Gadis Yaman menuju untuk mengisi jerigen dengan air dari tangki sumbangan di tengah kekurangan air akibat perang di pinggiran Sanaa, Yaman, Rabu (15/3/2023). | EPA-EFE/YAHYA ARHAB

Internasional

Perdamaian di Yaman Makin Dekat?

Iran menghentikan bantuan senjata ke pemberontak Houthi.

DUBAI -- Pemulihan hubungan antara Iran dan Saudi yang disepakati pekan lalu mulai menunjukkan dampaknya. Utamanya di wilayah tempat keduanya terlibat dalam perang proksi selama ini.

Iran mengumumkan telah setuju untuk menghentikan pengiriman senjata ke sekutu Houthi di Yaman. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kesepakatan untuk membangun kembali hubungan diplomatik dengan Arab Saudi yang ditengahi oleh Cina.

Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) dan Saudi mengatakan, langkah Teheran untuk menghentikan pengiriman senjata akan mempercepat upaya mencapai perdamaian di Yaman. Karena dapat menekan kelompok militan Houthi untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik. 

Gencatan senjata yang disponsori PBB di Yaman tahun lalu hanya berlangsung enam bulan. Houthi menolak seruan untuk deeskalasi dan perpanjangan gencatan senjata. Teheran secara terbuka menyangkal bahwa mereka memasok senjata ke Houthi. Tetapi inspektur PBB telah berulang kali melacak pengiriman senjata yang disita kembali ke Iran.

photo
Warga Yaman mengantre untuk mengisi jerigen dengan air dari tangki sumbangan di tengah kekurangan air akibat perang di pinggiran Sanaa, Yaman, Rabu (15/3/2023). - (EPA-EFE/YAHYA ARHAB)

Para pejabat dari Saudi dan Iran mengatakan, Iran akan menekan Houthi untuk mengakhiri serangan terhadap Arab Saudi.

Wall Street Journal melaporkan, Arab Saudi mengharapkan Iran menghormati embargo senjata PBB yang bertujuan untuk mencegah senjata mencapai Houthi, dan mengurangi kemampuan kelompok itu untuk menyerang Kerajaan Saudi dan menguasai lebih banyak wilayah di Yaman.

"Kesepakatan Saudi-Iran memulihkan hubungan diplomatik memberikan dorongan untuk prospek kesepakatan (Yaman) dalam waktu dekat, sementara pendekatan Iran terhadap konflik akan menjadi semacam ujian lakmus untuk keberhasilan kesepakatan diplomatik minggu lalu," ujar seorang pejabat AS yang dikutip oleh Wall Street Journal, Kamis (16/3).

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg mengatakan, saat ini tengah berlangsung upaya diplomatik di berbagai level untuk mengakhiri konflik Yaman. Dia mendesak para pihak momentum atas tercapainya kesepakatan rekonsiliasi antara Arab Saudi dan Iran, dua negara yang turut terlibat dalam perang Yaman. 

“Upaya diplomatik intensif sedang berlangsung di berbagai tingkat untuk mengakhiri konflik Yaman. Kita saat ini menyaksikan pembaruan momentum diplomatik regional, serta perubahan langkah dalam ruang lingkup dan kedalaman diskusi,” kata Grundberg saat berbicara di Dewan Keamanan PBB, Rabu (15/3).

Bagaimana Dampak Normalisasi Iran-Saudi - (Republika)  ​

Dia pun menyinggung tentang telah tercapainya kesepakatan pemulihan hubungan antara Saudi dan Iran. “Para pihak (dalam konflik Yaman) harus memanfaatkan kesempatan yang disajikan oleh momentum regional dan internasional ini untuk mengambil langkah tegas menuju masa depan yang lebih damai,” ujarnya.

Grundberg mengungkapkan, saat ini situasi militer secara keseluruhan di Yaman relatif stabil, tapi rapuh. Gencatan senjata sudah tak bisa lagi diandalkan atau dijadikan solusi.

“Gencatan senjata hanya bisa menjadi batu loncatan. Kita sangat perlu membangun di atas apa yang dicapai oleh gencatan senjata dan bekerja menuju gencatan senjata nasional serta penyelesaian politik inklusif untuk mengakhiri konflik Yaman,” ucapnya. 

Konflik di Yaman secara luas dilihat sebagai perang proksi antara Saudi dan Iran. Perang di sana mulai berkecamuk sejak kelompok pemberontak Houthi mengambil alih kontrol ibu kota Sanaa pada September 2014. Houthi disebut memperoleh dukungan dan sokongan dari Iran. 

Pada 2015, Saudi memimpin koalisi untuk melakukan intervensi militer di Yaman dan memberikan dukungan pada pasukan pemerintah. Saudi memang memiliki kekhawatiran terhadap Houthi.

Ia memandang kelompok pemberontak itu sebagai ancaman terhadap keamanannya. Houthi memang telah beberapa kali melancarkan serangan udara dan drone ke Saudi. Itu menjadi respons mereka terhadap intervensi militer Riyadh di Yaman. 

photo
Seorang pria Yaman berdoa di makam kerabatnya yang terbunuh dalam pertempuran baru-baru ini, di pemakaman di Sanaa, Yaman, Selasa (2/2/2021). - (AP/Hani Mohammed)

Konflik Yaman masih berlangsung hingga kini. Menurut PBB, perang di negara tersebut telah merenggut 223 ribu nyawa. Dari 30 juta penduduknya, 80 persen di antaranya kini bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. PBB telah menyatakan bahwa krisis Yaman merupakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Selain di Yaman, pemulihan hubungan Iran-saudi juga diharapkan berujung pada perdamaian di wilayah-wilayah lainnya. Di Suriah, Iran memberikan bantuan militer, ekonomi dan diplomatik pada Presiden Bashar al-Assad sejak unjuk rasa tahun 2011. 

Sementara Riyadh mendukung pemberontak yang mencoba menggulingkan Assad untuk memperlemah Teheran. Dukungan Iran membantu Assad membalikan keadaan, sementara dukungan senjata dari Arab Saudi dan oposisi politik melemah.

Pemulihan hubungan Arab Saudi-Iran disepakati saat isolasi negara-negara Arab pada Assad mulai melemah. Arab Saudi juga semakin terlibat dengan Suriah yang dapat membawa kembali negara itu Liga Arab.

photo
Ahmad Qassim, duduk bersama istrinya yang sama-sama terluka dalam serangan udara AS, di rumah mereka di desa al-Rami di provinsi Idlib, Suriah, Senin, 6 Desember 2020. - (AP/Ghaith Alsayed)

Kementerian Luar Negeri Suriah menyambut baik kesepakatan Arab Saudi-Iran sebagai "langkah penting" yang dapat mendorong stabilitas kawasan. Lembaga oposisi tidak memberikan komentar.

Selama bertahun-tahun, politik Lebanon juga terpecah menjadi dua kubu antara pro-Iran yang dipimpin kelompok bersenjata Hizbullah dan pro-koalisi Arab Saudi. Pada 2021 lalu Arab Saudi dan negara-negara Teluk menarik duta besar mereka dari negara itu setelah Hizbullah dianggap menguasai negara.

Perwakilan sudah kembali dikirimkan tapi Lebanon masih terjebak di keterpurukan ekonomi dan kini menghadapi krisis politik yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Lebanon tidak memiliki presiden selama berbulan-bulan dan kewenangan kabinet menjadi terbatas.

Pemulihan hubungan Riyadh-Teheran memberi harapan Lebanon dapat segera lepas dari kelumpuhan. Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri mengatakan "membaca" berita positif itu harusnya memicu politisi Lebanon "segera" memilih presiden.

Hizbullah mengatakan kesepakatan itu perkembangan bagus tapi berhati-hati pada dampak penuh yang masih belum diketahui. 

Cabai Mahal, Masyarakat Disarankan Tanam Mandiri di Rumah

Badan Pangan memobilisasi cabai dari daerah surplus ke daerah defisit.

SELENGKAPNYA

Siapkan Diri Berburu Maghfirah Ramadhan

Salah satu nama lain bulan Ramadhan adalah Syahrul Maghfirah atau bulan ampunannya Allah SWT.

SELENGKAPNYA

Kajati: Tidak Ada Restorative Justice untuk Mario dan Shane

Restorative justice terhadap AG tergantung keluarga korban.

SELENGKAPNYA