Lionel Messi | EPA-EFE/JOSE SENA GOULAO

Piala Dunia

Messi dan Tim Unggulan Mulai Bertaji

Messi terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga Argentina vs Australia

AL RAYYAN -- Lionel Messi kembali menunjukkan keajaibannya. Kali ini, pemain dengan koleksi Ballon d'Or terbanyak sepanjang sejarah itu menjadi inspirasi kemenangan Argentina atas Australia, 2-1, pada babak 16 besar Piala Dunia 2022, Ahad (4/12) dini hari WIB.

Lewat aksi magisnya, Messi memecah kebuntuan Argentina saat laga di Stadion Ahmad bin Ali itu menginjak menit ke-35. Setelah menerima sodoran dari Nicolas Otamendi, Messi melepaskan sepakan mendatar dari dalam kotak penalti di tengah kepungan pemain bertahan Socceroos. Bola meluncur mulus ke sisi kanan gawang tanpa bisa diantisipasi kiper Australia Matthew Ryan.

Pemain berusia 35 tahun itu pun menandai salah satu tonggak bersejarah dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional. Sebab, itu merupakan pertandingan ke-1.000 pemain berjuluk La Pulga itu sejak mulai meniti karier profesional pada 2004 silam.

photo
Pemain Timnas Argentina Lautaro Martinez (L) of Argentina saat diadang pemain timnas Australia Harry Souttar Australia di Ahmad bin Ali Stadium in Doha, Qatar, 3 Desember 2022. - (EPA-EFE/Abedin Taherkenareh)

Selama rentang waktu tersebut, Messi mengemas 789 gol dan 338 assist. Dengan torehan gol tersebut, Messi mencatatkan rataan 0,78 gol per laga. Tidak hanya itu, gol tersebut juga menjadi gol perdana Messi di fase gugur Piala Dunia. Messi juga melampaui torehan gol legenda Argentina Diego Maradona di Piala Dunia. Maradona tercatat mencetak delapan gol untuk Tim Tango, sedangkan Messi kini mengoleksi sembilan gol.

Gol Messi membuka jalan Tim Tango menuju babak perempat final. Julian Alvarez menambah keunggulan tim besutan Lionel Scaloni itu pada menit ke-57. Meski Australia sempat membalas via gol bunuh diri Enzo Fernandez pada menit ke-77, Albiceleste mampu bertahan dan menutup laga dengan kemenangan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Leo Messi (@leomessi)

Atas kontribusinya, Messi terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut. Itu menjadi kedua kalinya ia mendapatkan penghargaan tersebut di Piala Dunia 2022. Sebelumnya, Messi menjadi pemain terbaik saat Argentina membungkam Meksiko, 2-0, di putaran kedua penyisihan Grup C, kemenangan krusial yang menjaga asa Argentina lolos ke babak 16 besar usai menelan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Arab Saudi.

Sejak kekalahan dari Green Falcons tersebut, Argentina memang terus menunjukkan peningkatan performa dengan torehan tiga kemenangan di laga terakhir. Kurva peningkatan performa Albiceleste itu tidak bisa dilepaskan dari tren peningkatan performa Messi. 

La Pulga mulai menemukan ritme permainan terbaiknya. Di laga kontra Arab Saudi, Messi kerap menjadi sasaran kritik dan bahan ejekan karena tidak terlihat di sepanjang laga selain gol via tendangan penalti. Namun, di tiga laga terakhir Argentina, Messi memainkan peran vital, tidak hanya via torehan gol ataupun assist, tapi juga saat mampu menebar ancaman di mulut gawang lawan.

''Dengan Leo (Lionel Messi—Red), dengan begitu apik, ini adalah momen-momen yang menyenangkan,'' kata Scaloni soal performa Messi di laga kontra Australia, seperti dikutip Sky Sports, Ahad (4/12).

Kemenangan Argentina atas Australia di laga kedua babak 16 besar Piala Dunia 2022 itu sekaligus menguatkan sinyal soal kemampuan tim-tim unggulan untuk bisa menjawab berbagai ekspektasi.

Setidaknya di dua laga awal babak 16 besar Piala Dunia 2022, tim-tim unggulan mulai memperlihatkan taji. Beberapa jam sebelum laga Argentina kontra Australia, Belanda sukses menggasak Amerika Serikat, 3-1, di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Sabtu (3/12) malam WIB. Gol itu menandai gol perdana Memphis Depay di Qatar. 

Empat Macam Fitnah

Sekelompok pemuda yang berjuang menjaga imannya dan mengajak orang lain agar beriman kepada Allah SWT.

SELENGKAPNYA

Bagaimana Hukum Syariah Paroan Sawah?

Paroan sawah merupakan kerja sama antara pemilik sawah dan orang yang punya keterampilan.

SELENGKAPNYA

Izin Liga 1 Masih Diproses

Aremania menyesalkan keputusan melanjutkan Liga 1 di saat kasus Kanjuruhan belum tuntas.

SELENGKAPNYA