Pekerja memeriksa kondisi kandang dan ayam di peternakan ayam modern Naratas, Desa Jelat, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (11/4/2020). Pengusaha peternak ayam Naratas terpaksa memanen ayam lebih awal akibat daya beli menurun lantaran sejumlah rumah ma | ADENG BUSTOMI/ANTARA FOTO

Ekonomi

Integrator Serap 600 Ribu Ayam Peternak Mandiri

terdapat enam mitra peternakan yang menyerap ayam mencapai di atas 50 persen dari komitmennya.

 

 

JAKARTA -- Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyatakan, proses penyerapan ayam ras peternak mandiri oleh perusahaan perunggasan terintegrasi (integrator) mencapai 14,9 persen dari total komitmen. Kementan mendorong

penyerapan terus dilakukan hingga sesuai perjanjian dengan pemerintah. Upaya penyerapan ini digencarkan untuk mengerek harga ayam di level peternak.

Direktur Jenderal PKH Kementan, I Ketut Diarmita, mengatakan, tercatat hingga 7 Mei 2020, jumlah ayam yang sudah diserap oleh perusahaan mitra peternakan sebanyak 613.870 ekor atau setara 14,9 persen dari komitmen yang disepakati, yakni 4.119.000 ekor.

“Kami terus mengimbau perusahaan pembibitan ayam ras dan perusahaan pakan ternak yang telah melakukan pembelian livebird agar dapat terus memaksimalkan penyerapan sesuai komitmennya,” kata Ketut di Jakarta, Kamis (7/5).

Lebih lanjut ia memerinci, pada tingkat tingkat provinsi, di Provinsi Jawa Barat sebanyak 312.024 ekor, Banten 18.695 ekor, Jawa Tengah 181.585 ekor, DI Yogyakarta 6.847 ekor, Jawa Timur 79.487 ekor, dan Sumatra Utara 15.232 ekor. "Masih ada dua perusahaan yang belum melaporkan hasil pembelian livebird peternak mandiri, kami harapkan perusahaan mitra tersebut dapat segera melaporkan," ujarnya.

Ketut menyampaikan, terdapat enam mitra peternakan yang penyerapannya sudah mencapai di atas 50 persen dari komitmennya. Selain itu, terdapat pula perusahaan yang penyerapannya melebihi target 100 persen, yakni PT Expravet, PT Intertama Trikencana Bersinar, dan PT Ayam Manggis, dan CV Surya Inti Pratama.

“Kami apresiasi komitmen yang diberikan sebagai wujud solidaritas untuk saling menguatkan rasa kebersamaan dalam membantu peternak lainnya saat ini,” ucapnya.

Dari segi volume, penyerapan terbesar dilakukan oleh PT Charoen Pokphand, yakni mencapai 190.513 ekor atau 19,05 persen dari komitmennya. Selain itu, diikuti oleh PT De Heus sebanyak 115.161 ekor atau 11,52 persen dari komitmen.

Head Poultry Value Chain PT De Heus Bagus Pekik mengatakan, pihaknya memahami permasalahan peternak mandiri yang kesulitan karena harga livebird yang rendah. Oleh karena itu, perusahaan ikut berkontribusi membantu membeli ayam ras dari peternak mandiri.

"Kami siap membeli 1 juta ekor livebird peternak mandiri. Walaupun kami tidak memiliki RPHU dan cold storage, kami carikan solusi untuk membantu masalah ini," ujar Bagus.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Lalu Muhamad Syafriadi berharap upaya penyerapan ayam ras oleh perusahaan perunggasan dapat mengurangi suplai ayam ke pasar. Dengan begitu, diharapkan terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran ayam di pasar yang berdampak pada perbaikan harga. "Diharapkan harga akan meningkat dan pada gilirannya peternak bisa menikmati hasil usahanya," katanya.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat