Mahasiswa UMB menggelar pameran tugas akhir yang salah satunya mengangkat isu desain keberlanjutan. | UMB

Ekonomi

Pameran Mahasiswa UMB Usung Solusi Keberlanjutan

Pendidikan desain produk memiliki peran strategis dalam menawarkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan.

JAKARTA — Isu keberlanjutan menjadi salah satu fokus karya mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana dalam pameran tugas akhir INNOVARTION Vol. 6 yang dibuka Jumat (23/2/2025). Pameran ini menghadirkan desain yang merespons persoalan lingkungan, kesehatan, dan kebutuhan hidup berkelanjutan melalui pendekatan berbasis riset dan empati pengguna.

Pameran yang berlangsung selama sepekan tersebut menampilkan beragam karya desain produk yang tidak hanya berorientasi pada fungsi dan estetika. Pameran juga bertujuan menjawab persoalan konkret di masyarakat, mulai dari pengelolaan limbah, efisiensi material, hingga keselamatan dan kenyamanan aktivitas sehari-hari.

Ketua Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana, Junaidi Salam, mengatakan pendidikan desain produk memiliki peran strategis dalam menawarkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan yang semakin kompleks. Menurut dia, konteks Indonesia sebagai negara berkembang dengan populasi muda yang besar menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi desainer.

“Kondisi ini menjadikan lulusan desain produk memiliki tanggung jawab strategis sebagai problem solver yang lahir dari empati, riset, dan pemahaman konteks lokal,” ujar Junaidi dalam siaran pers, Sabtu (24/1/2026).

Sejumlah karya yang dipamerkan menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai dasar perancangan. Irna Hasynda K, misalnya, mengolah limbah nata de coco dari industri air kelapa di Serang, Banten, menjadi material alternatif berbasis coconut water leather. Material tersebut kemudian diaplikasikan pada produk fesyen dan aksesori, sekaligus menawarkan nilai tambah dari limbah industri pangan yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Pendekatan solusi berbasis kebutuhan pengguna juga terlihat pada karya Putri Febrianti yang merancang sepatu kerja bagi perempuan pekerja kantor dengan kondisi hiperhidrosis. Melalui riset pengguna, desain ini berupaya meningkatkan kenyamanan dan kesehatan kaki tanpa mengorbankan aspek visual dan profesionalitas.

Sementara itu, Clara Desi Permata menghadirkan rancangan pakaian badminton wanita usia 18–35 tahun untuk aktivitas latihan non-atlet. Produk ini dirancang dengan mempertimbangkan ergonomi, sirkulasi udara, dan fleksibilitas gerak, guna mendukung gaya hidup aktif yang berkelanjutan.

Isu lingkungan dan edukasi anak direspons oleh Chantyka Sella Oktaviani melalui perancangan board game edukatif yang mengenalkan pemilahan dan daur ulang sampah kepada anak usia 9–12 tahun. Media permainan dipilih sebagai pendekatan agar pesan keberlanjutan dapat diterima secara lebih mudah dan menyenangkan.

Di bidang industri kreatif, Muhammad Widi Assiddiqy merancang aksesori lampu studio untuk menghasilkan efek gobo pada fotografi potret dalam ruangan. Desain ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi kerja fotografer tanpa perlu peralatan tambahan yang kompleks dan boros energi.

Solusi berbasis keselamatan dan kesehatan juga muncul dalam karya Sekar Karani Putri berupa on-the-go sleep pod bagi pengemudi transportasi darat jarak jauh. Produk ini dirancang untuk mendukung waktu istirahat yang lebih aman dan nyaman di tengah tuntutan mobilitas tinggi.

Sementara itu, Zahira Ahdawiyah Saputri merancang jaket muslimah adaptif yang mendukung keselamatan berkendara motor bagi perempuan, dengan memadukan fungsi proteksi, kenyamanan, dan identitas pengguna.

Melalui INNOVARTION Vol. 6, Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana menunjukkan bahwa desain dapat berperan sebagai alat intervensi terhadap persoalan keberlanjutan. Pameran ini menegaskan bahwa karya mahasiswa tidak berhenti pada konsep visual, tetapi diharapkan dapat memberikan solusi yang aplikatif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan lingkungan dan sosial masa kini.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat