi Universitas Internasional, Asosiasi Universitas Arab, dan semua organisasi internasional, hak asasi manusia, dan media untuk mengungkap dan mengekang pelanggaran yang sedang berlangsung terhadap pendidikan tinggi Palestina dan mengambil sikap tegas terhadapnya.

Serangan tersebut merupakan bagian dari pola serangan berulang-ulang Israel terhadap institusi akademis Palestina. Universitas Birzeit telah menjadi sasaran berkali-kali di masa lalu, dengan mahasiswa ditangkap dan barang-barang pribadi disita dalam serangan sebelumnya.

Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem, telah mengalami peningkatan tajam kekerasan militer dan pemukim. 

Setidaknya 1.105 warga Palestina telah syahid , hampir 11.000 orang terluka, dan sekitar 21.000 orang ditahan, menurut otoritas Palestina dan organisasi hak asasi manusia.

Sementara, setidaknya tujuh warga Palestina tercekik oleh gas air mata dan diserang pada Selasa malam selama serangan pasukan Israel di kota Aqaba, utara Tubas, menurut seorang pejabat medis.

Direktur Layanan Ambulans dan Darurat di Tubas Nidal Ouda mengatakan awak ambulans menangani enam kasus sesak napas akibat menghirup gas air mata, serta satu cedera yang diderita setelah diserang oleh tentara Israel.

Pasukan Israel menyerbu kota Aqaba dengan beberapa kendaraan militer, menembakkan bom suara dan tabung gas air mata selama penggerebekan tersebut. Sebelumnya, pasukan Israel menggerebek kota Tubas di tengah penembakan bom suara.

photo
Kondisi kebakaran selepas serangan besar-besaran pemukim Yahudi di kawasan industri dekat kota Beit Lid, Tepi Barat, Rabu (12/11/2025). - (X/Quds News Network)

Dua warga Palestina terluka akibat tembakan penjajah Israel pada Selasa sore, sementara dua lainnya ditahan oleh pasukan Israel di desa Rashaydeh, sebelah timur Betlehem.

Kepala dewan desa Rashaydeh, Jumaa Rashaydeh, mengatakan kepada koresponden WAFA bahwa puluhan penjajah menyerang desa tersebut dan menembaki warga, melukai dua orang, satu di kaki dan satu lagi di tangan. Korban luka dipindahkan ke pusat medis untuk perawatan.

Dia menambahkan bahwa pasukan Israel kemudian menggerebek daerah tersebut dan menahan Zakaria Habes Rashaydeh (21 tahun) dan Muhammad Asaad Rashaydeh (22).

Desa Rashaydeh sering menjadi sasaran serangan oleh penjajah, mulai dari tembakan dan pelecehan terhadap penduduk hingga serangan terhadap properti mereka, semuanya di bawah perlindungan pasukan Israel. Ini adalah bagian dari eskalasi yang sedang berlangsung yang menargetkan desa-desa Palestina di sebelah timur Betlehem.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat