Agen FBI berjalan menuju TKP penembakan massal di Mountain Mushroom Farm, Half Moon Bay, Kalifornia, Selasa (24/1/2023). | AP Photo/Aaron Kehoe

Kisah Mancanegara

Cari Kehidupan Baru, Peluru yang Didapat

Lebih dari satu penembakan massal terjadi per hari di AS.

OLEH RIZKY JARAMAYA, KAMRAN DIKARMA

Amerika seharusnya menjadi tempat yang aman bagi Jose Romero ketika dia tiba sekitar dua tahun lalu untuk bekerja di pertanian Kalifornia. Romero bekerja bersama imigran lain dari Meksiko dan Cina.

Seperti banyak imigran lain, tujuan Romero mencari kehidupan yang lebih baik di Amerika Serikat (AS). Nyatanya, Romero bersama dengan enam pekerja pertanian lainnya meninggal ditembak seorang pria bersenjata di Half Moon Bay, tepat di sebelah selatan San Francisco pada Senin (23/1).

Insiden ini terjadi dua hari setelah seorang pria bersenjata lainnya melepaskan tembakan di sebuah aula dansa di Monterey Park, yang merupakan kantong Asia-Amerika di luar Los Angeles.

Secara keseluruhan, 18 orang tewas dalam penembakan beruntun. Insiden penembakan ini membuat para imigran di Amerika Serikat (AS) khawatir dengan keamanan mereka. "Anda ingin memperbaiki hidup Anda dan kemudian Anda berakhir dengan kejadian seperti ini," kata sepupu Romero, Jose Juarez, pada Selasa (24/1).

photo
Agen FBI bertugas di TKP penembakan massal di Mountain Mushroom Farm, Half Moon Bay, Kalifornia, Selasa (24/1/2023). - (AP Photo/Aaron Kehoe)

Polisi mengatakan, serangan itu dilakukan oleh pelaku yang diidentifikasi sebagai Huu Can Tran (72 tahun). Pelaku sering mengunjungi studio tari Monterey Park. Sementara itu penembakan lainnya yang menewaskan Romero, dilakukan oleh Chunli Zhao. Pelaku diketahui bekerja di pertanian Half Moon Bay.

Dua insiden penembakan yang berdekatan ini menambah rasa takut para imigran yang menjadi sasaran retorika dan serangan rasialis di Amerika Serikat. Menurut data yang dikumpulkan oleh University of California, sebanyak 32 persen imigran Asia dan 23 persen imigran Latin di Kalifornia mengaku sangat khawatir menjadi korban kekerasan senjata. Ketakutan mereka lebih besar tiga kali lipat dari tingkat ketakutan yang dilaporkan oleh orang yang lahir di Amerika Serikat.

Seorang imigran asal Meksiko, Antonio Perez, tinggal di Half Moon Bay setelah pindah dari Meksiko pada 1983. Dia mengaku merasa terjebak antara kekerasan kartel di tanah airnya dan kekerasan senjata di Amerika Serikat. "Kami tidak pernah mengharapkan hal ekstrem seperti ini di sini. Benar-benar sebuah tragedi," kata Perez sambil menggelengkan kepala.

Sekitar 610 kilometer di selatan, di Monterey Park, penduduk mengungkapkan ketakutan setelah insiden penembakan di aula dansa. Penduduk setempat mengatakan, longgarnya kebijakan kepemilikan senjata di Amerika dan penembakan massal telah membuat komunitas Asia-Amerika khawatir.

photo
Warga menunduk dan berdoa di lokasi penembakan massal di Star Dance Studio di Monterey Park, Kalifornia, Senin (23/1/2023). - (EPA-EFE/CAROLINE BREHMAN)

"Orang Amerika boleh punya senjata, ada senjata di mana-mana. Di sini sangat berbahaya," kata Frank Hio (36 tahun) yang berasal dari Cina.

Di pinggiran kota yang berkembang pesat dan terkenal dengan toko serta restoran Asia, beberapa orang mengungkapkan kesedihannya karena pria bersenjata itu berasal dari dalam komunitas tersebut. "Penembaknya orang Asia dan korbannya orang Asia," kata Rolando Favis (72 tahun) yang pindah ke Amerika Serikat dari Filipina 38 tahun lalu.

Kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika meningkat setelah pandemi Covid-19 dan pernyataan kontroversial mantan presiden Donald Trump yang menyalahkan Cina atas penyebaran virus korona. Ketika itu, Trump menyebut Covid-19 sebagai virus Cina.

Setelah pandemi, kepemilikan senjata di komunitas Asia-Amerika meningkat. Menurut sebuah penelitian oleh University of Michigan, sepertiga dari mereka yang memiliki senjata mengatakan, mereka lebih sering membawa senjata di tengah insiden anti-Asia. Sementara sepertiga lainnya mengatakan, mereka menyimpan atau membuka kunci senjata di rumah.

Angka Kekerasan Bersenjata di AS - (republika)  ​

Toko senjata Euro Arms Inc di Alhambra, lima kilometer dari lokasi pembantaian Monterey Park, asisten toko Wesley Chan mengatakan penjualan senjata telah meningkat sejak dimulainya pandemi. Peningkatan penjualan juga terjadi di kalangan orang Asia-Amerika di daerah tersebut. "Semua orang takut dan ingin melindungi diri mereka sendiri," kata Chan.

Peneliti utama studi UCLA, Ninez Ponce mengatakan, sekitar 9,3 persen imigran Asia menyimpan senjata di rumah mereka di Kalifornia. Sementara 5,6 persen imigran Latin dan 12 persen imigran kulit putih. Secara keseluruhan, sekitar 17,6 persen orang Kalifornia dari semua latar belakang menyimpan senjata di rumah.

Regulasi baru

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kembali mendesak Kongres meloloskan rancangan undang-undang (RUU) tentang larangan senjata atau senapan serbu. Hal itu menyusul terjadinya dua insiden penembakan massal di Kalifornia yang menewaskan puluhan orang.

photo
Presiden AS Joe Biden. - (AP/Carolyn Kaster)

“Untuk kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir, komunitas Kalifornia berduka atas kehilangan orang yang dicintai dalam tindakan kekerasan senjata yang tidak masuk akal,” kata Biden dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa (24/1).

Biden mengungkapkan, saat dirinya masih menunggu detail tentang insiden dua penembakan di Kalifornia, dia menyadari momok kekerasan senjata di seluruh AS membutuhkan tindakan lebih kuat.

“Saya sekali lagi mendesak kedua majelis Kongres untuk bertindak cepat dan mengirimkan assault weapons ban (larangan senjata serbu) ini ke meja saya dan mengambil tindakan untuk menjaga keamanan masyarakat, sekolah, tempat kerja, serta rumah di Amerika,” ujarnya.

House of Representatives AS yang dikuasai Partai Demokrat meloloskan RUU larangan senjata serbu tahun lalu. Namun, RUU macet di Senat dan tidak pernah sampai ke meja Biden. Menyusul dua insiden penembakan di Kalifornia baru-baru ini, salah satu senator Kalifornia yang juga anggota Partai Demokrat, Dianne Feinstein, telah memperkenalkan kembali larangan senjata serbu federal dan undang-undang (UU) yang meningkatkan usia pembelian minimum untuk senjata serbu menjadi 21 tahun. 

Tahun Penuh Penembakan di AS - (Republika)  ​

Terlepas dari tantangan untuk mengesahkan peraturan senjata baru, Kongres AS dapat menyetujui Bipartisan Safer Communities Act tahun lalu. UU keamanan senjata besar pertama yang disahkan Kongres dalam hampir 30 tahun itu memperluas pemeriksaan latar belakang untuk pembeli senjata. UU tersebut pun mengatur tentang penyediaan dana untuk program intervensi kesehatan mental dan kekerasan.

Ketika Biden menandatangani UU tersebut pada Juni tahun lalu, dia mengakui bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi kekerasan senjata.

LSM Gun Violence Archive menghitung, dengan sisa enam hari lagi telah terjadi 39 penembakan massal di Amerika serikat. Jumlah ini merupakan yang terbanyak pada periode yang sama dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.

photo
Daftar penembakan massal di Kalifornia beberapa waktu belakangan. - (Gun Violence Archives)

Rata-rata terjadi lebih sekali penembakan dengan korban empat orang atau lebih dalam sehari sepanjang Januari ini. Fenomena ini juga menandai terus menanjaknya angka penembakan massal di Amerika Serikat. Sejak 2020 hingga 2022, jumlah penembakan massal dalam setahun selalu melampaui angka 600 kejadian, jauh melewati rekor sebelumnya, yakni 417 penembakan pada 2019.

Belum genap sebulan tahun ini, sebanyak 73 orang meninggal dan 167 terluka dalam penembakan massal. Angka itu sudah jauh meninggalkan jumlah korban penembakan massal sepanjang Januari 2022, yakni 52 orang meninggal dan 128 terluka.

Penyebab dan Makna Sleep Talking

Bicara saat tidur juga dikenal dengan istilah somniloquy.

SELENGKAPNYA

Anak Suka Pakai Ponsel Orang Tua? Begini Cara Mengatasinya

Di sela kesibukan, penting bagi orang tua meluangkan waktu untuk anak-anak.

SELENGKAPNYA

Shalat Menurut Agama Terdahulu, dari Yahudi Hingga Nasrani

Nabi-nabi terdahulu juga diperintahkan untuk melaksanakan shalat sebagai suatu kewajiban kepada Allah SWT.

SELENGKAPNYA