Warga saat berwisata di kawasan Kebun Teh Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/12/2022). | Republika/Putra M. Akbar

Nusantara

Wisata Berkualitas tak Selalu Harus Mahal

Masyarakat diimbau menghabiskan waktu libur di daerah yang dekat rumah.

OLEH DADANG KURNIA, SANTI SOPIA

Liburan akhir tahun kali ini terasa lebih semarak setelah dunia dihadapkan dengan penyakit Covid-19. Tempat wisata, bandara, jalan tol, hingga pusat perbelanjaan dipenuhi masyarakat yang ingin berwisata di masa liburan.

Dosen kepariwisataan Universitas Airlangga (Unair) M Nilzam Aly membagikan kiat bagi masyarakat yang khendak mengisi hari libur panjang jelang pergantian tahun. Nilzam menjelaskan, liburan berkualitas bukan dilihat dari seberapa jauh tempat yang dikunjungi, atau seberapa banyak uang yang dikeluarkan. Melainkan apa makna dari momentum liburan yang didapatkan.

Mengingat durasi waktu libur yang pendek, Nilzam menyarankan masyarakat untuk menghabiskan waktu libur di daerah yang dekat dengan rumah atau melakukan staycation. "Bisa menciptakan agenda yang spesial dibanding hari-hari lain, semisal makan bersama, camping ala-ala. Intinya bisa menumbuhkan keakraban dalam keluarga," kata Nilzam, Senin (26/12).

photo
Warga berswafoto saat berwisata di kawasan Kebun Teh Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/12/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Dosen Fakultas Vokasi Unair tersebut menyarankan bagi keluarga yang ingin melaksanakan wisata agar menjauhi area yang sudah lama menjadi rujukan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung. Menurutnya, destinasi wisata yang terlalu padat akan menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi anak.

"Sehingga keluarga yang ingin berwisata bisa melakukan kunjungan alternatif di ring dua atau ring tiga. Di dekat-dekat Yogyakarta ada Magelang atau Gunung Kidul misalnya, yang cenderung bisa diakses dan tingkat keramaiannya tidak sepadat wilayah kota," ujarnya.

Nilzam mengingatkan, meski aturan PPKM sudah lebih longgar dibanding tahun lalu, masyarakat tetap perlu memperhatikan syarat, ketentuan, serta regulasi yang berlaku terkait aturan perjalanan. Mengingat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang dan pemerintah belum mencabut aturan PPKM.

photo
Petugas mengangkut sepeda listrik di pedestrian Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/12/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Nilzam juga mengingatkan masyarakat yang berlibur untuk selalu menjaga kesehatan fisik dan kesehatan finansial. Menurutnya, jangan sampai pengeluaran besar pada liburan kali ini mengakibatkan kondisi finansial yang tidak stabil di kemudian hari.

Dosen yang membidangi urusan bisnis kepariwisataan itu menyebut, pembuatan itinerary atau rencana perjalanan sebelum berlibur dapat menjadikan liburan lebih terarah. "Itinerary adalah daftar rencana perjalanan serta estimasi biaya yang dibutuhkan. Dengan membuat rancangan ini, maka pos-pos pengeluaran selama liburan akan dapat lebih diperhitungkan," kata Nilzam.

Tahun depan tren industri wisata 2023 diprediksi masih akan berkaitan erat dengan revenge tourism alias balas dendam pascapandemi Covid-19. Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan kemungkinan tahun depan, wisatawan masih saling terbatas di seluruh dunia.

photo
Wisatawan memadati kawasan wisata Malioboro saat libur Natal di Yogyakarta, Ahad (26/12/2022). - (Republika/Wihdan Hidayat)

Memang ada beberapa negara yang sudah membuka batasannya. “Indonesia belum, baru beberapa bandara buka dan asing juga tidak bisa 100 persen masuk ke Indonesia,” kata Yuno.

Pemerintah menargetkan jumlah turis mancanegara di angka 3,5-7,4 juta kunjungan, wisatawan domestik sebanyak 1,2-1,4 miliar pergerakan, dan devisa pariwisata yang mencapai 2,07-5,95 miliar dolar AS. Tahun ini target wisman 3,6 juta telah tercapai, bahkan terus bertumbuh hingga 5 juta kunjungan.

Bank Syariah tidak Siap Rugi?

Jika bank syariah abai terhadap mitigasi risiko hingga usaha rugi, maka telah melakukan penyimpangan atau wanprestasi.

SELENGKAPNYA

Babe Ridwan Sosok Multitalenta

Almarhum dikenal sebagai sosok tiga zaman yang kritis terhadap penguasa.

SELENGKAPNYA

Ikuti Berita Republika Lainnya