Tenaga kesehatan melakukan observasi kepada seorang pasien positif Covid-19 yang dirawat di Puskesmas Jurumudi, Tangerang, Banten, Kamis (17/2/2022). | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Nasional

18 Feb 2022, 03:45 WIB

Kenaikan Kasus Covid di Indonesia 200 Kali Lipat

Sebagian besar negara di Eropa telah mengalami penurunan kasus Covid-19 dari puncaknya.

JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, kenaikan kasus konfirmasi positif di Indonesia saat ini tercatat mencapai hampir 200 kali lipat dari titik terendahnya.

Ia menyebut, tren kenaikan kasus ini sebagian besar masih terjadi di Asia, termasuk di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Hong Kong. “Sementara itu, kasus di Indonesia terus mengalami kenaikan hingga mencapai hampir 200 kali lipat dari titik terendahnya,” kata Wiku saat konferensi pers perkembangan Covid-19, Kamis (17/2).

Kendati demikian, beberapa negara di Asia lainnya tercatat telah menunjukan tren penurunan kasus, di antaranya Jepang dan Filipina. Sedangkan, kasus di dunia saat ini telah menunjukan tren penurunan sekitar 60 persen dari puncak gelombang terakhir.

Wiku menjelaskan, sepanjang pandemi, Indonesia selalu mengalami kenaikan kasus di saat kasus dunia sudah menurun dan melewati puncaknya. Hal ini terjadi salah satunya karena Indonesia menerapkan kebijakan karantina serta entry dan exit test bagi pelaku perjalanan internasional secara ketat, bahkan sejak terjadinya lonjakan kasus.

“Sehingga Indonesia berhasil menunda importasi kasus lebih lama dibanding negara lainnya,” jelasnya.

Jika dilihat dari skala benua, sebagian besar negara di Eropa telah mengalami penurunan kasus dari puncaknya. Beberapa negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Australia juga telah melewati puncak kasus dan konsisten terus menurun. “Faktor kunci keberhasilan pengendalian adalah masyarakat yang dengan kesadaran tinggi menjalankan protokol kesehatan terlepas dari apapun kebijakan yang ditetapkan,” kata dia.

Kasus harian positif Covid-19 di Provinsi Lampung juga memecahkan rekor harian bertambah 873 orang, dan enam orang meninggal pada Kamis (17/2). Sedangkan pasien yang sembuh juga bertambah 115 orang.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kamis (17/2), penambahan 873 orang menjadikan total pasien 55.459 orang. Pasien sembuh total 46.438 orang, dan pasien positif yang meninggal total 3.855 orang.

Kepala Dinkes Provinsi Lampung dr Reihana mengatakan, penambahan kasus positif Covid-19 di Lampung sebanyak 873 orang, tersebar di 15 kabupaten/kota. Sedangkan, pasien yang meninggal dunia enam orang. Di Kabupaten Waykanan empat orang, Pesawaran satu orang, dan Lampung Tengah satu orang. “Semua kabupaten/kota terdapat kasus positif baru,” kata Reihana.

photo
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis ketiga kepada pegawai Pemkot Bandar Lampung saat pencanangan vaksinasi Booster Covid-19 di Kantor Pemkot Bandar Lampung, Lampung, Selasa (18/1/2022). - (ANTARA FOTO/Ardiansyah)

Ia menyebutkan, di 15 kabupaten/kota ditemukan kasus baru penambahan positif Covid-19. Terbanyak di Kota Bandar Lampung 187 orang, disusul Kabupaten Lampung Selatan 145 orang, Lampung Tengah 77 orang, Lampung Utara 66 orang,  Lampung Timur 53 orang, Pesisir Barat 49 orang, Tulangbawang 48 orang. Berikutnya, Pesawaran 45 orang, Waykanan 40 orang, Pringsewu 34 orang, Tanggamus 29 orang, Lampung Barat 28 orang, Tulangbawang Barat 24 orang, Kota Metro 18 orang, dan Mesuji 10 orang.

Meningkatnya jumlah kasus positif di Kota Bandar Lampung membuat status zona kuning (risiko rendah) menjadi zona oranye (risiko sedang). Sedangkan 14 kabupaten/kota lainnya berstatus zona kuning. Tidak ada zona merah (risiko tinggi), dan zona hijau (tidak berdampak).

Reihana yang juga jubir Satgas Penanganan Covid-19 Lampung mengatakan, saat ini terdapat 422 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan. “Total ketersediaan tempat tidur di rumah sakit 1.586 unit, dirawat 422 pasien, masih tersedia 1.126 tempat tidur,” kata Reihana. ';

Anjuran untuk Mulai Bermasker N95

Zubairi meminta supaya masyarakat tidak lagi memakai masker kain karena bisa ditembus oleh varian omikron.

SELENGKAPNYA

Positivity Rate Jawa Barat Melebihi Nasional

BOR Jawa Barat masih di bawah standar WHO.

SELENGKAPNYA
×