Petugas melayani nasabah di BPRS HIK, Ciledug, Banten, Selasa (13/3). | Republika/ Wihdan

Ekonomi

Memperkuat Kontribusi BPRS dalam Ekosistem Syariah

Saat ini, belum banyak BPRS yang masuk ke ranah pembiayaan properti.

OLEH NOVITA INTAN

Pemangku kepentingan dalam ekonomi dan keuangan syariah bahu-membahu mendukung penguatan peran bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS). Karakter BPRS yang dekat dengan masyarakat dan mampu menjangkau daerah pelosok dinilai perlu diperkuat agar dapat memberikan layanan optimal kepada masyarakat.

Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) sebagai perkumpulan yang mewadahi BPRS bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) sebagai penyalur pembiayaan sekunder perumahan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KNEKS (@kneks.id)

Direktur Keuangan Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ahmad Juwaini menyampaikan, kini akses pembiayaan perumahan terjangkau berbasis syariah melalui BPRS dapat diakses di pesantren dan komunitas Islam. Hal itu ditandai dengan kerja sama antara Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

"Perlu dilakukan kerja sama penyediaan akses pembiayaan perumahan terjangkau berbasis syariah melalui BPRS kepada ekosistem ekonomi syariah di pesantren dan komunitas Islam lainnya," kata Ahmad kepada Republika, pekan lalu.

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan penyaluran pembiayaan properti melalui BPRS.

 
 
BPRS bukan hanya sekadar menghimpun simpanan dan menyalurkan pembiayaan, melainkan juga memberikan pendampingan teknis dan pemantauan.
 
 

Dengan adanya kerja sama penyediaan akses pembiayaan perumahan terjangkau berbasis syariah ini, diharapkan dapat meningkatkan portofolio keuangan syariah secara umum. Hal ini juga dapat meningkatkan angka kepemilikan hunian layak di daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan ekonomi di pesantren dan komunitas Islam lainnya.

Keberadaan BPRS di tengah komunitas masyarakat dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional di sektor keuangan syariah. Segmen pasar BPRS yang terbatas menjadi peluang dalam menyediakan kebutuhan pembiayaan dan layanan keuangan syariah kepada masyarakat.

"BPRS bukan hanya sekadar menghimpun simpanan dan menyalurkan pembiayaan, melainkan juga memberikan pendampingan teknis dan pemantauan," katanya.

Saat ini, belum banyak BPRS yang masuk ke ranah pembiayaan properti. Sebagai salah satu bentuk penguatan BPRS dalam menyalurkan pembiayaan properti, SMF hadir memberikan dukungan sebagai lembaga pembiayaan sekunder.

 
 
Basis pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari daerah, yakni provinsi, kabupaten, hingga kecamatan.
 
 

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan layanan digital berupa Aplikasi Otomasi Informasi Bank Perkreditan Rakyat/Syariah (iBPR-S). Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan masyarakat di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, selama ini BPR dan BPRS berperan untuk membantu UMKM dan masyarakat dalam menjangkau pembiayaan modal usaha. “Basis pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari daerah, yakni provinsi, kabupaten, hingga kecamatan. UMKM merupakan pendorong perekonomian pada setiap tingkat daerah tersebut,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Senin (5/12).

Mahendra menyebut, hadirnya layanan digital ini juga untuk meningkatkan literasi keuangan di seluruh pelosok daerah. Layanan digital ini menyediakan informasi yang dihimpun dari laporan rutin berbagai BPR dan BPRS yang terdaftar di OJK.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Otoritas Jasa Keuangan (@ojkindonesia)

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK Bambang Widjanarko menyampaikan, peluncuran aplikasi iBPR-S merupakan implementasi dari peta jalan OJK dalam menghadirkan sistem informasi yang terintegrasi. “Ini sekaligus sebagai bentuk dukungan bahwa kami terhadap lembaga jasa keuangan yang ada di Indonesia selalu ingin bersama-sama mengembangkan dan menjawab tantangan serta memenuhi layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap, iBPR-S dapat menjadi media bagi industri BPR dan BPRS dalam menunjukkan eksistensinya kepada masyarakat luas. “Pemanfaatan aplikasi ini bagi BPR, yakni sebagai media menunjukkan eksistensinya bahwa mereka hadir baik secara lokasinya maupun produk dan layanannya," katanya.

Samba Waspada Korea

Selecao mengantongi enam kemenangan dari tujuh laga persahabatan kontra Korsel.

SELENGKAPNYA

'Zero Covid' dan Publik yang Marah

Tertekan, tidak berdaya, dan marah dampak pemberlakuan kebijakan lockdown di Cina yang berujung rusuh.

SELENGKAPNYA

Messi dan Tim Unggulan Mulai Bertaji

Messi terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga Argentina vs Australia

SELENGKAPNYA