Ekonomi
Suku Bunga The Fed dan Arah Baru Pasar Kripto
Volatilitas kripto dipengaruhi banyak faktor ekonomi global.
JAKARTA -- Keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan kembali menjadi perhatian pelaku pasar kripto karena arah kebijakan moneter Amerika Serikat dapat memengaruhi likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko. Setelah keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026, perhatian pasar kini beralih pada proyeksi inflasi dan arah kebijakan The Fed berikutnya.
The Fed menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen hingga 4 persen dalam rapat FOMC pada 15-16 September 2026. Berdasarkan pernyataan resmi The Fed, keputusan tersebut diambil ketika inflasi masih berada pada level tinggi, sementara aktivitas ekonomi Amerika Serikat terus berkembang secara solid.
Kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor makroekonomi yang diperhatikan pelaku pasar kripto. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi biaya pendanaan, kondisi likuiditas, serta minat investor terhadap aset berisiko.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat memperketat kondisi keuangan dan memengaruhi minat terhadap aset seperti kripto. Sebaliknya, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dapat meningkatkan minat terhadap aset berisiko.
Selain keputusan suku bunga, pasar juga mencermati proyeksi ekonomi dan komunikasi bank sentral Amerika Serikat. Berdasarkan proyeksi ekonomi FOMC September 2026, median proyeksi federal funds rate berada di 4,1 persen pada akhir 2026, sedangkan proyeksi inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) berada di 3,7 persen.
Perubahan ekspektasi menjadi penting karena pasar tidak hanya merespons keputusan FOMC, tetapi juga membandingkan keputusan tersebut dengan perkiraan sebelumnya. Reuters melaporkan kenaikan suku bunga 25 basis poin telah banyak diantisipasi pasar sehingga perhatian investor beralih pada sinyal kebijakan berikutnya dan perkembangan inflasi.
Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan perkembangan kebijakan moneter dapat memengaruhi sentimen pasar karena pelaku pasar tidak hanya mencermati keputusan suku bunga saat ini, tetapi juga arah kebijakan berikutnya.
“Hasil FOMC September menunjukkan bahwa perkembangan inflasi masih menjadi salah satu pertimbangan penting dalam arah kebijakan moneter The Fed. Bagi pasar kripto, keputusan suku bunga dan ekspektasi terhadap kebijakan berikutnya dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen serta volatilitas pasar,” ujar Ryan.
Bitcoin dan Ethereum Bergerak Menguat
Pergerakan aset kripto setelah keputusan FOMC menunjukkan respons yang tetap dinamis. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 17 September 2026 sore, Bitcoin berada di kisaran harga 76.501 dolar AS, menguat 1,13 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih melemah 2,03 persen dalam sepekan.
Pada periode yang sama, Ethereum berada di kisaran 2.443 dolar AS. Aset tersebut menguat 1,78 persen dalam 24 jam, tetapi masih melemah 1,10 persen dalam sepekan.
Pergerakan jangka pendek tersebut menunjukkan bahwa keputusan suku bunga bukan satu-satunya faktor yang menentukan arah pasar kripto. Pelaku pasar juga mencermati data inflasi, kondisi ekonomi, likuiditas, serta komunikasi The Fed mengenai kebijakan moneter berikutnya.
Ryan mengatakan pergerakan aset kripto tidak hanya ditentukan oleh satu indikator ekonomi.
“Pergerakan harga aset kripto tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Karena itu, memahami perkembangan ekonomi makro dan potensi volatilitas menjadi bagian penting dalam aktivitas perdagangan aset digital,” kata Ryan.
Perdagangan Futures di Tengah Volatilitas
Dinamika pasar juga menjadi konteks bagi perdagangan kontrak berjangka atau futures aset kripto. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengambil posisi Long maupun Short sesuai dengan strategi dan pandangan terhadap pergerakan pasar.
Posisi Long pada dasarnya digunakan ketika pengguna memperkirakan harga aset akan naik, sedangkan posisi Short digunakan ketika memperkirakan harga akan turun. Mekanisme tersebut membuat perdagangan futures berbeda dengan transaksi aset kripto secara spot.
Namun, perdagangan futures juga memiliki risiko yang lebih tinggi, terutama karena penggunaan leverage. Leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus memperbesar potensi kerugian ketika pergerakan harga berlawanan dengan posisi yang diambil.
Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme perdagangan dan manajemen risiko menjadi penting bagi pengguna yang mempertimbangkan instrumen tersebut. Besarnya posisi, tingkat leverage, dan kemampuan menanggung kerugian perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pengguna.
“Setiap produk memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Bagi pengguna yang mempertimbangkan perdagangan Futures, penting untuk memahami mekanisme Long dan Short, penggunaan leverage, serta risiko yang menyertainya,” kata Ryan.
Keputusan FOMC menjadi salah satu variabel yang perlu diperhatikan dalam membaca pasar kripto, tetapi bukan satu-satunya penentu pergerakan harga. Data ekonomi Amerika Serikat, ekspektasi inflasi, likuiditas global, serta sentimen investor tetap menjadi faktor yang dapat membentuk volatilitas pasar aset digital.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
