Karyawati menghitung uang di banking hall Bank Panin Dubai Syariah, Jakarta. | Republika/Agung Supriyanto

Ekonomi

Bank Panin Dubai Syariah Cetak Lonjakan Laba

Perusahaan berupaya melakukan inovasi layanan digital pada tahun depan.

JAKARTA -- PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp 169 miliar per September 2022. Realisasi ini tumbuh drastis 6759,09 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 2,5 miliar.

Head of Financial Strategic Planning Bank Panin Dubai Syariah Popo Fauzan mengatakan, perbaikan kinerja laba setelah pajak diikuti oleh perbaikan pendapatan operasional bank sebelum pencadangan yang tumbuh 118 persen menjadi Rp 306,8 miliar dan laba sebelum pajak menjadi 216,7 miliar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Panin Dubai Syariah Bank (@panindubaisyariahbank)

“Keberhasilan penghimpunan laba tersebut berasal dari kinerja penyaluran kredit yang tumbuh 1,63 persen menjadi Rp 9,70 triliun serta penurunan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing finance bruto menjadi 3,52 persen,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (8/12).

Perbaikan rasio pembiayaan bermasalah terjadi karena bank berkode saham PNBS ini dari waktu ke waktu berupaya untuk memperbaiki kualitas aktiva produktifnya. Dari sisi likuiditas, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 35,50 persen menjadi Rp 10,87 triliun per September 2022. Rasio funding to deposit ratio turun menjadi 89,20 persen per September 2022 dari posisi 118,94 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Ke depan, Bank Panin Dubai Syariah secara berkelanjutan akan melakukan sinergi dengan Bank Panin selaku induk perusahaan dalam hal pengembangan bisnis, tata kelola, dan prudential banking.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Panin Dubai Syariah Bratha Widjaja menyampaikan, perusahaan berupaya melakukan inovasi layanan digital pada tahun depan. Beberapa hal yang dilakukan perusahaan, antara lain, perbaikan mobile banking dan internet banking business.

Bratha menyampaikan, target perseroan adalah memastikan upaya meningkatkan layanan digital berjalan dengan lancar. Salah satu yang akan dilakukan, yakni mengganti sistem core banking menjadi lebih mumpuni.

 
 
Ini tujuannya mendukung nasabah dalam bertransformasi transaksi perbankan yang akhirnya untuk mendukung perbankan syariah agar go digital.
 
 

"Kami akan melakukan perbaikan signifikan internet dan mobile banking mulai level UMKM dan korporasi. Kami yakin bahwa mobile dan internet banking business akan memiliki kapabilitas bank-bank papan atas lainnya,” ucapnya.

Ke depan, perusahaan juga berupaya melakukan transformasi perbankan sehingga para nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang. “Ini tujuannya mendukung nasabah dalam bertransformasi transaksi perbankan yang akhirnya untuk memajukan mendukung perbankan syariah agar go digital,” ujarnya.

Menjaga Pemulihan di Tengah Ketidakpastian Global

APBN akan tetap berperan sebagai shock absorber di tengah potensi pelemahan ekonomi pada 2023.

SELENGKAPNYA

Ekonomi, Tantangan Terbesar Indonesia 2023

Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam akan menjadi yang terbaik di kawasan pada tahun ini. 

SELENGKAPNYA

Meredam Dampak Guncangan Global

Cukupkah hanya dengan berhati-hati? Tentu saja tidak.

SELENGKAPNYA