Pemain Maroko merayakan kemenangan melawan Spanyol dalam laga PIala Dunia 2022 di Stadion Education City di Al Rayyan, Qatar, Selasa (6/12/2022). | AP/Francisco Seco

Kabar Utama

Motivasi Ekstra Singa Atlas

Catatan sejarah baru menanti Maroko apabila mampu terus bertahan di Qatar 2022.

OLEH REJA IRFA WIDODO

Sejarah seolah berulang bagi Maroko. Di gelaran Piala Dunia 1986, tim berjuluk Singa Atlas itu memecahkan rekor di pentas Piala Dunia, terutama soal sejarah partisipasi wakil Afrika dalam turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut.

Mampu lolos dari babak penyisihan grup, Maroko kala itu menjadi tim asal Afrika pertama yang merumput di fase gugur Piala Dunia. Hingga saat itu, tampil di babak 16 besar menjadi langkah terjauh yang pernah ditorehkan tim asal Afrika di pentas Piala Dunia.

Kini, 36 tahun berselang, tepatnya di gelaran Piala Dunia 2022, Maroko kembali menorehkan rekor anyar. Keberhasilan menyingkirkan Spanyol 3-0 via babak adu penalti di babak 16 besar awal pekan ini membawa Maroko memasuki area yang benar-benar baru, merumput di babak perempat final Piala Dunia.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah partisipasi di Piala Dunia, Maroko bisa melangkah sejauh ini. Tidak hanya itu, capaian Maroko juga menjadi sumber kebanggaan baru bangsa Arab di pentas Piala Dunia. Maroko menjadi negara Arab pertama yang bisa tampil di babak perempat final Piala Dunia.

photo
Statistik Maroko vs Portugal. - (Republika)

Catatan sejarah baru menanti Maroko apabila mampu terus bertahan di Qatar 2022 dengan melewati adangan Portugal di babak perempat final, Sabtu (10/12) malam WIB. Jika mampu menyingkirkan salah satu wakil Eropa tersebut, tim besutan Walid Regragui akan menjadi wakil Afrika pertama yang sukses melaju hingga babak semifinal Piala Dunia.

Sebelumnya, tiga wakil Afrika, yaitu Kamerun di Piala Dunia 1990, Senegal (2002), dan Ghana (2010), pernah melaju hingga perempat final. Maroko pun siap mematahkan kutukan untuk wakil Afrika tersebut kala berduel dengan Portugal di Stadion Al Thumma, Doha.

Potensi pemecahan rekor baru itu rasanya dapat menjadi motivasi tambahan bagi Maroko untuk menatap laga ini. Upaya Maroko untuk bisa menyingkirkan Portugal juga mendapatkan suntikan tambahan berupa dukungan dari para suporter. Menjadi satu-satunya negara Afrika dan negara Arab yang masih bertahan di Piala Dunia 2022, dukungan terhadap Maroko akan berlipat ganda.

Apalagi, Piala Dunia 2022 merupakan gelaran Piala Dunia pertama yang digelar di kawasan Timur Tengah. “Dukungan terhadap kami tidak hanya berasal dari Maroko, tapi juga dari negara-negara Arab dan Afrika. Kami membutuhkan dukungan tersebut dan dengan modal itu saya harap kami akan membuat sejarah di laga perempat final,” ujar pelatih tim nasional Maroko Walid Regragui, seperti dilansir AFP, Jumat (9/12).

photo
Fans Maroko merayakan kemenangan Timnas Maroko melawan Spanyol dalam laga PIala Dunia 2022 di Barcelona, Spanyol, Selasa (6/12/2022). - (AP/Pau de la Calle)

Walid pun tidak mau membatasi mimpi anak-anak asuhnya dalam edisi perdana gelaran Piala Dunia di kawasan Timur Tengah ini. Rasa haus untuk bisa terus meraih kemenangan, bahkan bermimpi dapat tampil di babak final, harus terus dijaga Hakim Ziyech dan kawan-kawan.

Pelatih berusia 47 tahun itu juga menjanjikan perlawanan sengit buat Portugal di laga tersebut. “Mengapa tidak membidik langit? Kami harus mengubah mentalitas. Kami tidak mau berhenti di sini. Kami akan menghormati semua lawan. Namun, bisa dipastikan, kami akan menjadi tim yang akan sulit dikalahkan,” tutur Walid.

Pertahanan solid dan keefektifan serangan menjadi ciri utama performa Singa Atlas di sepanjang Piala Dunia 2022. Dengan modal itu, Maroko mampu mengakhiri penyisihan Grup F sebagai juara grup. Mereka juga berhasilan membuat La Furia Roja frustrasi selama 120 menit laga di babak 16 besar.

Dari empat laga yang telah dilakoni, Maroko hanya kebobolan satu gol. Peringkat ke-12 FIFA itu tercatat menjadi tim dengan pertahanan terbaik hingga sejauh Piala Dunia 2022 bergulir. Dari segi organisasi serangan, Maroko cenderung tampil direct dan tidak mau berlama-lama menguasai bola dengan hanya mencatatkan 32 persen penguasaan bola per laga.

photo
Fans Maroko merayakan kemenangan Timnas Maroko melawan Spanyol dalam laga PIala Dunia 2022 di Stadion Education City di Al Rayyan, Qatar, Selasa (6/12/2022). - (AP/Ricardo Mazalan)

Pelatih Portugal Fernando Santos sadar dengan kemampuan Maroko tersebut, terutama dalam soliditas pertahanan. Pelatih berusia 68 tahun itu pun sesumbar dengan pengalamannya sebagai pelatih, dirinya bisa mencari strategi terbaik untuk membongkar pertahanan Maroko di laga tersebut.

Menghadapi tim dengan gaya permainan tersebut sepertinya bukan pertama kalinya untuk Santos. “Seperti yang pernah yang saya hadapi di sepanjang karier saya, saya akan menerapkan strategi yang diyakini sebagai strategi yang tepat untuk itu,” kata Santos, seperti dikutip Reuters.

Salah satu strateginya termasuk kemungkinan melakukan rotasi pemain di starting line-up. Keputusan mantan pelatih Yunani itu untuk membangkucadangkan Cristiano Ronaldo di laga babak 16 besar pun berbuah manis. Tanpa pengoleksi lima gelar Ballon d'Or itu, Os Navegadores justru menggila hingga mampu membungkam Swiss dengan skor 6-1.

Portugal pun mencatatkan kemenangan terbesar di babak 16 besar Piala Dunia 2022. Kemenangan itu sekaligus menempatkan Portugal sebagai salah satu tim tersubur di Piala Dunia 2022 dengan torehan 12 gol dari empat laga. 

photo
Pemain Portugal Goncalo Ramos (kanan) merayakan gol ke gawang Timnas Swiss di Stadion Lusail, Qatar, Selasa (6/12/2022). - (AP/Natacha Pisarenko)

Kedalaman skuad, terutama di lini serang, dan kemenangan meyakinkan di laga terakhir membuat Portugal begitu percaya diri dan diunggulkan untuk bisa melaju ke babak semifinal. Terlebih, ini bukan kali pertama Portugal tampil di babak perempat final Piala Dunia.

Di dua kesempatan terakhir tampil di fase ini, Portugal berhasil melaju ke babak selanjutnya, tepatnya di Piala Dunia 1966 dan Piala Dunia 2006. Artinya, dari segi pengalaman, Portugal lebih unggul dari Maroko.

Namun, status unggulan itu dapat menipu. Semua prediksi dan hitung-hitungan di atas kertas dapat berubah di atas lapangan. Setelah semua kejutan yang terjadi di Piala Dunia 2022, Portugal tidak mau menjadi korban dari kejutan tersebut.

Gelandang serang Portugal Bruno Fernandes pun tidak mau para penggawa Portugal terlena dengan status unggulan tersebut. Dengan segala pencapaiannya di Piala Dunia 2022, Maroko bukanlah tim yang bisa diremehkan.

“Mereka bisa menjadi juara grup dan mengalahkan Spanyol. Jadi, kami sadar dengan kemampuan mereka. Laga itu akan menjadi laga yang sangat sulit. Hal terpenting bagi kami adalah bisa berfokus sepenuhnya pada kemampuan kami,” kata pemain Manchester United itu.

Picu Kontroversi, Ronaldo Dibela

Belum diketahui alasan Ronaldo tidak bergabung dengan pemain cadangan.

SELENGKAPNYA

Luis Enrique Bakal Tinggalkan Tim Matador

Spanyol tidak tampil menjanjikan saat Piala Dunia 2022 Qatar berlangsung.

SELENGKAPNYA

Kroasia tak Gentar

Kroasia siap menghadapi permainan menyerang tim Samba.

SELENGKAPNYA