Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati melakukan kampanye positif saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Dago, Bandung, Jawa Barat, Minggu (4/11/2018). Kampanye dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesehata | ANTARA FOTO

Gaya Hidup

Kesehatan Mental tak Kalah Penting Dibanding Kebugaran Fisik

Konflik di tempat kerja adalah penyebab utama stres. 

Tidak hanya kesehatan fisik, memprioritaskan kesejahteraan mental juga merupakan hal yang sangat penting. Studi Kalmfulness Index mengungkapkan, banyak orang yang tinggal di Inggris (46 persen) merasa stres dan tidak mampu mengatasinya.

Dikutip dari laman Wellbeing News, Sabtu (18/11/2023), penelitian ekstensif terhadap kesehatan dan kesejahteraan bangsa itu dilakukan terhadap lebih dari 3.700 responden. Sebanyak 54 persen orang sering kesulitan tidur dan 52 persen kerap merasa kelelahan.

Konflik di tempat kerja adalah penyebab utama stres, dengan lebih dari satu di antara tiga orang (38 persen) berjuang untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi di rumah. Kesibukan mengurus anggota keluarga juga termasuk yang memicunya.

photo
Pengunjung melihat karya seni rupa bertema kesehatan mental yang dipajang dalam pameran Archetype di Solo, Jawa Tengah, Ahad (14/10). Pameran untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia tersebut menampilkan 90 karya seni rupa dari puluhan seniman di Indonesia. ANTARA FOTO/Maulana Surya/ama/18. - (ANTARA FOTO)

Beban tekanan keuangan juga terus berdampak pada orang dewasa di Inggris, dengan lebih dari separuh (53 persen) responden mengatakan bahwa mereka berada dalam kondisi penuh tekanan yang konsisten. Sebagian orang juga mengalami stres karena tingginya biaya hidup.

Akibat terlalu banyak stres, 48 persen responden dalam studi tersebut mengalami waktu tidur yang terbilang kurang pada malam hari, yang merupakan ancaman serius bagi kesehatan fisik dan mental.

Sebanyak 46 persen orang juga ternyata sulit memprioritaskan kesejahteraan emosional. Juru bicara Kalms Herbal Remedie, Elizabeth Hughes-Gapper, mengomentari hasil penelitian tersebut.

Dia mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, kehidupan hampir semua orang di berbagai belahan dunia menjadi lebih penuh kecemasan dan tekanan. "Kita telah berhasil menghadapi pandemi global, tapi dihadapkan pada situasi ekonomi yang menantang, konflik politik dan militer serta tekanan hidup yang terus berlanjut," ucap Hughes-Gapper.

Kesehatan Mental Bukan Perkara Asal - (Republika)

  ​

Senada, psikolog dan psikoterapis Charlotte Armitage mengatakan, hasil riset itu menunjukkan bahwa stres, kewalahan, dan ketidakpastian selama bertahun-tahun telah berdampak pada kehidupan banyak orang. Menurut Armitage, perlu upaya lebih untuk menjaga kesehatan mental.

Seharusnya, menjaga kesehatan mental tak hanya dilakukan saat merasa sedih atau cemas, tapi sesuatu yang harus dilakoni secara proaktif, sama seperti kesehatan fisik. "Mendedikasikan beberapa menit sehari untuk ketenangan dapat membantu menjaga kesehatan mental, berpotensi mengurangi perasaan stres, kecemasan, dan kelelahan," ujar Armitage.


Lebih Dekat dengan Alam 

photo
Diskusi Terapi Dengan Seni. Istri Wakil Presiden AS Karen Pence menyaksikan pertunjukan kesenian di sela kunjungan kenegaraan, Jakarta, Kamis (20/4). Pentas seni ini dilakukan usai diskusi guna berbagi pengalaman mengenai pengobatan kesehatan mental menggunakan media seni. Karen Pence merupakan anggota salah satu terapi seni bagi anak-anak yang berpusat di Washington DC. Republika/ Wihdan. - (Republika/ Wihdan)

Dengan berbagai kesibukan, rutinitas, dan tekanan di kehidupan modern, mengupayakan kesejahteraan serta kesehatan mental menjadi hal yang sukar dilakukan. Padahal, hal itu sangat penting untuk dijaga, tidak cuma kebugaran fisik semata.

Psikolog dan psikoterapis Charlotte Armitage membagikan sejumlah kiat untuk membantu seseorang menjaga kesehatan mental. Dia mengutip hasil sebuah studi bahwa lebih dari sepertiga orang dewasa di Inggris (37 persen) merasa terhibur dengan kekuatan penyembuhan dari alam.

"Ketika menghabiskan waktu di alam, seseorang dapat memutuskan hubungan dari pemicu stres sehari-hari, teknologi, dan interaksi sosial, sehingga memberi waktu untuk mengisi ulang pikiran dan tubuh," kata Armitage, dikutip dari laman Wellbeing News, Sabtu (18/11/2023). 

photo
Seorang pengunjung berjalan di dekat tenda yang didirikan di area camping ground Kuta Beach Park The Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (9/3/2022). Guna memberikan alternatif tempat menginap bagi penonton MotoGP, telah tersedia camping ground kawasan Kuta Beach Park yang dilengkapi dengan tenda berbagai ukuran serta fasilitas pendukung lainnya, seperti matras, kantong tidur, dan tikar. - (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.)

Berdasarkan penelitian, beraktivitas 10-15 menit di alam bebas dapat memicu perubahan neurologis di otak dan perubahan kimiawi dalam darah yang berkontribusi pada pengurangan dan pemulihan stres. Jika tidak bisa keluar rumah, hadirkan alam di kediaman, seperti merawat tanaman hias, yang telah terbukti meningkatkan suasana hati, konsentrasi, dan produktivitas.

Armitage juga menyarankan untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat. Pola makan, olahraga, dan tidur adalah tiga pilar hidup sehat. Memperbaiki ketiga faktor itu akan bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Cobalah untuk tidur setidaknya tujuh jam setiap malam, luangkan waktu 20-30 menit sehari untuk olahraga, dan terapkan pola makan sehat.

Anjuran lain yakni menemukan waktu untuk menyendiri. Studi menunjukkan bahwa 36 persen orang dewasa di Inggris berpendapat bahwa waktu menyendiri adalah cara yang sehat untuk meningkatkan kesejahteraan mental, memulihkan tenaga, dan menghilangkan stres.  

Cara lain yakni melakukan percakapan terbuka dengan orang lain yang dipercaya. Itu akan sangat bermanfaat untuk kesejahteraan dan dapat membantu menciptakan keadaan pikiran yang lebih tenang. Orang terpercaya bisa memberikan dukungan emosional, perspektif yang beragam, validasi, dan menemukan solusi.

 

 
Menjaga kesehatan mental tak hanya dilakukan saat merasa sedih atau cemas, tapi sesuatu yang harus dilakoni secara proaktif
 
CHARLOTTE ARMITAGE, Psikolog dan psikoterapis
 
SHARE    

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Terapi Seni Penawar Kesehatan Mental Bagi Perempuan Afghanistan

Organisasi kesehatan memperkirakan setengah dari 40 juta orang Afghanistan menderita tekanan psikologis.

SELENGKAPNYA

Polusi dan Kesehatan Mental yang Memburuk

Polusi udara yang terhirup masuk ke saluran pernapasan dapat memicu terjadinya perubahan pada area-area otak yang mengontrol emosi.

SELENGKAPNYA

Prediksi Mengerikan untuk Kesehatan Mental Setengah Populasi Dunia

Gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan adalah kondisi kesehatan mental yang paling umum.

SELENGKAPNYA