Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senin (27/2/2023). | Republika/Prayogi.

Ekonomi

Kenaikan Harga Cabai tak Terbendung

Satgas Pangan di daerah menggencarkan pengawasan untuk mengantisipasi kelangkaan.

SURABAYA -- Harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau mengalami kenaikan beberapa hari menjelang Ramadhan. Salah satu komoditas yang harganya terpantau terus meningkat adalah cabai rawit merah.

Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional, rata-rata harga cabai rawit merah per Senin (20/3) sebesar Rp 69.760 per kg. Harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan sepekan lalu yang sebesar Rp 67.290.

Di Kota Surabaya, Jawa Timur, harga cabai rawit merah tembus hingga Rp 90 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit itu diamini salah satu pedagang di Pasar Wonokromo, Herni Wijaya (41).

Herni mengatakan, harga cabai rawit di Pasar Wonokromo rata-rata dijual dengan harga Rp 80 ribu per kilogram. Padahal, menurut dia, pekan lalu harga cabai rawit masih di kisaran Rp 65 hingga Rp 70 ribu per kilogram. "Iya sekarang harganya sudah Rp 80 ribuan per kilogram. Harganya naik terus," kata Herni kepada Republika, Senin (20/3).

photo
Aktivitas pedagang berbagai bahan pokok di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Rabu (15/3). - (Republika/Bowo pribadi)

Berdasarkan data di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga rata-rata cabai rawit di Surabaya sebesar Rp 80 ribu per kilogram. Di Pasar Wonokromo dan Pasar Tambahrejo, harga cabai rawit tercatat Rp 80 ribu per kilogram. Kemudian di Pasar Genteng dan Pasar Pucang Anom, harga cabai rawit tercatat di harga Rp 75 ribu perkilogram.

Sementara di Pasar Keputran, harga cabai rawit tercatat di harga Rp 90 ribu per kilogram. "Ya mudah-mudahan cepat stabil lagi harganya," ujar Herni.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jawa Timur, Nanang Triatmoko mengaku, belum mengetahui pasti penyebab kenaikan harga cabai rawit di pasaran. Sebab, jika dilihat dari pasokan, saat ini stoknya cukup banyak mengingat berada pada masa panen raya.

"Kami masih mencari tahu penyebabnya, karena saat ini sedang panen raya. Biasanya kalau pasokan banyak harganya turun," kata Nanang.

Nanang mengatakan, harga cabai rawit pada tingkat petani saat ini di kisaran Rp 55 ribu per kilogram. Dia juga mengatakan, meskipun harga komoditas ini naik, bukan berarti para petani mendapat untung besar. Menurut dia, cuaca yang tidak menentu membuat produksi cabai menjadi tidak maksimal.

Di daerah lainnya, yaitu di Kota Sukabumi, Jawa Barat, harga cabai merah dan daging sapi juga terpantau mengalami kenaikan. Kenaikan harga disebut karena mulai tingginya permintaan komoditas tersebut di pasaran.

photo
Pedagang membungkus cabai di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. - (Republika/Putra M. Akbar)

Pergerakan harga tersebut didasarkan pantauan petugas Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi.

''Harga komoditas daging sapi dan cabai merah mengalami kenaikan tiga hari jelang puasa,'' kata Petugas Pengawasan Barang Strategis Diskumindag Kota Sukabumi, Rifki, Senin (20/3).

Perubahan harga tersebut terutama terpantau di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede Kota Sukabumi. Harga daging sapi tercatat naik dari Rp 130 ribu per kg menjadi Rp 140 ribu per kg. Adapun harga cabai merah besar TW naik dari Rp 44 ribu per kilogram menjadi Rp 46 ribu per kg. Cabai merah besar lokal pun naik dari Rp 38 ribu per kilogram menjadi Rp 44 ribu per kg.

Rifki mengatakan, harga telur ayam juga sudah mulai naik sejak beberapa hari lalu dari Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu per kg. Kenaikan harga terjadi karena naiknya permintaan barang di pasaran. "Tapi pasokan stabil," katanya.

Petugas Diskumindag, kata Rifki, terus memantau pergerakan harga barang kebutuhan pokok masyarakat menjelang puasa. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan sembako di tengah masyarakat dapat terjamin.

Menjelang Ramadhan, para pemangku kepentingan di daerah menggencarkan pemantauan ketersediaan bahan pokok di pasar. Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Malang, misalnya, pada Senin (20/3) melakukan peninjauan ke sejumlah pasar.

photo
Anggota Kelompok Tani Tumbuh Mandiri menggarap lahan untuk ditanami tanaman cabai di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Citereup, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, Kamis (16/2/2023). - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Kepala Satgas Pangan Kabupaten Malang Iptu Wahyu Riski Saputro mengatakan, hasil pantauan menunjukkan ada kenaikan harga pada sejumlah bahan pokok penting menjelang Ramadhan. "Namun, kenaikan harga itu mayoritas tidak terlalu signifikan, kecuali untuk cabai," kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, sejumlah bahan kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Malang yang tercatat mengalami kenaikan adalah daging ayam, dari sebelumnya Rp 29 ribu per kilogram, menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

Sementara untuk harga cabai rawit, kata dia melanjutkan, mengalami kenaikan harga menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai tersebut, ditengarai karena minimnya produksi akibat pengaruh musim hujan.

"Namun, untuk ketersediaan masih aman hingga Ramadhan. Kami bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Malang terus berkoordinasi untuk memastikan bahan pokok tidak mengalami kelangkaan," ujarnya.

Wapres: Masjid tidak Boleh untuk Kampanye Politik

Bulan Ramadhan tak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan politik.

SELENGKAPNYA

Dai Ambassador Suarakan Dakwah Zakat ke Mancanegara

Dai ambassador bertugas menyampaikan syiar dakwah selama bulan Ramadhan.

SELENGKAPNYA

Komisi XI Setuju Perry Warjiyo Kembali Jabat Gubernur BI

Perry dalam uji kelayakan menekankan pentingnya sinergi untuk memperkuat ketahanan ekonomi.

SELENGKAPNYA

Ikuti Berita Republika Lainnya