Petugas keamanan melakukan pengecekan suhu tubuh calon pengunjung ketika pemberlakuan pembatasan pengunjung di supermarket Tiptop, Depok, Jawa Barat, Rabu (1/4). | Prayogi/Republika
04 Apr 2020, 02:00 WIB

RW Siaga Covid-19 Dibentuk

Seluruh RW di Kelurahan Depok Jaya sudah membentuk Kampung RW Siaga Covid-19.

DEPOK -- Seluruh rukun warga (RW) di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, telah membentuk Kampung RW Siaga Covid-19. Hal itu dilakukan untuk mengikuti Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 443/166-huk/DPKP tentang Pembentukan Kampung RW Siaga Covid-19. "Di wilayah kami ada 14 RW, dan alhamdulillah semuanya sudah terbentuk Kampung Siaga RW Covid-19," ujar Lurah Depok Jaya, Herman, di kantornya, Jumat (3/4).

Menurut Herman, tugas utama Satuan Tugas (Satgas) Kampung RW Siaga Covid-19 adalah melakukan penjemputan apabila terdapat warga yang ingin memberikan donasi dan menginventarisasi warga yang perlu bantuan ekonomi. Mereka yang masuk kategori rawan, seperti ibu rumah tangga (IRT) yang hidup sendiri, warga renta, serta penghuni rumah yang memiliki pekerjaan. "Belum lama ini kami juga memberikan bantuan sembako kepada 20 kepala keluarga (KK) prasejahtera dan anggarannya didapat dari swadaya murni," ucap Herman.

photo
Pengurus masjid menutup pagar masjid saat ditiadakan Shalat Jumat di Masjid Jami Al-Mamur, Depok, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020). - (ASPRILLA DWI ADHA/ANTARA FOTO)

Dia menjelaskan, Satgas Kampung RW Siaga Covid-19 dari unsur Puskesmas Depok Jaya juga intens melakukan imbauan menggunakan mobil ambulans dengan mengelilingi wilayah untuk mengingatkan warga tentang bahaya penularan wabah virus korona. Herman menyebut, terhitung sejak Jumat (27/3), semua masjid di wilayahnya tidak lagi menggelar shalat Jumat seusai instruksi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, satgas juga melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak di 14 RW. "Pada intinya satgas kami siap untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus korona di wilayah Depok Jaya," tuturnya.

Ketua RW 13 Kelurahan Depok Jaya, Matalih, mengajak masyarakat untuk patuh dan mengikuti anjuran pemerintah. Dia menegaskan, semua yang dilakukan itu bertujuan untuk menekan penyebaran virus korona. Pihaknya tidak bosan untuk meningkatkan edukasi kepada warga tentang bahaya wabah yang belum ditemukan obatnya tersebut. 

Terkait

Dengan terbentuknya kesadaran tingkat tinggi, diharapkan tidak ada lagi warga yang meremehkan penyebaran virus korona agar jangan sampai ada korban di Depok Jaya. "Harapannya Kelurahan Depok Jaya tetap kompak untuk bersama-sama melawan korona," ucap Matalih.

Tutup akses

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga mulai menggencarkan pembatasan sosial skala besar (PSSB) dengan membentuk RW Siaga Covid-19. Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, termasuk yang pertama membentuk RW Siaga Covid-19. Lurah Empang Harry Cahyadi mengatakan, wilayahnya yang terdiri atas 20 RW telah mempersiapkan program tersebut sekaligus untuk mengeduksi masyarakat terkait pentingnya antisipasi penyebaran wabah korona. Pihaknya telah mengundang semua pengurus RW untuk menjelaskan penanganan ketika ada warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP). "Karantina wilayah parsial ini (dipilih) lebih mengaktifkan RW untuk melindungi penyebaran virus korona," ujar Harry, Jumat (3/4).

photo
Petugas menutup pintu gerbang masuk di Masjid Raya, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020). - (ARIF FIRMANSYAH/ANTARA)

Dia menjelaskan, pembentukan RW Siaga Corona bertujuan memberikan sosialisasi kepada warga agar mereka mau menerapkan jaga jarak (physical distancing) minimal satu meter dengan warga lain dan menghindari kerumunan. Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan jalan alternatif di Kelurahan Empang yang sebagian ruas akan ditutup. Dengan demikian, seluruh warga Empang dan sekitarnya nanti mengetahui mana akses yang ditutup dan bisa dilewati.

"Intinya RW Siaga Corona membatasi gerak dari masyarakat dan sekaligus memonitoring warga yang keluar atau warga pendatang dengan menutup beberapa akses jalan," ucap Harry.

Dia mengaku, di Kelurahan Empang masih banyak jalan kecil atau jalur tikus yang dapat dilewati sepeda motor. Untuk itu, Harry mengajak semua elemen untuk dapat ikut memantau akses, termasuk bagi jalur sempit pejalan kaki agar tidak ada warga yang tertular virus korona. Hal itu lantaran di wilayahnya saat ini masih belum terdapat pasien dalam pengawasan (PDP). Sehingga, langkah pencegahan harus dilakukan seketat mungkin, termasuk memantau pergerakan warga pendatang yang memiliki keperluan di Empang. "Karena itu, kita imbau warga jangan dulu berpergian jika tidak ada kepentingan," kata Harry.

Camat Bogor Selatan, Hidayatullah, mengatakan, saat ini semua RW memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan penyebaran virus korona lewat pembatasan akses keluar-masuk warga. Dia pun mengajak seluruh pengurus RW dan tokoh masyarakat di wilayahnya untuk berperan aktif dalam melindungi masyarakat. Meskipun dilakukan pembatasan, kata dia, sebenarnya aturannya tak lantas sampai melarang warga bepergian. 

Namun, warga sebaiknya tidak sembarangan lalu lalang di lingkunganya. "Jadi, memang harus efektif, dan warga juga memiliki kepedulian yang tinggi untuk menjaga lingkunganya masing-masing," ucap Hidayatullah. n rusdy nurdiansyah/nugroho habibi ed: erik purnama putra


×