Lukisan mural Bregada Keraton Yogyakarta di dinding gang masuk Kampung Cokrokusuman, Jetis, Yogyakarta, Senin (21/3/2022). Lukisan karya seniman Kampung Cokrokusuman ini menambah semarak suasana kampung. Lukisan ini digarap dengan dana swadaya warga setem | Wihdan Hidayat / Republika

DIY

Sarana Prokes Destinasi Wisata DIY Disiapkan

Prokes tetap diminta untuk diterapkan dengan ketat, terlebih saat ini kerumunan sudah banyak terjadi.

YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berupaya mengantisipasi terjadinya lonjakan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 mendatang. Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dalam waktu dekat menghadapi lonjakan wisatawan.

"Tanggal 15 (Desember) kita baru mau rapat Forkopimda dan beberapa OPD nanti kita undang rapat koordinasi. Itu biasanya ada dari Dinas Perhubungan, dari kepolisian, dari Binda, Perindag itu akan membuat laporan kesiapan kita, Bulog juga," kata Aji saat ditemui di kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (7/12).

Aji menyebut, potensi kerumunan yang dapat terjadi saat libur Nataru perlu diantisipasi. Sarana dan prasarana untuk mendukung terlaksananya protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 juga harus disiapkan.

"Harus ada (sarana dan prasarana), setiap kegiatan juga harus disiapkan cuci tangan, hand sanitizer, kemudian jaga jarak, masker dipakai dan harus ada petugasnya yang selalu mengingatkan (untuk disiplin prokes)," ujar Aji.

photo
Warga tanpa menggunakan masker saat berkunjung ke Malioboro, Yogyakarta, Ahad (6/11/2022). Tren kasus Covid-19 di Yogyakarta beranjak naik memasuki November, dengan penambahan kasus di atas 100 setiap harinya. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan kembali, serta mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 seperti periode sebelumnya. - (Republika/Wihdan Hidayat)

Diungkapkan, saat ini penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sudah landai kembali di DIY. Namun, hal ini bukan berarti prokes dilonggarkan. Prokes tetap diminta untuk diterapkan dengan ketat, terlebih saat ini kerumunan sudah banyak terjadi.

Utamanya di tempat umum dan destinasi wisata. "Kerumunan sudah mulai banyak, kalau kita tidak (taat) prokes, tidak pakai masker, saya kira nanti akan nambah lagi (kasus Covid-19). Tidak perlu diingatkan lah (kalau prokes), ingat sendiri-sendiri saja. Setiap orang mengingatkan dirinya kan akan sama-sama menjaga," tambah Aji.

Selain itu, antisipasi lonjakan wisatawan yang dilakukan yakni dengan meningkatkan moda transportasi umum guna menunjang pergerakan wisatawan selama di DIY. Begitu pun dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga akan menjadi perhatian untuk menghadapi Nataru nanti.

"Lalu ketersediaan permakanan seperti apa, nanti akan kita evaluasi juga situasi keamanan. Nanti kepolisian akan membuat laporan antisipasinya, sehingga nanti jalannya libur Nataru bisa lancar," jelasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemerintah Kota Yogyakarta (@pemkotjogja)

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan pada libur Nataru 2023. Hingga saat Nataru nanti, diperkirakan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta secara kumulatif mencapai tujuh juta pengunjung.

 
Kita berharap di akhir 2022 nanti, kita bisa membukukan jumlah kunjungan wisatawan sejumlah tujuh juta (orang) di Kota Yogyakarta.
WAHYU HENDRATMOKO Kadispar Kota Yogyakarta
 

 

Pasalnya, saat ini kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta sudah meningkat, dan diprediksi terus meningkat di Nataru nanti. Terlebih, juga tidak ada pembatasan ketat mengingat Provinsi DIY, termasuk Kota Yogyakarta berada di status PPKM level 1."Kita berharap di akhir 2022 nanti, kita bisa membukukan jumlah kunjungan wisatawan sejumlah tujuh juta (orang) di Kota Yogyakarta," kata Wahyu.

Data per Oktober 2022 menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta sudah mencapai 5,8 juta orang. Angka tersebut jauh melebihi target kunjungan yang ditetapkan di 2022 ini sebesar dua juta orang.

Mengingat tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta, masyarakat maupun wisatawan diminta untuk menerapkan prokes pencegahan Covid-19 dengan ketat dan disiplin. "Jadi tetap melaksanakan prokes karena DIY masih ditetapkan melalui Inmendagri Nomor 47 Tahun 2022 (PPKM) level 1,” kata dia. 

RI Gelar Konferensi Internasional Perempuan Afghanistan

SELENGKAPNYA

Saudi dan Cina Teken 34 Kesepakatan

Saudi dan Cina telah menandatangani 34 perjanjian investasi.

SELENGKAPNYA

DNA Tertua Ditemukan di Greenland

Mempelajari DNA yang benar-benar tua bisa menjadi tantangan karena materi genetik rusak dari waktu ke waktu.

SELENGKAPNYA