Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) antre menaiki pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (24/4). KBRI Colombo merepatriasi 335 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akib | Zabur Karuru/ANTARA FOTO

Nasional

05 May 2020, 02:00 WIB

16 Ribu Pekerja Migran Bakal Kembali

Sebanyak 17 kapal pesiar akan berlabuh di Tanjung Priok dan Benoa.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sebanyak 89 ribu pekerja migran Indonesia telah kembali ke Tanah Air imbas karena terkena dampak pandemi virus korona yang menjangkiti ratusan negara. Berdasarkan laporan yang diterimanya, masih ada 16 ribu pekerja migran yang diprediksi akan segera kembali ke Indonesia.

“Kita lihat bahwa pekerja migran Indonesia, laporan yang saya terima sudah 89 ribu yang sudah kembali. Dan akan bertambah lagi kemungkinan 16 ribu,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas laporan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Istana Bogor, Senin (4/5).

Karena itu, Jokowi meminta agar kembalinya para pekerja migran tersebut agar dikawal dengan baik. Hal itu untuk menghindari adanya gelombang kedua pandemi seperti yang diterjadi di beberapa negara lainnya. “Ini betul-betul harus ditangani, dikawal secara baik di lapangan. Sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua,” katanya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar pemerintah terus mengawasi secara ketat penyebaran kasus dari sejumlah kluster. Selain kluster pekerja migran, ada pula kluster jamaah tabligh, kluster Gowa, dan juga kluster rembesan pemudik, serta kluster industri.

“Yang lain juga klaster industri. Kita harus memastikan industri-industri yang diizinkan beroperasi itu yang mana. Harus dicek di lapangan, mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak,” ujar Jokowi.

Kementerian Luar Negeri mencatat, sebanyak 12.758 anak buah kapal (ABK) akan kembali ke Indonesia. Sedangkan pekerja migran yang telah pulang sebanyak 70.367 orang. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, Presiden Jokowi meminta pihaknya menyisir titik debarkasi yang memiliki kemampuan isolasi dan observasi agar dioptimalkan.

photo
Polisi memeriksa surat tiga orang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari luar negeri di tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2020). Pada hari kedua penyekatan pemudik di jalan tol masih banyak kendaraan yang tidak mengatur jarak sosial dan warga yang memaksaan untuk mudik - (ANTARA FOTO)

Dalam dua pekan ke depan, sebanyak 17 kapal pesiar dijadwalkan akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta; dan Benoa, Bali. Karena itu, pihaknya akan menambah fasilitas isolasi mandiri bagi anak buah kapal. Penambahan dilakukan dengan menyisir titik debarkasi atau penurunan penumpang dan ABK yang memiliki fasilitas cukup lengkap sebagai lokasi isolasi.

"Presiden meminta pilih titik debarkasi yang punya kemampuan melakukan isolasi dan observasi bagi pekerja migran dan ABK. Manajemen diatur Kemenlu, Kemenkes, dukungan dari Polri/TNI dan gugus tugas," kata Doni usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Jokowi.

Menurut dia, kepulangan para ABK dan pekerja migran menambah risiko penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Padahal, pemerintah mencatat adanya penurunan laju penambahan kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Doni menjelaskan, laju penambahan kasus baru menurun 11 persen pada awal Mei ini.

"Kehadiran sejumlah pekerja migran yang berpotensi nantinya menjadi bagian dari penularan. Termasuk juga jamaah tabligh, kemudian klaster Gowa, dan beberapa tempat industri yang telah menjadi episentrum, dan pemudik yang lolos dari pemeriksaan aparat hal ini dapat berpotensi meningkatnya kasus kembali," ujar Doni.

Mengantisipasi risiko lonjakan kasus yang bisa saja terjadi, Doni mengingatkan Gugus Tugas di daerah untuk bisa berkoordinasi dengan baik. Pemerintah daerah juga diminta lebih gencar dalam melakukan upaya pencegahan, deteksi, dan penanganan terhadap masyarakat yang telah telanjur sakit.

Hingga Ahad (3/5), kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 11.192 pasien dengan penambahan 349 kasus positif. Dari 11.192 kasus pasien positif, 1.876 di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan 845 pasien meninggal dunia. Sedangkan 236.369 warga dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan 23.130 warga dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

photo
Sejumlah anggota organisasi massa yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia (AOMI) Malaysia bersiap membagikan sembako ke Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kawasan Pantai Dalam Kuala Lumpur, Jumat (1/5/).  - (AGUS SETIAWAN/ANTARA FOTO)

Mahasiswa dipulangkan

Sementara itu, sebanyak 16 WNI dipulangkan oleh KBRI Moskow pada Senin. Mereka bisa terbang dari Rusia yang masih ditutup karena ada repatriasi warga Rusia di Bali yang akan pulang ke negaranya. Penerbangan menggunakan Rossiya Airlines ke Denpasar dan kemudian ke St Petersburg dan Moskow.

“Kami sampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah Rusia atas kerja sama membantu kepulangan WNI ke Indonesia,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi.

KBRI Moskow melakukan pemantauan terhadap WNI di Rusia dan Belarus yang tercatat sebanyak 1.359 orang. Sebagian besar adalah mahasiswa dan pekerja migran yang berprofesi sebagai spa therapist

Di Negeri Jiran, Menteri Keamanan Senior Malaysia, Ismail Sabri Yaakob mengatakan, buruh migran harus mendapatkan tes untuk virus korona. Seluruh pengujian tersebut akan ditanggung biayanya oleh orang yang mempekerjakan. "Biaya pengujian harus ditanggung oleh majikan," kata Ismail Sabri.

Ribuan warga Malaysia sudah mulai melakukan aktivitas normal sejak Senin (4/5).  Bisnis dan toko-toko mulai kembali untuk pertama kalinya sejak diberlakukannya pembatasan 18 Maret untuk menahan penyebaran virus korona.

photo
Pekerja membersihkan eskalator di stasiun MRT di Kuala Lumpur, Senin (4/5). Malaysia mulai melonggarkan kerantina wilayah belakangan. - (Vincent Thian/AP)

Ismail Sabri melihat, meski pelonggaran berlaku, pekerja asing di semua sektor harus menjalani pemeriksaan wajib untuk Covid-19. Anjuran ini ditekankan setelah wabah dilaporkan di antara para migran yang bekerja di lokasi konstruksi Kuala Lumpur pekan lalu.

Pengumuman itu muncul setelah Malaysia menahan ratusan migran tidak berdokumen selama akhir pekan. Langkah itu memicu kecaman dari PBB dan kelompok hak asasi manusia. Ismail Sabri sebelumnya membela penangkapan itu dengan mengatakan bahwa semua yang ditahan dinyatakan negatif terhadap virus.

Pekerja migran telah menjadi komunitas yang sangat rentan selama pandemi. Di negara tetangga Singapura, ribuan infeksi telah dikaitkan dengan asrama pekerja migran.

Sekitar dua juta pekerja asing terdaftar di Malaysia, tetapi pihak berwenang mengatakan masih ada lebih banyak tanpa dokumen yang memadai. Para pekerja migran kebanyakan berasal dari Indonesia, Bangladesh, India dan Nepal.

Malaysia hingga pertengahan April memiliki jumlah infeksi tertinggi di Asia Tenggara. Pada Ahad (3/5), negara ini melaporkan 122 kasus baru, tertinggi sejak 14 April, dengan total hampir 6.300 infeksi. 

Sumber : antara/reuters


×