Seekor kucing didandani pemiliknya saat mengikuti lomba kucing sehat di salah satu pusat perbelanjaan Solo,Jawa Tengah, Ahad (6/8/2023). Acara yang juga diisi dengan pembagian pakan dan kampanye adopsi kucing jalanan tersebut digelar untuk memperingati Ha | Antara/Maulana Surya

Gaya Hidup

Keuntungan Pola Makan Vegan pada Kucing

Pola makan vegan memiliki potensi menarik untuk meningkatkan kesehatan kucing.

Kucing adalah hewan karnivora. Itu artinya kucing memerlukan daging sebagai makanan pokoknya. 

Namun, memberi mereka pola makan vegan pada kucing mungkin memiliki manfaat kesehatan, setidaknya menurut pemiliknya. Dilansir Daily Mail, Jumat (15/9/2023), para peneliti menyurvei lebih dari 1.300 pemilik kucing, hampir 10 persen di antaranya memberi makanan hewan peliharaan vegan kepada hewan mereka. 

Menurut jawaban dari pemiliknya, kucing yang mengonsumsi makanan vegan cenderung tidak memerlukan pengobatan. Selain itu, kucing dengan pola makan vegan juga kecil kemungkinannya mengalami sakit, menjalani diet obat untuk masalah kesehatan, atau mengunjungi dokter hewan lebih dari sekali dalam setahun. 

photo
Kucing yang dibawa menggunakan tas untuk disuntikan vaksin rabies di Kantor Kelurahan Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2023). Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat terdapat 1.733 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) pada Juni 2023, yang meningkat sebanyak 206 kasus dari total 1.527 kasus pada Mei 2023. Namun DKI Jakarta masih tetap berstatus bebas rabies. - (Republika/Putra M. Akbar)

Namun, belum bisa dipastikan bahwa hasil-hasil tersebut akurat, karena hanya ada 127 kucing vegan dalam penelitian ini. Sehingga sulit untuk memastikan bahwa manfaat kesehatan tersebut bukan terjadi secara kebetulan.

Ketika penelitian mengamati 22 kondisi kesehatan, 15 di antaranya terlihat lebih jarang terjadi pada kucing yang mengonsumsi makanan vegan. Termasuk masalah pencernaan, seperti diare dan muntah, gangguan hormonal seperti diabetes, masalah kulit, dan masalah saluran pernapasan. 

Tetapi hasilnya lagi-lagi tidak pasti, karena jumlah kucing vegan yang sedikit, dan British Veterinary Association saat ini juga tidak merekomendasikan pola makan vegan untuk kucing. Karena mereka memerlukan nutrisi penting dalam jumlah yang cukup, seperti taurin dan sejenis vitamin A, yang ditemukan pada produk hewani, tetapi jumlahnya sedikit atau tidak ada pada makanan nabati. 

photo
Veteriner memeriksa kondisi kucing sebelum menyuntik vaksin rabies di Kelurahan Wirobrajan, Yogyakarta, Selasa (5/9/2023). Untuk mempertahankan kasus nol penyakit rabies sejak 1997 Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mengadakan vaksinasi rabies gratis untuk hewan peliharaan kucing, anjing, dan monyet milik warga yang berdomisili di Kota Yogyakarta. Sebanyak 2.300an vaksin rabies disiapkan untuk vaksinasi yang disebar pada 45 titik kelurahan dan 13 klinik hewan. Kegiatan vaksinasi ini akan berlangsung hingga 27 September mendatang. - (Republika/Wihdan Hidayat)

Penelitian ini juga menemukan risiko penyakit ginjal yang jauh lebih besar, pada kucing vegan dibandingkan dengan kucing pemakan daging. Meskipun penelitian ini didasarkan pada hanya empat kucing yang diberi pola makan vegan. 

Profesor Andrew Knight, yang memimpin penelitian dari University of Winchester, Inggris,  mengatakan hasil ini menunjukkan makanan vegan memiliki potensi menarik untuk meningkatkan kesehatan kucing. Sekaligus menawarkan manfaat lingkungan yang sangat besar. 

“Namun, untuk menjaga kesehatan kucing kita, penting bagi pemilik hewan peliharaan untuk memberi kucing mereka hanya makanan hewan vegan komersial yang berlabel nutrisi lengkap, diproduksi oleh perusahaan terkemuka dengan standar yang baik,” ujar Knight. 

Studi tersebut mengamati tujuh manfaat kesehatan yang berpotensi terkait dengan pola makan kucing, yang ditanyakan kepada pemiliknya. Ini adalah pendekatan terbaik berikutnya setelah melakukan pemeriksaan dokter hewan secara menyeluruh. 

Penelitian ini juga memakan waktu dan mahal, serta belum dilakukan dalam penelitian ilmiah yang sangat besar. Pemilik kucing yang menjalankan pola makan vegan memiliki kemungkinan 23 persen lebih kecil untuk mengatakan bahwa hewan peliharaannya sakit parah.

 

Minim Gangguan Kesehatan

photo
Seekor kucing kabur saat akan ditangkap di kawasan Gondangdia, Jakarta, Sabtu (8/7/2023). Komunitas Lets Adopt Indonesia menangkap sekitar 50 kucing yang berada di kawasan Gondangdia untuk disterilisasi dan vaksinasi rabies. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurangi over populasi kucing yang ada di Jakarta. - (Republika/Putra M. Akbar)

Meskipun mereka hanya delapan persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengatakan bahwa dokter hewan telah mendiagnosis kucingnya menderita penyakit parah. Selain itu, pemilik kucing vegan memiliki kemungkinan 15 persen lebih kecil untuk melaporkan bahwa hewan peliharaannya sedang menjalani pengobatan selain vaksinasi rutin atau perawatan kutu dan parasit, dibandingkan dengan kucing yang mengonsumsi daging.

Mereka juga tujuh persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengatakan bahwa kucing mereka mengunjungi dokter hewan dua kali atau lebih dalam satu tahun terakhir, yang bisa menjadi tanda penyakit. Pemilik kucing yang menjalankan pola makan vegan juga melaporkan bahwa hewan peliharaan mereka mengalami gangguan kesehatan hampir 16 persen lebih sedikit pada tahun sebelumnya.

Pemilik kucing vegan cenderung tidak mengatakan bahwa dokter hewan menganggap kucing mereka tidak sehat dalam satu tahun terakhir, dan 55 persen lebih kecil kemungkinannya mengatakan bahwa kucing mereka telah menjalani diet terapeutik. Diet ini  terkadang diresepkan untuk kesehatan masalah seperti kondisi kulit.

photo
Petugas memasukan dosis vaksin rabies untuk disuntikan ke kucing di Kantor Kelurahan Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2023). Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat terdapat 1.733 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) pada Juni 2023, yang meningkat sebanyak 206 kasus dari total 1.527 kasus pada Mei 2023. Namun DKI Jakarta masih tetap berstatus bebas rabies. - (Republika/Putra M. Akbar)

Namun, hasil terakhir ini mungkin sebagian disebabkan oleh pemilik kucing yang menjalani pola makan vegan menolak diet terapeutik ini karena mengandung produk hewani. Karena jumlah kucing vegan yang sedikit, tidak ada gangguan atau manfaat kesehatan individu yang dapat dikaitkan dengan pola makan dengan ‘signifikansi statistik’.

Pola ini menggunakan analisis standar emas yang diperlukan para ilmuwan dalam penelitian mereka. Namun, para penulis mengatakan ketika ketujuh langkah kesehatan tersebut dilakukan secara bersamaan, menggunakan satu jenis analisis statis, dan dengan mempertimbangkan usia kucing, jenis kelamin, dan apakah mereka dikebiri, mereka yakin telah menemukan kaitannya. 

Ada anggapan bahwa kucing vegan cenderung tidak kelebihan berat badan dibandingkan kucing pemakan daging. Hal ini juga disebut sebagai salah satu faktor yang memengaruhi. 

Masalah perilaku tampaknya juga lebih umum terjadi pada kucing yang menjalani pola makan vegan. Namun, para peneliti mencatat bahwa masalah perilaku ini lebih sering terjadi pada kucing yang terutama dipelihara di dalam ruangan. 

 

 
Penting bagi pemilik hewan peliharaan untuk memberi kucing mereka makanan hewan vegan komersial yang berlabel nutrisi lengkap.
 
PROF ANDREW KNIGHT, Pemimpin penelitian dari University of Winchester, Inggris. 
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Manfaat Menjadi Pencinta Kucing Menurut Sains

Orang yang pernah memelihara kucing memiliki kemungkinan lebih kecil untuk meninggal akibat serangan jantung.

SELENGKAPNYA

Kematian Massal Kucing Kembali Terjadi

Sebanyak 11 kucing mati mendadak di Ciamis.

SELENGKAPNYA

Kucing Hitam Jangan Lagi Dipandang Bawa Sial

Warna bulu hitam disebabkan oleh sifat genetik yang disebut 'melanisme.'

SELENGKAPNYA

Trik Mengatasi Kucing yang Destruktif pada Perabot Rumah

Pemilik kucing perlu menyadari bahwa mencakar merupakan hal normal.

SELENGKAPNYA