Pekerja merapikan tempat tidur di tempat isolasi terpadu bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan di Gedung Akademi Keperawatan Kebon Jati, Jalan Kawaluyaan, Kota Bandung, Kamis (17/2/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nasional

18 Feb 2022, 03:45 WIB

Positivity Rate Jawa Barat Melebihi Nasional

BOR Jawa Barat masih di bawah standar WHO.

JAKARTA -- Episentrum Covid-19 bergeser dari DKI Jakarta ke Jawa Barat. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut Jawa Barat menjadi wilayah tertinggi kedua lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jawa Barat mencapai 15.196 kasus. "Penambahan kasus konfirmasi di Jawa Barat dalam satu pekan ini terus alami peningkatan dari mulai tanggal 9 Februari 2022 itu 9.403 kasus dan kemarin 16 Februari sudah 15.196 kasus," ujar Sigit, Kamis (17/2).

Kasus konfirmasi positif Jawa Barat adalah 17,54 persen dari total konfirmasi positif nasional atau berada di posisi peringkat kedua. Adapun angka positif Covid-19 aktif di Jawa Barat sebanyak 134.774 kasus. Sebanyak 5.049 pasien dirawat di rumah sakit dan  129.625 di isolasi mandiri.

"Positivity rate di Jawa Barat lebih tinggi yakni 22,8 persen dari positivity rate nasional 16,19 persen. Kenaikan kasus Covid-19 di Jawa Barat dalam sepekan ini mencapai 7,02 persen," terang Sigit.

photo
Pekerja membersihkan kaca di area tempat isolasi terpadu bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan di Gedung Akademi Keperawatan Kebon Jati, Jalan Kawaluyaan, Kota Bandung, Kamis (17/2/2022). Pemerintah Kota Bandung menyiapkan lokasi tersebut untuk tempat isolasi terpadu dengan kapasitas 100 tempat tidur sebagai langkah antisipasi melonjaknya angka kasus Covid-19 di Kota Bandung. - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Selain itu, lanjut Sigit, tingkat kesembuhan di Jawa Barat hanya mencapai 82,8 persen, yakni lebih rendah dari tingkat kesembuhan nasional 88,1 persen. Untuk tingkat kesembuhan Covid-19 wilayah Jawa Barat berada di peringkat 32 secara nasional.

"Tingkat kematian di Jawa Barat akibat Covid-19 sebesar 1,71 persen, di bawah tingkat kematian nasional 2,93 persen," kata dia.

Meski kenaikan kasus terus terjadi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melaporkan angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) masih terkendali di 25,91 persen. Wilayah dengan sebaran Covid-19 tertinggi ada di Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung Raya.

Uu mengatakan, pemprov sudah mempersiapkan seluruh keperluan sarana prasarana jika terjadi lonjakan kasus. Antisipasi dilakukan karena 17 kabupaten/kota kembali ke Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan sembilan kabupaten/kota di Level 2.

Kabupaten Pangandaran menjadi satu-satunya wilayah yang berada di Level 1. "Kami sudah mempersiapkan 23 tempat isolasi terpadu atau isoter, sehingga apabila ada kenaikan kasus tidak akan panik seperti sebelumnya," katanya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana meminta masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan. Ia meminta agar masyarakat dapat menahan diri tidak mendatangi wilayah yang berpotensi menciptakan kerumunan.

"Dua hari atau tiga hari ini tingkat penyebaran Covid-19 di Jawa Barat mencapai angka tertinggi untuk nasional, kemarin kita 14 ribu sekarang 15 ribu," ujarnya.

Ia menyebut penambahan kasus Covid-19 varian omikron di Jawa Barat bergantung kepada kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Vaksinasi pun saat ini sudah mencapai 88 persen dosis pertama dan 63 persen dosis kedua.

Di Kabupaten Garut, penularan Covid-19 juga terus mengalami peningkatan dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut per 16 Februari 2022, terdapat penambahan 184 kasus terkonfirmasi positif dalam sehari terakhir.

photo
Pekerja membersihkan lantai di area tempat isolasi terpadu bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan di Gedung Akademi Keperawatan Kebon Jati, Jalan Kawaluyaan, Kota Bandung, Kamis (17/2/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengakui, penambahan kasus positif Covid-19 memang terus meningkat. Diperkirakan, peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut masih akan terjadi hingga Maret 2022.

"Perkiraan saya mah lonjakan kali ini akan melebihi puncak saat lonjakan varian delta (pertengahan tahun lalu)," kata dia ketika dikonfirmasi Republika, Rabu.

Menurut dia, saat ini penambahan kasus Covid-18 di Kabupaten Garut masih belum mencapai puncaknya. Ia memprediksi, puncak lonjakan kali ini akan terjadi pada Maret 2022.

Leli menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Garut telah berupaya melakukan antisipasi penanganan menghadapi puncak lonjakan kasus Covid-19. Para tenaga kesehatan (nakes) sudah terus siaga. Tempat isolasi untuk menangani pasien Covid-19, baik di rumah sakit maupun di tempat isolasi terpusat, juga telah ditambah. 

"Namun, ini kayaknya harus ditambah dengan isolasi mandiri di rumah untuk yang bergejala ringan dan tanpa gejala. Sebab, tempat isolasi terpusat tak akan muat untuk menghadapi lonjakan kali ini," kata dia.

Saat ini, di Kabupaten Garut terdapat 852 kasus positif Covid-19 yang aktif. Sebanyak 710 orang menjalani isolasi mandiri dan 142 orang menjalani isolasi di rumah sakit. 


Anjuran untuk Mulai Bermasker N95

Zubairi meminta supaya masyarakat tidak lagi memakai masker kain karena bisa ditembus oleh varian omikron.

SELENGKAPNYA

Kenaikan Kasus Covid di Indonesia 200 Kali Lipat

Sebagian besar negara di Eropa telah mengalami penurunan kasus Covid-19 dari puncaknya.

SELENGKAPNYA
×