Inovasi
Teknologi Senantiasa Jadi Solusi
Blockchain dapat menjaga karya yang beredar di dunia maya.
Beraktivitas di era serba digital tak bisa dilepaskan dari eksistensi di media sosial. Media sosial kini bahkan telah menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan sebuah bisnis.
Perkembangan media sosial yang awalnya hanya sebagai tempat bersosialisasi, kini bertransformasi menjadi ekosistem baru. Hal ini mengubah pula cara orang dalam bertransaksi, bersosialisasi, hingga menggelar meeting menjadi serba daring.
Saat ini, menjadi seorang content creator juga dapat menjadi bisnis yang menjanjikan. Content Creator merupakan profesi untuk membuat suatu konten, baik berupa tulisan, gambar, video, suara, ataupun gabungan dari dua atau lebih materi.
Namun, masih terdapat masalah yang seringkali dialami para content creator dalam berkarya, salah satunya adalah pembajakan konten yang dilakukan oleh pihak lain. Oleh karena itu, Hyppe kini hadir sebagai aplikasi media sosial untuk menjawab masalah tersebut.
Berfokus pada teknologi proteksi konten, Hyppe mengusung teknologi Fingerprint Combat sebagai basis teknologinya untuk melindungi konten dari pembajakan. “Kami menerapkan Blockchain dan Fingerprint Combat sebagai basis teknologi di aplikasi Hyppe agar para content creator dapat menjaga hak kepemilikan konten mereka,” ujar Magin M selaku Chief Strategy Officer Hyppe Teknologi Indonesia.
Menurutnya, pemanfaatan dua teknologi ini juga dapat memudahkan pengguna melakukan transaksi jual beli konten kepada sesama pengguna aplikasi Hyppe. Fingerprint Combat, Magin melanjutkan, merupakan teknologi yang dapat membantu memberikan proteksi kepada setiap konten jika terjadi indikasi pembajakan konten.
Sementara Blockchain berfungsi mencatat data berdasarkan jaringan peer to peer yang terdesentralisasi, efisien dan aman karena dilindungi oleh penerapan algoritma kriptografi yang kuat. Penerapan teknologi Blockchain terhadap berbagai macam teknologi pun sudah mulai dilakukan di berbagai sektor.
Nyaman Bekerja dari Jauh
Dampak pandemi yang terjadi, ternyata meningkatkan jumlah pengguna Zoho secara signifikan. Zoho Corporation adalah perusahaan global yang menawarkan rangkaian aplikasi perangkat lunak yang paling komprehensif untuk Sales, Marketing, SDM, Keuangan dan tim TI.
Saat ini, Zoho Workplace telah digunakan oleh 15 juta user di seluruh dunia. Pertumbuhan tak terduga ini merupakan dampak dari pandemi dan tingginya permintaan dari pemilik usaha yang mencari aplikasi bisnis terpadu yang lebih baik.
Zoho Workplace menyediakan platform terpadu termasuk surat elektronik, chat, konferensi audio dan video, penyimpanan file bersama, dan aplikasi kantor daring yang mendukung produktivitas karyawan di mana saja. Beberapa fitur yang dimiliki Zoho, antara lain Zoho Mail yang merupakan domain-based yang disesuaikan, termasuk juga surel bisnis terlindungi dengan kalender, tugas, catatan dan bookmark.
Selain itu, ada pula Zoho Cliq yang merupakan pesan instan terlindungi dengan panggilan audio dan video. Zoho Cliq telah mengalami peningkatan 225 persen untuk pesan terkirim dan 1.200 persen panggilan per hari sejak bulan Maret.
Vice President, dan GM, Asia Pacific Zoho Corp, Gibu Mathew menjelaskan, aplikasi yang beredar di luaran seringkali sulit digunakan untuk kolaborasi. “Saat ini, kita bisa menggunakan satu vendor untuk chat, vendor lain untuk email, vendor yang berbeda lagi untuk rapat, serta untuk mengatur dokumen dan aplikasi kantor. Penggunaan banyak aplikasi seperti ini mengganggu produktivitas karyawan,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Republika.
Dijalankan oleh Zia, asisten AI Zoho, mesin pencari dapat bekerja di seluruh kanal komunikasi dengan lancar. Termasuk juga menangkap informasi di seluruh surel, pembicaraan chat, forum internal dan dokumen bisnis.
Hal ini diharapkan meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan tanpa mengganggu tugas. Pengguna pun dapat bekerja sesuai konteks tanpa perlu berganti platform.
Masih terdapat masalah yang seringkali dialami para content creator dalam berkarya, salah satunya adalah pembajakan konten yang dilakukan oleh pihak lain.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
