Terdakwa Jessica Kumala Wongso mengikuti sidang lanjutan terdakwa Jessica Wongso di PN Jakarta Pusat, Rabu (27/7). Dalam sidang tersebut ditunjukan bukti pembayaran serta rekaman CCTV percakapan antara Jessica dan Jukiyah saat memesan kopi Vietnam. Yasin | Republika/ Yasin Habibi

Sains

Sianida, dari Perang Dunia Hingga Sampak ke Kopi Mirna

Sianida dosis besar mencegah sel menggunakan oksigen dan akhirnya sel-sel tersebut mati.

Berbagai perbincangan terpantik setelah film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tayang di Netflix pada 28 September 2023. Tayangan berdurasi satu jam 26 menit itu mengulas berbagai pertanyaan tak terjawab dari kasus pembunuhan kopi sianida yang terjadi pada 2016.


Korban yang tewas akibat minuman kopi yang diracuni sianida adalah Wayan Mirna Salihin. Sahabatnya, Jessica Wongso, kemudian ditetapkan sebagai pelaku yang mengeksekusi pembunuhan berencana. Bertahun-tahun setelah kematian Mirna, film Ice Cold hadir, dan kini sianida kembali disebut-sebut.


Apa itu sianida? Dilansir laman Health, Senin (2/10/2023), sianida adalah racun yang bereaksi cepat dan bisa mematikan. Bahan ini digunakan sebagai senjata kimia untuk pertama kalinya pada Perang Dunia I. Namun, kadar sianida yang rendah juga ditemukan di alam dan pada produk yang biasa dimakan dan digunakan manusia. 


Sianida dapat diproduksi oleh bakteri, apel, jamur, dan alga tertentu. Selain itu, sianida juga ditemukan dalam asap rokok, knalpot kendaraan, dan makanan, seperti bayam, rebung, almond, kacang lima, biji buah, dan tapioka. Senyawa sianida punya beberapa bentuk kimia berbeda.


Ada hidrogen sianida, berupa cairan berwarna biru pucat atau tidak berwarna pada suhu kamar dan merupakan gas tidak berwarna pada suhu lebih tinggi. Sementara itu, natrium sianida dan kalium sianida berbentuk bubuk putih yang mungkin memiliki bau pahit seperti almond. 


Bahan kimia lain yang disebut sianogen juga dapat menghasilkan sianida. Sianogen klorida adalah gas cair tidak berwarna yang lebih berat dari udara dan memiliki bau yang menyengat. Namun, beberapa orang mungkin tidak dapat mencium bau sianida.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by O L I V I E R (@olivierjkt)


Secara historis, hidrogen sianida telah digunakan sebagai senjata kimia. Senyawa yang mengandung sianida pun digunakan dalam pestisida dan fumigan. Termasuk juga, plastik, pelapisan listrik, pengembangan foto, dan pertambangan. Perusahaan pewarna dan obat juga memakainya.


Beberapa proses industri, seperti produksi besi dan baja, industri kimia, dan pengolahan air limbah dapat menghasilkan sianida. Banyak orang mungkin terpapar sianida dalam jumlah rendah dalam kehidupan sehari-hari dari makanan, merokok, dan sumber lainnya. 


Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung sianida dapat menimbulkan efek kesehatan. Menghirup gas sianida, terutama di ruangan yang berventilasi buruk, mempunyai potensi bahaya terbesar. Paparan sianida yang mematikan hanya diakibatkan oleh kecelakaan atau tindakan yang disengaja. 

 

photo
Anggota Satreskrim Polresta Yogyakarta, Aiptu Y Tomi Astanto menjadi saksi saat sidang lanjutan kasus sate sianida dengan terdakwa Nani Aprilliani di Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta, Kamis (21/10). Pada persidangan ini majelis hakim menanyakan kepada Tomi terkait hubungan asmara dengan Nani. Pasalnya, Tomi merupakan target dari sate sianida. - (Wihdan Hidayat / Republika)


Jika tubuh terpapar, sianida dengan cepat memasuki aliran darah. Tubuh lalu menangani sianida dalam jumlah kecil secara berbeda dibandingkan dalam jumlah besar. Dalam dosis kecil, sianida dalam tubuh dapat diubah menjadi tiosianat, yang tidak terlalu berbahaya, lalu akan dikeluarkan melalui urine.


Di dalam tubuh, sianida dalam jumlah kecil juga dapat bergabung dengan bahan kimia lain untuk membentuk vitamin B12, yang membantu menjaga kesehatan saraf dan sel darah merah. Sebaliknya, dalam dosis besar, kemampuan tubuh untuk mengubah sianida menjadi tiosianat menjadi kewalahan. 


Sianida dosis besar mencegah sel menggunakan oksigen dan akhirnya sel-sel tersebut mati. Jantung, sistem pernapasan, dan sistem saraf pusat paling rentan terhadap keracunan sianida. Dampak kesehatan dari paparan sianida tingkat tinggi dapat dimulai dalam hitungan detik hingga menit. 

photo
Petugas Kepolisian menunjukan barang bukti sianida yang disita di Mapolda Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Senin (21/1/2019). Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Gorontalo menyita 500 kilogram sianida yang digunakan untuk keperluan tambang emas dari salah seorang pedagang berinisial JP karena tidak memiliki izin. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/hp. - (ANTARAFOTO)


Beberapa tanda dan gejala keracunan sianida dosis besar termasuk kelemahan, kebingungan, sakit kepala, mual, terengah-engah, kesulitan bernapas, pingsan, kejang, hingga gagal jantung. Tingkat keparahannya bergantung pada durasi paparan, dosis, dan bentuk sianida.


Segera jauhkan diri dari titik paparan ke udara segar merupakan langkah pertama yang penting dalam mengatasi paparan sianida. Keracunan sianida harus ditangani lebih lanjut oleh tenaga medis profesional. Pasien biasanya akan diberikan oksigen serta dua obat penawar (natrium nitrit dan natrium tiosulfat--Red) untuk menghentikan efek keracunan yang serius. 


Obat lain mungkin diperlukan untuk mengendalikan efek kesehatan tambahan dari sianida seperti kejang. Orang yang mengalami tanda dan gejala serius akan memerlukan perawatan rumah sakit segera, terutama yang tidak sadarkan diri. Keterlambatan penanganan dapat mengakibatkan kematian.


Meskipun peningkatan konsentrasi sianida dalam darah mungkin mengindikasikan bahwa seseorang telah terpapar sianida, pengujian laboratorium untuk mengetahui adanya paparan sianida tidak akan berguna dalam membuat keputusan perawatan darurat. Penanganan untuk pasien yang terpapar sianida sebaiknya tidak ditunda jika ada tanda dan gejala serta diyakini telah terjadi paparan.

 

 
Jika tubuh terpapar, sianida dengan cepat memasuki aliran darah.
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat