Polisi memukul remaja yang melanggar aturan pembatasan sosial di New Delhi, India, Selasa (2/6). | AP/Rafiq Maqbool

Kisah Mancanegara

04 Jun 2020, 01:45 WIB

Tekanan Belajar Jarak Jauh di India

Sejak Maret sekolah di India ditutup dan para siswa belajar di rumah secara online.

Oleh Rizky Jaramaya

Seorang gadis remaja di India bunuh diri setelah dia tidak dapat mengikuti kelas secara online karena tidak memiliki akses internet ataupun televisi. Devika Balakrishnan (14 tahun), anak dari seorang pekerja harian di Distrik Malappuram, Kerala, India, ditemukan meninggal dunia di sekitar rumahnya pada Senin lalu. 

Laporan media India mengatakan, Balakrishnan meninggalkan rumah pada Senin sore. Tak lama kemudian, tubuhnya ditemukan telah terbakar di sebuah tempat sepi di sekitar rumahnya. Sebotol minyak tanah kosong ditemukan di dekat jasad gadis remaja tersebut. 

"Ada televisi di rumah, tetapi tidak berfungsi. Dia mengatakan kepada saya bahwa itu perlu diperbaiki, tapi saya tidak bisa memperbaikinya. Saya juga tidak mampu membeli smartphone," ujar ayah gadis remaja itu, dilansir Aljazirah

Menurut laporan media setempat, keluarga Balakrishnan hidup dalam kemiskinan. Mereka tergolong sebagai Dalit atau sebutan bagi golongan kasta paling rendah di India. Beberapa minggu lalu, ibu dari Balakrishnan telah melahirkan adiknya dan mereka mengalami kesulitan finansial. 

"Saya tidak tahu mengapa dia melakukan ini. Saya sudah bilang kita bisa memilih cara lain, yakni pergi belajar ke rumah teman," ujar ayah gadis remaja tersebut. 

Mulai 25 Maret, Pemerintah India memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus korona. Sejak saat itu sekolah ditutup dan para siswa belajar di rumah secara online

 
Seharusnya siswa miskin dapat memperoleh komputer dengan pinjaman bebas bunga untuk menghindari kasus serupa pada masa depan.
 
 

Namun, jutaan anak yang keluarganya hidup dalam kemiskinan tidak mampu membeli perangkat smartphone untuk mengakses kelas belajar online.

Kematian Balakrishnan memicu aksi protes. Aktivis mahasiswa di Kerala turun ke jalan untuk menyoroti ketidaksetaraan para siswa di daerah miskin yang tidak dapat mengakses kelas secara online selama lockdown berlangsung. 

Ketua Serikat Pelajar Kerala, Abhijith KM, mengatakan, tindakan pemerintah memberlakukan lockdown telah menempatkan siswa miskin di bawah tekanan. "Seharusnya siswa miskin dapat memperoleh komputer dengan pinjaman bebas bunga untuk menghindari kasus serupa pada masa depan," ujar Abhijith kepada Reuters.  

Abhijith telah mengorganisasi aksi protes di sejumlah distrik di Kerala, tapi membatasi jumlah pengunjuk rasa sehingga dapat tetap mengikuti aturan jaga jarak sosial. Kepala Polisi Distrik Malappuram Abdul Kareem mengatakan, seorang petugas terluka ketika sekitar 28 mahasiswa mencoba memasuki kantor dinas pendidikan setempat. 

Menteri pendidikan Kerala menyatakan kesedihan atas kematian gadis remaja itu dan memerintahkan penyelidikan terhadap kematiannya. Wilayah Kerala memulai tahun akademik pada Senin. Kegiatan belajar mengajar disiarkan melalui televisi dan online bagi para siswa karena sekolah belum diizinkan untuk buka kembali. Menurut laporan Internet And Mobile Association of India pada 2018, Kerala adalah salah satu negara bagian India yang lebih kaya. Lebih dari setengah penduduknya memiliki akses internet. 


×