Menristek BJ Habibie (kiri), Presiden Soeharto (tengah), Pemred Republika Parni Hadi (Kanan). Saat pembukaan Republika Online di Jakarta pada 17 Agustus 1995. | REPUBLIKA

Opini

Republika Menjemput Takdir

Republika lahir menjawab kegelisahan umat, yang saat itu terjadi tirani minoritas dalam pengusaan informasi.

ANIF PUNTO UTOMO, Penulis buku Republika 17 Tahun Melintas Zaman ‘’Hmm bagus...bagus....’’ Komentar Soeharto sembari tak lupa melemparkan senyumnya. ‘’Tapi lebih baik di belakang ditambahi huruf ‘A’ jadi Republika biar tidak muncul persepsi yang macem-macem.’’ Akhirnya, koran milik umat itu dinamai Republika seperti usulan Soeharto. Petikan paragraf di atas dikutip dari buku Republika...

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Mengimbangi Perubahan Teknologi

Perkembangan teknologi harus diakui adalah tantangan sekaligus peluang bagi media massa.

SELENGKAPNYA

Transformasi Republika: Dari UGC hingga Demokratisasi Konten

Jurnalisme berkualitas jelas merupakan prioritas Republika digital.

SELENGKAPNYA

Allah Mengagungkan Ilmu

Mencari ilmu dalam rangka membesarkan Allah SWT.

SELENGKAPNYA