Ekonomi
Danantara Perkuat Reputasi Global di Forum TIME
Kehadiran di panggung internasional membuka ruang jejaring global.
JAKARTA -- Kehadiran Danantara Indonesia dalam forum internasional yang diselenggarakan majalah TIME di New York dinilai dapat memperkuat reputasi Indonesia di mata komunitas global. Partisipasi tersebut membuka ruang untuk memperkenalkan peran Danantara sekaligus memperluas jejaring dengan pemangku kepentingan internasional.
Measurement and Communication Strategic Expert dari Reputasia Strategic Communications Consulting, Fardila Astari, menilai kehadiran dalam forum internasional memiliki nilai strategis bagi reputasi suatu institusi. Menurut dia, partisipasi di panggung global dapat membangun pengenalan dan kepercayaan dari mitra internasional.
“Partisipasi Danantara harus diperlakukan sebagai investment, bukan expenditure. Yang harus dipertanyakan adalah apa tujuannya, value apa yang ingin dihasilkan, dan bagaimana keberhasilannya diukur. Saya melihat keputusan Danantara itu sebagai langkah strategis untuk dikenal secara global,” kata Fardila di Jakarta, Senin (2/11).
Fardila, yang akrab disapa Dila, menjelaskan dampak komunikasi global dapat dilihat melalui sejumlah indikator, mulai dari jangkauan informasi hingga respons pemangku kepentingan. Pengukuran tersebut mencakup output, outcome, outtake, hingga impact, termasuk munculnya peluang kerja sama, pertanyaan dari calon investor, serta peningkatan pengenalan terhadap institusi.
“Kalau purpose-nya jelas dan value-nya bisa dibuktikan, kenapa tidak? Dalam konteks ini, menurut saya konteksnya jelas,” ujarnya.
Dila menambahkan, penguatan reputasi di tingkat global merupakan proses jangka panjang sehingga hasilnya tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Meski demikian, respons awal dari investor dan media dapat menjadi salah satu sinyal bahwa komunikasi yang dilakukan mulai menjangkau audiens yang dituju.
“Tidak seperti gigit cabai yang langsung terasa pedasnya. Butuh waktu,” kata dosen komunikasi dari LSPR ini.
Dia juga menjelaskan, dalam strategi komunikasi korporasi, berbagai bentuk partisipasi di forum internasional dapat dipandang sebagai investasi reputasi.
Melalui partisipasi di forum internasional, Danantara berkesempatan memperluas pengenalan terhadap peran dan kiprahnya di hadapan komunitas global. Kehadiran tersebut sekaligus membuka ruang bagi penguatan jejaring dan reputasi Indonesia dalam lanskap investasi internasional.
Danantara Indonesia sebelumnya telah memberikan penjelasan terkait pencantuman nama dan logo institusinya dalam penyelenggaraan TIME100 Next Gala 2026 di New York, Amerika Serikat, Kamis (29/10/2026). Danantara menyebut, pencantuman logo tersebut berkaitan dengan penjajakan kerja sama strategis nonfinansial bersama TIME untuk sejumlah forum internasional mendatang.
Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara Pahala N Mansury mengatakan, pencantuman logo merupakan bentuk apresiasi awal (in advance) dari TIME atas pembahasan kerja sama yang tengah berlangsung. Pahala menegaskan kerja sama tersebut belum mencapai tahap final dan tidak melibatkan pembayaran sponsorship untuk acara TIME100 Next 2026.
“Tidak ada pembayaran maupun alokasi dana sponsorship dari Danantara Indonesia untuk penyelenggaraan TIME100 Next 2026,” ujar Pahala dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Pahala menjelaskan, penjajakan kerja sama tersebut bertujuan memperkenalkan potensi investasi Indonesia kepada investor dan pelaku bisnis internasional. Sejumlah sektor yang menjadi fokus promosi meliputi perfilman dan kebudayaan, ekonomi kreatif, pariwisata, serta investasi berkelanjutan.
“Hingga saat ini, pembahasan kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan,” sambung Pahala.
Menurut Pahala, skema kerja sama nonfinansial (in-kind) yang tengah dibahas mencakup kemungkinan partisipasi Danantara dalam sen forum internasional TIME. Beberapa di antaranya adalah TIME100 Davos Dinner & Talks, TIME100 Impact Dinner, TIME100 AI Leadership Forum, dan TIME Earth Awards.
Pahala mengatakan keterlibatan dalam berbagai forum tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring Danantara dengan investor dan pelaku bisnis global. Kerja sama juga dimaksudkan untuk membuka ruang promosi sektor-sektor strategis nasional di tingkat internasional.
“Hal ini dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), akuntabilitas, serta kepentingan nasional,” kata Pahala.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
