Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat. | Prayogi/Republika

Ekonomi

Muslim Life Fair Dorong Ekspor Produk Halal

Pelaku UMKM bisnis halal diharapkan lebih memanfaatkan peluang.

BANDUNG -- Ajang Muslim Life Fair 2022 berupaya mendorong ekspor produk halal Indonesia. Melalui acara pameran produk bisnis halal tersebut, diharapkan pemahaman mengenai ekonomi syariah makin meluas di masyarakat. Dengan demikian, pelaku usaha makin mengembangkan produk halal dan membuat Indonesia menjadi pemain utama di level dunia.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat mengatakan, pihaknya mengapresiasi semangat peserta Muslim Life Fair yang mampu berkolaborasi dan memperkuat jaringan.

"Indonesia harus jadi pemain utama. Tak hanya sebagai konsumen tapi beralih menjadi produsen produk halal yang siap bersaing di pasar global," kata Sutan ketika membuka Muslim Life Fair 2022 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/12).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KNEKS (@kneks.id)

Sutan pun mendorong para pelaku UMKM halal untuk menembus pasar internasional. Dia mengingatkan, potensi pasar halal global mencapai 139 juta dolar AS. Pemerintah pun juga akan terus mendukung guna mewujudkan Indonesia menjadi pusat produksi halal dunia pada 2024.

Gelaran Muslim Life Fair, menurut Sutan, dapat meningkatkan volume transaksi syariah. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan geliat ekonomi dari produk-produk halal.

"UMKM berkembang dan juga meningkatkan literasi sehingga orang makin tahu ada kewirausahaan syariah. Termasuk juga menciptakan komunitas ini penting," kata dia.

Muslim Life Fair secara konsisten digelar sejak 2019. Acara ini terus bertumbuh membentuk ekosistem pengembangan UMKM berorientasi ekspor. "Melalui ikhtiar ini tentu saja impian Indonesia menjadi pusat produsen produk halal pada 2024 semakin nyata,” ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Muslim Lifestyle Fair (@muslimlifefair)

Direktur Lima Events selaku penyelenggara Muslim Life Fair, Deddy Andu, mengatakan, acara tersebut mengusung konsep business to consumer (B2C). Sejak 2019, peserta pameran konsisten berkisar 200 peserta. Untuk level business to business (B2B), Muslim Lifefest and Trade yang digelar pada Agustus 2022 juga berhasil menjaring 300 peserta.

Muslim Life Fair 2022 digelar di Bandung yang masyhur sebagai kota kreatif dan UMKM. Terdapat 230 peserta pameran dengan 150 jenama. Sebanyak 59 jenama di antaranya berasal dari Jawa Barat.

Deddy mengatakan, peran UMKM dan kawasan strategis ekonomi di Indonesia sangat signifikan untuk mendukung pengembangan industri halal. Meningkatnya gaya hidup halal di Indonesia menciptakan pasar yang baik di tingkat domestik. Hal itu diperkuat dengan adanya kemudahan berusaha di kawasan strategis seperti kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk menjangkau pasar global.

"Semangat pelaku UMKM ikut pameran adalah bagian dari dakwah agar masyarakat Muslim semakin menyadari dan memahami gaya hidup halal sesuai syariah,” katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Investasi Securities Crowdfunding (@lbsurundana)

Dalam acara tersebut, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama ekspor dengan ASEAN Mall Thailand. Ketua KPMI Rachmat Sutarnas Marpaung berharap, pelaku UMKM bisnis halal bisa lebih memanfaatkan peluang dan tak berhenti berinovasi, berkreasi, dan memperluas jejaring.

Pelaku UMKM terpilih juga mendapatkan kemudahan pembiayaan ekspor dari mitra-mitra strategis KPMI, di antaranya Shafiq, Hijra Bank, dan LBS-Urun Dana. Selain itu, peserta mendapatkan prioritas untuk mengikuti misi dan pameran dagang yang dilaksanakan KPMI ke berbagai negara. 

Bank Panin Dubai Syariah Cetak Lonjakan Laba

Perusahaan berupaya melakukan inovasi layanan digital pada tahun depan.

SELENGKAPNYA

Berdaya dengan Bermuamalah

Bankir pemberdaya yang bernama Mia bertugas membina Santi dan rekan-rekan satu kelompoknya.

SELENGKAPNYA

RUU PPSK Dibawa ke Paripurna

Masih diperlukan penguatan aturan yang mendukung pengembangan keuangan syariah.

SELENGKAPNYA